
Rafa kembali ke rumah sakit dia masuk ke dalam ruang rawat inap istrinya yang tenga bermain dengan ponsel nya. Ara tidak berminat untuk menyapa Rafa yang baru datang, karena dia masih kesal dengan Rafa yang tidak menghargai kedua orang tua nya.
Ara berpura pura tidak melihat Rafa yang baru masuk, Rafa sendiri langsung duduk di sofa yang ada di sana tanpa menyapa Ara, Rafa merebahkan dirinya di atas sofa.
Rafa memejamkan mata nya dengan pikiran yang tak menentu kemana, dia teringat bagaimana panasnya Sasa dia juga teringat bagaimana Sasa meninggalkan rumah nya dengan Ara setelah mendapatkan mobil mewah Ara, tidak hanya itu dia juga mengingat wajah perempuan paru baya yang dia temui dua kali di dalam satu hari.
Perkataan nya seakan terdengar terus menerus di telinga nya, dia seakan tau tentang kehidupan nya, kehidupan pernikahan yang dia jalani dan juga kekasih hati nya yang selama ini menguasai nya.
"Apa yang membuat mu mau menikah dengan ku??? Pertanyaan Rafa yang membuat Ara menoleh ke arah nya dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Karena Allah" Jawaban singkat Ara tidak membuat Rafa membuka mata nya malah dia terus bertanya.
"Kenapa kamu membawa bawa Allah???"
"Karena keyakinan ku pada nya"
"Kamu jangan munafik Ara"
"Aku tidak munafik Mas!! Aku belum perna bertemu dengan kamu, aku juga belum tau seluk beluk keluarga kamu, sifat kamu, bagaimana kamu selama ini. Tapi aku menerima kamu dalam hidup aku karena aku yakin kamu jodoh aku yang di kirim Allah untuk ku dan satu lagi walau kamu tak menghormati ke dua orang tua ku, aku masih di sini karena yakin kamu memang jodoh ku aku yang belum sadar akan kenyataan"
Rafa membuka mata nya lalu menoleh ke Ara yang menatap nya dengan mata yang berkaca kaca dia mendekat ke arah Ara yang kembali menatap ponsel nya saat Rafa bangun dari tidur nya. Rafa menatap Ara tidak berkedip.
"Buka cadar kamu"
Ara menoleh ke arah Rafa. "Apa hak kamu Mas untuk melihat wajah ku??? Kamu belum menerima ku sebagai istri aku tidak akan menunjukan wajah ku"
"Kamu Istriku"
"Bukan dari hati kamu"
"Aku akan belajar mencintai kamu, dan akan berusaha menerima kamu dalam hidup aku"
"Apa kamu terluka Mas???"
"Apa maksud kamu???"
"Aku bisa melihat luka di mata kamu Mas, ada rasa kecewa!!! Apa aku salah, jujur saja aku tidak akan marah"
"Apa kamu perna bermain dengan laki laki selama ini???"
"Jangankan aku bermain, bersentuhan tangan saja aku tidak perna hanya tangan kamu satu kali aku menyentuh nya"
__ADS_1
"Apa kamu jujur"
"Lihat mata aku Mas dan tanyakan pada hati kamu apa aku berbohong atau jujur!! Yang tahu hati kamu saat menatap ku"
"Kamu mau mengulang lagi ijab qobul kita??."
"Tentu jika kamu sudah yakin Mas"
Rafa menatap Ara dengan intens mencari kebohongan dalam dirinya tapi mata nya selalu membuat nya yakin kalau Ara perempuan yang baik, Mata yang selalu memancarkan Cahaya ketenangan, mata indah dengan bulu mata lentik.
Rafa kembali mengingat bagaimana cantik nya istri nya saat dia dengan tidak tau dirinya membuka cadar Ara yang tenga tertidur, bibir tipis itu kembali di ingat oleh Rafa.
"Maafkan aku Ara"
"Untuk apa???"
"Aku membuka cadar kamu"
"Kenapa??? Penasaran apa yang aku sembunyikan???"
"Iyah"
"Lalu apa yang aku sembunyikan???"
"Karena yang boleh melihat kecantikan istri hanya suami sah nya"
"Tidur lah besok kita akan pulang sesuai dengan keinginan kamu!!! Itu kan yang kamu minta kepada kakak kamu???"
