DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
BABY A.


__ADS_3

Ara berada di ranjang rumah sakit sudah dua hari dia sudah merasakan sakit di perut nya sudah dua hari tapi tidak kunjung melahirkan, Ara masih kekeh ingin lahiran Norma sedangkan Alex ingin Ara melahirkan secara Sc.


Melahirkan Norma maupun Sc sama-sama sakit, sama-sama berjuang untuk melahirkan anak yang sudah 9 bulan di nantikan oleh seorang ibu yang mengandung nya.


Rasa sakit nya akan terbayar oleh kelahiran anak mereka yang selama ini dia bawa kemana-mana dengan berada didalam kandungan nya.


Alex sudah frustasi saat melihat Ara merasakan sakit di punggung nya, Ara terus menyebut nama Allah yang selalu dia ingat di saat sehat maupun di saat Sakit.


Seperti saat ini Ara menyebut nama Allah dengan memejamkan mata nya berharap rasa sakit yang dia rasakan berkurang dan benar Ara merasakan sakit tapi tidak sesakit diawal dia merasakan.


Ara percaya semua yang dia rasakan adalah rasa dimana dia harus mengingat Allah dan Allah akan menjadikan rasa sakit yang dia rasakan sebagai penggugur dosa nya.


Sedangkan Alex sudah sejak dua hari menunggu Ara tidak pulang, dia takut kalau dirinya pulang Ara membutuhkan sesuatu. Kedua anak Ara sudah dua hari harus bolak balik rumah sakit untuk mengunjungi Ara yang tengah berjuang.


Ara menatap kedua putrinya yang tengah duduk di sofa dengan membaca ayat suci Al Quran dengan sangat kusuk. Ara tersenyum melihat kedua anak nya yang tengah mengaji untuk dirinya.


Waktu bergulir begitu sangat cepat sudah dua jam Aisya dengan Naila mengaji dan kini mereka mendengar rintihan Umi nya yang tidak seperti tadi kini Umi nya semakin cepat nyebut nama Allah.


"Ya Allah, Ya Robb"


Naila dan Aisya menyudahi mengaji mereka, mereka beranjak mendekati Ara yang sudah memegang tangan Alex dengan kuat. "Mas, sakit sekali..!!"


"Sabar sayang sebentar lagi Dokter akan datang ke sini" Alex menenangkan Ara yang sudah menangis dengan peluh keringat membasahi kening nya.


"Mas, aku sudah tidak kuat lagi..!! Aku sudah ingin melahirkan Mas.."


Ara menarik napas dalam berulang kali dengan rasa yang dia rasakan, Ara mengejan tanpa menunggu Dokter datang. Karena Ara merasa kalau bayi yang ada di dalam kandungan nya sudah ingin keluar.


Ara lagi-lagi menarik napas dalam lalu dia keluarkan perlahan, lalu dia mengejang lagi. Ara berulang kali melakukan hal yang sama sampai akhirnya Dokter dan suster masuk dengan berbarengan mereka mendengar suara tangis bayi yang memenuhi ruangan Bersalin Ara.


"oek oek oek..!!"


"Ya Allah Alhamdullilah, engkau mempermudah istri hamba melahirkan" ucap Alex bersyukur setelah anak nya sudah keluar.


Dan langsung di tangani oleh Naila yang sedari tadi blank saat Ara melahirkan, dia beru tau orang melahirkan secara Normal dan membuat nya terkejut kalau perjuangan nya sangat lah berat.


Naila tersadar saat suara tangis bayi yang menandakan Adik nya sudah lahir ke dunia penuh dengan tipu muslihat. Naila langsung memberi tindakan yang dia tau kepada Adik nya yang sudah lahir.


Sedangkan Dokter langsung menangani Ara dengan di bantu oleh Suster, karena Dokter tau siapa yang sudah mengurus Bayi Ara. Dokter muda yang sudah terkenal dengan segala keahlian dan kepintaran nya.

__ADS_1


Dokter meminta Maaf kepada Alex dan Ara karena datang terlambat untuk menangani proses persalinan Ara. "Maafkan kami Tuan dan Nyonya sudah datang terlambat"


"Karena anda menyepelekan pasien, kalau anda tidak menyepelekan pasien anda datang tepat waktu"


"Maafkan saya Dokter Alandra..!!


