DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
HAMIL


__ADS_3

Ara semakin hari semakin aneh, Ara hanya mau kalau dekat dengan Alex. Bahkan Alex yang ingin pergi ke kantor di halangi Ara, Ara hanya meminta kalau Alex tetap ada di Rumah.


Sedangkan Alex sudah satu minggu tidak datang ke Kantor hanya menemani Ara yang ingin bermanja dengan nya, bahkan setiap malam Ara akan meminta untuk olahraga malam dengan Alex.


Alex sangat di buat bingung dengan sikap Ara yang semakin hari semakin aneh, sampai terkadang Alex ingin rasanya bersembunyi dari Ara, selain sikap nya yang aneh Ara juga gampang berubah mood.


Terkadang Marah tanpa alasan, terkadang manja dengan Alex, kadang menangis hanya karena melihat acara televisi, kadang juga tertawa walau tidak merasa lucu untuk orang lain tapi lucu untuk Ara.


Kini Alex ada di kamar bersama dengan Ara yang sedari tadi hanya rebahan dengan memeluk Alex dari samping. Alex mengusap tangan Ara yang melingkar indah di perut nya.


"Sayang kamu kenapa sih..?? Aku heran lho sama sikap kamu" Lirih Alex dengan menatap langit-langit kamar.


"Aku hanya ingin kamu manja Mas, aku mau kamu selalu ada di dekatku..!!" ucap Ara dengan pelan karena tiba-tiba dia merasa kalau kepala nya sangat pusing.


"Sayang, aku tau kalau kamu ingin di manja tapi jangan kamu halangi aku ke kantor..!! Pekerjaan ku menumpuk cinta, aku tidak keberatan kalau kamu mau ikut ke kantor" ucap Alex yang ingin membuat Ara mengerti tapi siapa yang tau kalau kini Ara sudah kehilangan kesadaran nya.


Alex merasa heran dengan Ara yang hanya diam, tidak kunjung menjawab perkataan nya. Alex memanggil Ara untuk memastikan kalau Ara tidak marah dengan nya, apa lagi Ara sering kali marah tanpa sebab.


"Sayang..!!" Alex memanggil Ara dengan lembut.


Ara yang memang sudah tidak sadarkan diri dia hanya diam tanpa menyahut panggilan suami nya, Alex semakin di buat bingung dengan Ara yang tidak menyahut.


Lagi-lagi Alex memanggil Ara yang masih memeluk nya, tapi juga tidak kunjung mendapat sahutan dari Ara. Alex mencoba melihat apa Ara marah atau bagaimana.


Saat Alex bergerak sedikit tangan Ara yang awal nya tadi melingkar di perut nya, terlepas begitu saja. Alex melihat Ara yang sudah memejamkan kedua mata nya, Alex mencoba membangunkan Ara dengan menepuk pelan kedua pipi nya.


Tapi sayang Ara tidak membuka matanya, Alex turun dari atas ranjang untuk mencari minyak angin yang selalu Ara simpan di laci kecil yang ada di samping ranjang mereka.


Alex mengambil Minyak angin yang ada di laci lalu kembali naik ke atas ranjang untuk memberi Ara Minyak angin yang ada di tangan nya. Alex mendekatkan minyak angin di hidung Ara yang tidak tertutup cadar.

__ADS_1


Sudah berulang kali Alex mencoba menyadarkan Ara tapi tidak kunjung sadar, Alex akhirnya memutuskan untuk membawa Ara ke Rumah sakit. Alex memasang cadar Ara sebelum dia menggendong Ara, dia juga membuka pintu kamar terlebih dahulu.


Alex menggendong Ara ala Bridal style keluar kamar, Alex kembali menutup pintu menggunakan kaki nya. meskipun tidak tertutup rapat tapi cukup untuk tidak terlihat dari luar.


"Sayang apa ini alasan kamu tidak mau jauh dari aku, apa kamu sakit sayang" Batin Alex yang merasa khawatir.