"Hemm!! Selamat malam Mas"
Rafa tidak menjawab Ara dia memilih untuk kembali ke Sofa dia merebahkan dirinya di sana dengan menatap langit langit rumah sakit, dimana dia mengingat Sasa dan perkataan Ara menyembunyikan wajah nya demi suami nya.
"Lalu bagaimana dengan Sasa yang aku lihat tadi seakan tidak menyesal sama sekali" Batin Rafa
Setelah itu dia memejamkan matanya menyusul Ara yang sudan ada di alam mimpi nya, dia benar benar lelah untuk hari ini.
...****************...
Matahari bersinar dengan sangat Cerah dimana Ara dan Rafa kini sudah bersiap pulang ke Rumah mereka berdua dimana tempat diri nya harus berjuang mati mati untuk menahan sesak saat Rafa membawa Sasa ke rumah mereka.
"Aku sudah membeli Rumah baru untuk kita tinggali"
__ADS_1
"Untuk apa???"
"Untuk memulai yang baru"
"Kamu sudah yakin"
"Iyah aku sangat yakin"
"Tidak akan goya dengan wanita lain lagi"
"Iyah"
Ara dan Rafa sudah berada di dalam Mobil, Rafa melajukan mobil nya meninggalkan Rumah sakit menuju rumah baru mereka berdua, Rafa sudah menyiapkan segala nya setelan pulang dari kepergian nya kemarin malam, Rafa membeli rumah yang pada teman nya yang dia jual karena tidak jadi tinggal di Jakarta.
"Di mana Mas rumah baru kita"
"Tidak jauh dari rumah Kedua orang tua kamu"
"Emmm"
Jalanan yang macet membuat mereka juga di landa keheningan selama perjalanan, setelah pertanyaan Ara yang menanyakan dimana rumah mereka yang baru.
Setelah perjalanan yang cukup membosankan Rafa dan Ara sudah sampai rumah mereka yang baru, Rafa dan Ara keluar dari dalam mobil bersama tanpa ada niatan Rafa membantu Ara yang baru pulang dari rumah sakit.
Endang membantu Ara berjalan ke arah dalam rumah dan penjaga membawa baju kotor Ara yang di bawa ke belakang untuk di cuci oleh pelayan nanti nya, Endang membawa Ara ke kamar nya yang ada di lantai dua di mana kamar nya langsung bisa melihat taman samping rumah.
Rumah baru yang lebih Asri dari rumah mereka yang sebelum nya. "Nona Ara apa sudah lebih baik"
"Sudah mbak"
"Baik lah kalau begitu, Nona istirahat dulu saya mau menyuruh pelayan membuat makan siang"
"Iyah Mbak"
Endang pergi dari kamar Ara untuk menyuruh pelayan untuk membuat makan siang karena Nona dan Tuan nya sudah pulang. Endang yang sudah ada di dapur juga membantu pelayan yang membuat makan siang, Endang memang sangat cekatan dalam segala hal.
Sedangkan Rafa kini ada di kamar nya baru keluar dari dalam kamar mandi, karena dia baru saja bersih bersih. Rafa masuk kedalam walk in closet untuk berganti baju santai nya, setelah selesai Rafa duduk di sofa kamar nya mengambil ponsel yang sedari kemarin dia matikan.
Saat ponsel sudah menyalah banyak notifikasi masuk yang semua nya telpon dan pesan dari Sasa yang ada seratus kali dari semalam. Rafa tidak membalas nya hanya membuka nya saja tanpa minat untuk membaca pesan apa yang Sasa kirim untuk Rafa.
Rafa menaruh ponsel nya di atas meja yang ada di depan nya setelah itu dia keluar dari dalam kamar, menuruni anak tangga satu persatu saat sudah ada di lantai satu Rafa berjalan kearah dapur untuk makan Siang.
__ADS_1
Rafa duduk di kursi meja makan dia melihat semua makanan yang ada di depan meja makan, dia memulai mengambil makanan nya, Rafa makan dengan tidak selera. karena rasa masakan nya berbeda saat ada di rumah lama, Rafa menanyakan siapa yang memasak di rumah baru dan baru dia bertanya siapa yang memasak di rumah lama, dan betapa terkejut Rafa tenyata Rafa selama ini makan masakan istrinya sendiri Ara walau dia tidak perna menghargai nya dia tetap memasak untuk nya malah dia juga memakan masakan Ara dengan kekasih nya Sasa.