"Jangan minta Maaf kepada saya, karena saya bukan pasien anda"


"Ada apa sayang..!! Kenapa kamu marah-marah"


Saat Naila tengah berseteru dengan Dokter yang menangani Ara, semua orang mendengar suara dingin dan berat menyapa pendengaran mereka semua yang ada di dalam ruangan Ara.


"Dia masih sama menyepelekan pasien sampai Umi melahirkan sendiri tanpa bantuan dokter"


Alvin menatap Dokter yang selama ini sudah menadapat cap buruk, di segala rumah sakit sudah mendengar kabar buruk tentang Dokter yang menangani Ara.


"Selesaikan pekerjaan kamu dan keluar"


"Baik Dokter..!!"


"Aku akan mengurus kamu nanti" ucap Alvin dengan dingin.


"Sudah lah Mas Dokter lupakan dia dan lihat adik kita"


"Hah iya aku datang kesini untuk melihat adik kecil"


"Apa kamu tidak mau melihat Umi..??" ucap Ara dengan menatap menantu nya.


"Ah tidak, aku tidak tertarik melihat Umi..!!"


"Sungguh tega putra ku..!!" Ara mendrama untuk menghilangkan rasa khawatir Suami nya yang tengah tengang saat melihat darah yang kini masih mengalir.


"Jangan lah seperti itu Umi, aku juga ingin menemui Umi yang cantik..!! Tapi jangan buatkan kami adik lagi Umi"


"Kenapa kamu kalah saing dengan Daddy..??"


Alvin mendengus malas mendengar ucapan Umi mertua nya, pembicaraan mereka di simak dengan baik oleh Dokter dan Suster yang menangani Ara. Mereka melihat dua sisi Alvin di saat bersama dengan keluarga nya dan dengan orang sekitar nya.


"Alvin akui kalau Daddy top cer, nanti kalau Umi sudah pulang aku akan meminta jurus jitu Daddy"

__ADS_1


"Daddy tidak mau memberikannya"


"Aku akan memaksa"


Mereka berdebat sampai Dokter dan Suster sudah menyelesaikan tugas mereka, mereka berdua pamit undur diri dari ruang bersalin. Mereka sengaja tidak menghiraukan Dokter yang bertugas, sedangkan Suster yang juga ingin meninggalkan ruang bersalin Alvin memanggil nya.


"Tunggu..!!"


"Iyah Dok..!!"


"Kamu akan aman kalau mengatakan apa yang di lakukan oleh dokter tadi"


"Saya tidak tau pasti dok, tapi saat saya memanggil ada suara aneh dari dalam ruangan beliau"


"Suara apa.."


"Seperti orang berhubungan dok"


"Kamu boleh pergi"


"Iyah Dok"


Setelah Alvin tau dia akan menyelidiki semua yang terjadi agar tidak terulang kembali kejadian yang sama seperti yang alami mertua nya. Untung saja Mertua nya kuat kalau tidak apa tidak membuat kedua nya melayang.


Setelah dua jam Ara di pindahkan di ruang rawat dan langsung di sambut oleh keluarga yang sudah ada di ruang vip yang sudah di hias dengan sangat cantik.


Ara sangat bahagia dengan apa yang di lakukan oleh keluarga nya, Ara tidak menyangka kalau semua keluarga nya sangat antusias menyambut Baby dan dirinya.


"Siapa nama Putri Kalian..??" tanya Mama Alvin yang sudah berada di depan box bayi.


"Adzkiya Abraham Alandra"


"Ya Allah kenapa depan sampai belakang A..??"tanya Jasmin


"Tidak tua Daddy nya Jas..!!" ucap Ara yang menatap Suami nya.


"Selamat Mbak, Mas..!!" ucap Mama Alvin.


Semua keluarga sangat bahagia menyambut kelahiran Baby A yang terlihat sangat cantik dan mempunyai hidung mancung, mata sipit seperti Alex sang Daddy nya.

__ADS_1


__ADS_2