DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
DI CEKIK


__ADS_3

"Ara, keluar kamu Ara...!!!!" pekik Rafa di depan kantor Ara.


Rafa akan berteriak bak orang gila yang mengamuk di depan kantor Ara, pagi saat jam kantor Ara akan datang ke kantor Ara untuk memanggil Ara yang sudah satu minggu tidak datang ke kantor.


Dalam satu minggu itu dia mendapatkan laporan kalau Rafa terus datang ke kantor mencari nya, Rafa terus berteriak sampai memaksa masuk ke dalam kantor. sampai ada salah satu Security yang terluka karena Rafa yang sulit di kendalikan.


Merasa Ara tidak keluar dari dalam kantor, Rafa pergi dari sana dan datang ke kantor milik Aisya. Mantan kantor yang dulu dia banggakan kini hanya tinggal nama saja, sekarang yang mengndalikan dan memimpin perusahaan Aisya.


Walau Aisya bukan anak kandung Rafa tapi orang tua Rafa membagi sama dengan cucu kandung mereka, Aufia dan Aisya sama. Mereka juga sudah menolak anak kandung Rafa yang lain, karena sudah dari awal orang tua Rafa ingin Rafa menjadi suami dan orang tua yang dapat menjadi guru, dan teman nya baik.


Tapi nyatannya kini malah Rafa mengkhianati Ara, Ara yang mempunyai hati yang baik dia mau menerima Istri dan anak tirinya tapi ternyata Rafa dan Sisil membuat nya kecewa, sampai beakhirnya rumah tangga Ara dan Rafa.


Sedangkan Rafa sudah menjadi boneka Sisil yang sudah mendapat pengaru buruk dari pergaulan nya, Rafa tidak menyesali nya selama dia dan anak nya bisa makan dan mendapatkan apa yang di butuhkan.


Rafa juga tidak tinggal diam dia terus saja mengganggu Ara dan Aisya yang ingin memulai hidup baru mereka dengan tenang, tapi nyatanya itu hanya angan saja. Mereka terus di teror oleh Rafa dan Rafa setiap hari nya.


Rafa sudah sampai gedung kantor nya sebelum berpinda tangan ke tangan anak angkat nya. Rafa masuk begitu saja ke dalam kantor karena memang jam makan siang, Security yang berjaga biasanya bergantian sekarang entah di mana.


Rafa masuk ke dalam lift dengan sangat leluasa karena kantor tengah sepi di jam makan siang, begitu pun dengan Aisya yang tengah makan siang di kantin bersama dengan karyawan nya.


Dia berusaha dekat dengan karyawan nya agar karyawan nya nyaman dan percaya kalau dia pemimpin yang patut menggantikan Rafa. Rafa keluar dari dalam lift berjalan ke arah pintu ruanganya.


Rafa masuk ke dalam ruanga nya dengan sangat santai dia duduk di kursi nya mulai membuka laptop dan menyalahkan nya. Sedangkan yang di bukak Rafa bukanlah Laptop nya melainkan laptop Aisya tidak muda untuk membuka laptop Aisya dan mengobrak abrik isinya.


Tentu saja Aisya tidak akan membiarkan sembarang orang yang bisa membuka laptop dan mengetahui apa saja isi laptop.

__ADS_1


Rafa berusaha membuka laptop yang terkunci, Rafa kesal dengan laptop yang dia ingat adalah laptop nya. "Ahhhh...Kenapa tidak bisa di buka?? Siapa yang sudah berani memegang laptop mu??" Marah Rafa.


Rafa mengotak atik laptop Aisya sampai jam makan siang berakhir, Aisya dan karyawan yang lain keluar dari kantin untuk kembali keruangan mereka.


Aisya membuka pintu ruangan nya yang jelas di depan pintu tertulis nama CEO "Raisya Hendarso" Aisya melihat pria yang duduk di kurisnya tengah mengotak atik laptop nya.


