
Perut Ara semakin membuncit, Alex semakin posesif dengan Ara bahkan Ara pergi kekantor harus di antar jemput Alex, bukan hanya itu setiap satu jam sekali Alex akan menghubungi Ara.
Perna saat Ara tengah Meeting tidak membawa ponsel nya, Alex menghubungi Ara ada 100 kali. Alex menelpon, chat sampai Ara selesai Meeting
Seperti saat ini Alex mengikuti Ara yang tengah Meeting di luar kantor dengan Alex yang terus menggenggam punggung tangan Ara yang tengah memeluk nya.
"Mas kamu yakin enggak sibuk di kantor..?? Aku e nggak apa-apa Mas sendiri" Lirih Ara dengan mendongak ke samping.
"Sayang aku tidak akan sibuk kan tadi Naila sudah ada di kantor..!!" Alex memang sangat santai karena dia hanya membantu Naila yang sudah menggantikan nya sebagai CEO di kantor Alex.
"Mas, Naila bukan anak kandung kamu, dia tidak punya hak Mas..!!" ucap Ara yang tidak mau ada kejadian Aisya dua yang rebutan hak waris dengan Rafa.
"Sayang.. meskipun Naila bukan anak kandung ku tapi nanti nya dia juga akan mendapat bagian dari aku..!!"
"Mas, tapi aku tidak mau ada Aisya kedua yang akan ribut karena hak waris" Ara mengatakan dengan sedih mengingat Aisya perna hampir kehilangan nyawa nya.
"Sayang jangan kamu ingat Aisya dan masa kelam nya aku tidak suka kamu merasa sedih Sayang..!! Tidak akan ada yang ribut akan hak mereka" Alex menenangkan Ara yang merasa sedih
Mereka bicara sampai tidak terasa sudah ada di resto yang ada di dalam Mall untuk bertemu dengan klien Ara, Ara dan Alex menoleh ke kanan dan ke kiri mencari klien Ara.
Ara mengajak Alex untuk ke meja tengah di mana ada pak Santos yang tengah menunggu nya dengan sekertaris nya, Ara dan Alex mendekati meja tengah. "Selamat siang pak..!!"
"Selamat Siang bu Ara, Pak Alex..!!"
__ADS_1
"Saya tidak menyangka kalau kita bertemu lagi setelah tadi pagi Pak" ucap Alex yang memang tadi pagi Meeting bersama dengan Pak Santos, Pak Santos dengan Alex sudah bekerja sama sangat lama hingga kini Ara juga ikut berkerja sama dengan Pak Santos.
Ara dengan Pak Santos membahas kerja sama yang akan mereka lakukan dengan Alex yang ikut mendengarkan Meeting Ara dengan Pak Santos.
Dua jam berlalu mereka sudah menyelesaikan acara Meeting dengan Ara dan Pak Santos saling menyetujui kerja sama mereka. "Semoga kerja sama kita membawa hasil yang baik Bu Ara"
"Iyah Pak..!! Kalau begitu saya dan suami undur diri"
"Iyah Bu, silahkan.."
"Mari Pak Santos" ucap Alex lalu melangkah meninggalkan Pak Santos dengan sekertaris nya.
"Saya tidak menyangka kalau Pak Alex menikah dengan Bu Ara, sungguh pasangan yang serasi" ucap Santos dengan melihat kepergian Ara dan Alex yang sudah keluar dari dalam Resto.
"Iyah Pak, mereka sangat cocok apa lagi Bu Ara terkenal perempuan solehah, pak Alex juga orang nya baik selama ini kita mengenal nya" ucap Levi sekertaris Santos.
Sedangkan Ara dan Alex kini sudah ada di Rumah, mereka tidak kembali ke kantor karena Alex melarang Ara bekerja terlalu keras di usia nya yang sudah tidak muda lagi.
Belum lagi Ara juga tengah hamil besar membuat Alex selalu khawatir kalau Ara lelah kalau terus menerus bekerja tanpa henti. padahal Ara hanya duduk di dalam ruangan nya dengan mengecek berkas yang di berikan oleh sekertaris nya.
Kini Ara sering kali membawa pulang pekerjaan nya karena Alex melarang Ara terlalu lama di kantor, kalau Ara tidak membawa pulang pekerjaan nya akan membuat berkas penting menumpuk di meja kerja nya.
Alex dan Ara tengah berbaring di atas ranjang mereka berdua dengan Ara yang memeluk Alex dari samping. "Mas enggak terasa kalau kandungan aku sudah semakin besar" Lirih Ara.
__ADS_1
"Iyah sayang, sebentar lagi kamu akan melahirkan..!! Pasti sakit kalau melahirkan" tanya Alex dengan mengusap rambut Ara.
"Tentu saja sakit Mas, tapi setelah anak kita lahir rasa sakit itu akan menghilang dengan sendirinya dan berganti rasa bahagia yang luar biasa"
"Sayang, apa kamu tidak mau melakukan Sc saja..??" Alex takut kalau Ara merasakan sakit yang luar biasa seperti yang dia baca di artikel
Ara mendongak menatap Suami nya yang juga menunduk menatap nya, mata mereka saling beradu. "Mas, kamu jangan terlalu khawatir dengan ku, aku akan baik-baik saja..!!! Kalau melahirkan sakit itu sudah sangat wajar"
Alex menghela napas Lelah mendengar ucapan istrinya yang ingin lahiran Normal padahal lahiran Sc atau Normal sama saja, sama-sama menjadi ibu yang tidak bisa di balas jasa nya yang cukup besar.
"Sayang, sungguh aku sangat takut..!! Apa bisa rasa sakit itu berpindah ke aku saja, biar aku saja yang melahirkan" ucap Alex yang merasa khawatir dengan istrinya.
"Hahaha..!! Sudah lah Mas jangan mengada-ngada, lebih baik kita tidur aku sudah mengantuk" Ara mengingat kalau dulu saat Sisil melahirkan Rafa yang merasakan sakit.
Alex tau kalau Ara tengah menghindari pembahasan soal lahiran yang Ara ingin Normal sedangkan Alex ingin Ara melakukan lahiran SC yang mungkin tidak akan membuat Ara sakit.
Tapi sayang Ara masih kekeh ingin lahiran secara Normal, karena dia merasa mampu untuk melahirkan secara Normal. Alex menghela napas lelah dengan Ara yang keras kepala.
"Sayang..!! Kamu selalu saja membuat ku spot jantung" Lirih Alex yang akhirnya ikut Ara memejamkan mata nya.
Sedangkan Ara yang tadi nya memejamkan matanya membuka mata nya saat merasa kalau Suami nya sudah tertidur. Ara kembali ingat dengan masa nya yang memiliki Madu yang selalu dia hargai dan juga dia terima menjadi istri kedua, nyatanya hubungan keluarga Ara yang pertama hancur berantakan.
"Sungguh takdir tidak bisa di tebak, bagaimana nasib akan membawa kehidupan yang terus berjalan" Batin Ara dengan masih memeluk Alex dari samping.
__ADS_1
Lama-lama Ara merasa mata nya begitu berat dan akhirnya Ara menyusul Alex yang sudah tertidur lebih dulu. Ara melupakan semua yang perna terjadi di dalam hidup nya, karena saat ini dia sudah bahagia dengan keluarga baru nya dengan suami yang baru.
Suami yang bisa menerima semua kekurangan nya, Suami yang sangat mencintai nya, suami nya yang mau menerima anak dan cucu nya bahkan Alex tidak perna membedakan Aisya dengan Naila.