"Selamat siang tuan Rafa, apa ada yang bisa saya bantu??" Ucapan Aisya menghentikan pergerakan jari tangan Rafa yang ada di atas keyboart


Rafa mendongak menatap Aisya yang juga menatap nya, tapi Aisya tidak lagi memandang lembut seperti dulu tapi dengan tajam. Begitupun dengan Raga yang menatap Aisya dengan sangat tajam.


"Mau apa kamu datang kesini??"


"Apa tidak terbalik tuan"


"Apa maksud kamu??


"Kamu siapa yang berhak berbicara seperti itu??"


"Apa perlu saya ingatkan tuan Rafa yang terhormat kalau ini ruangan saya"


"Apa maksud kamu anak haram"


Aisya seketika membeku mendengar panggilan Rafa kepada nya, lagi-lagi Rafa memanggil nya anak haram. "Maaf tuan Rafa silahkan anda tinggalkan ruangan saya" ucapan Aisya membuat Rafa kesal dan marah.


Rafa beranjak dari duduk nya mendekat kearah Aisya yang berdiri tidak jauh dari meja kerja nya. Rafa berdiri di depan Aisya dengan menatap nya benci.

__ADS_1


Syett..


Rafa dengan tega mencekik leher Aisya, Aisya berusah melepas tangan Rafa yang ada di leher nya. Aisya kembali mengingat bagaimana dulu dia di gendong, di manjakan Rafa, memori masa kecil nya kembali teringat dengan Air mata yang bercucuran.


Aisya memejamkan matanya merasa kalau sudah tidak kuat lagi, Rafa yang melihat Aisya pasra dia semakin mengencangkan cekikan nya.


"Bu Aisya...!!" Pekikan Sekertaris Aisya yang terkejut melihat Bos nya yang di cekik pria yang belum dia kenal, karena dia baru mejadi Sekertaris Aisya.


Rafa yang mendengar teriakan perempuan seketika melepaskan cekikan nya di leher Aisya, Aisya terjatuh dengan napas memburu, mata yang masih terpejam. Tasya berlari mendekati Aisya yang terkulai lemas di lantai ruangannya.


Sedangkan karyawan yang mendengar teriakan Tasya langsung saja berlari keluar mencari tau apa yang tengah terjadi.


Mereka melihat ruangan Aisya yang terbuka lebar, Karyawa yang keluar dari ruangan nya mendekat ke arah ruangan Aisya. Mereka melihat Rafa yang berdiri dengan menatap kesal dua perempuan yang ada di lantai.


"Bu, bangun bu.. tolong.. Tolong"


Tasya meminta tolong karyawan yang tadi melihat di depan pintu mereka masuk untuk membantu Aisya. Mereka membawa Aisya keluar dari dalam ruangan nya untuk di bawa ke rumah sakit sedangkan Rafa meninggalkan ruangan Aisya dengan kesal.


Tidak ada yang berani untuk melarang Rafa meninggalkan ruangan Aisya, salah satu karyawan menghubungi Ara dan Adam. Adam dan Ara sangat terkejut dengan apa yang di dengar dari laporan karyawan Aisya.


Ara dan orang tua Rafa segera ke rumah sakit untuk melihat Aisya yang di bawa ke rumah sakit, Sedangkan Rafa dengan santai nya kembali ke rumah nya yang lama.


Seperti tidak merasa bersalah atau merasa terbebani telah mencekik Anak angkat nya yang dulu dia sayangi bagaikan anak kandung nya sendiri.


Sedangkan Andika yang ada di kampus langsung saja pergi meninggalkan kelas setelah medapat telpon dari Mertua nya Ara, mengatakan kalau Aisya tengah di rumah sakit akibat di cekik oleh Rafa.

__ADS_1


Pikiran Andika sudah bercampur aduk memikirkan Aisya yang ada di rumah sakit, dadanya sesak, napas nya memburu ingin membalas Rafa yang sudah tega mencekik Aisya.


"Ya Allah semoga engakau masih memberi perlindungan kepada Istri solehah ku" Lirih Andika yang melajukan mobil nya seperti orang ke setanan.


__ADS_2