Alex keluar dari dalam lift melangkah kearah pintu Rumah, saat sampai di ruang keluarga dia mendengar suara Jasmin. "Mas, kenapa dengan Ara..??"


"Tidak tau, dia tiba-tiba pingsan" ucap Alex dengan khawatir.


"Kalian mau ke Rumah sakit..??"


"Iyah..!!"


"Aku ikut, aku yang akan bawa mobil kalau kamu takut nya malah tidak baik untuk kalian berdua"


"Baik lah"


Jasmin membuka pintu belakang mobil belakang dengan buru-buru, Alex dan Ara masuk ke dalam mobil Jasmin. Sedangkan Jasmin masuk ke dalam mobil nya setelah membuka pintu mobil untuk Alex dan Ara.


Jasmin melajukan mobil nya meninggalkan halaman Rumah Aisya membelah jalan yang macet karena hari sudah mulai siang. Jasmin sesekali melirik ke belakang berharap kalau Ara bangun dari pingsan nya.


Setengah jam kemudian Jasmin membelokkan mobil nya ke gerbang yang tinggi rumah sakit, Jasmin menghentikan mobil nya tepat di depan pintu masuk rumah sakit. Alex turun dengan menggendong Ara di gendongan nya.


Alex berjalan masuk ke dalam rumah sakit dengan berteriak memanggil dokter dan suster yang berjaga. "Dokter, suster..!!"


"Dokter.."


Dokter yang tengah berjaga di IGD terkejut dengan teriakan seseorang dia keluar dengan beberapa suster dengan membawa brangkar rumah sakit.

__ADS_1


Suster mendekati Alex yang menggendong Ara ala bridal style, Alex menidurkan Alex di brangkar. Suster membawa Ara masuk ke dalam Ruang IGD dengan Alex yang mengikuti Suster yang membawa Ara.


Siapa yang berani menghalangi jalan Alex yang sudah terkenal di mana-mana, Alex menatap istrinya yang tengah di periksa oleh dokter yang berjaga. "Tuan, Nyonya sebaik nya di bawa ke Dokter kandungan"


"Kenapa harus di bawa kesana..?? Istri saya tidak bisa hamil karena rahim nya sudah diangkat dokter" ucap Alex


Dokter yang mendengar ucapan Alex terkejut dengan, bagaimana bisa orang yang tidak punya rahim kemungkinan hamil. "Apa aku salah memeriksa yah..??" Batin dokter.


Dokter kembali memeriksa Ara dan hasil nya sama, dengan bingung dokter menghubungi dokter kandungan yang berjaga untuk datang ke ruang IGD.


Tidak berselang lama dokter perempuan berhijab datang ke ruang IGD, dia menatap dokter yang menghubungi nya barusan. "Ada apa dokter sampai anda menghubungi ku"


"Dok, tolong anda periksa Nyonya Alandra"


Dokter perempuan yang di kenal dengan dokter prili itu memeriksa Ara dengan pemeriksaan yang biasanya dia lakukan. "Ini hal wajar kalau Nyonya pingsan, karena tengah hamil muda"


"Apa..??" Alex bingung dengan semua yang terjadi dan tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh dokter yang beru saja memeriksa Ara.


"Dokter, rahim istri saya sudah di ambil belasan tahun yang lalu bagaimana bisa hamil dok"


"Tuan tapi ini hasil pemeriksaan saya sebagai dokter kandungan tidak mungkin salah, mungkin saja istri anda berbohong kalau rahim nya di angkat"


"Apa anda sudah gila dok, bagaimana istri saya berbohong kalau dia pengangkatan rahim nya di sini"


Alex tau dari hasil yang di tunjukan Ara saat sebelum mereka menikah kalau Ara memang tidak bisa mengandung karena dia sudah tidak punya rahim.


Sedangkan dokter yang mendengar ucapan Alex langsung menuju resepsionis untuk menanyakan apa benar kalau Nyonya Alandra perna pengangkatan rahim di rumah sakit ini.


Dua dokter bertanya kepada bagian resepsionis dan benar saja belasan tahun yang lalu perna operasi di rumah sakit ini untuk mengangkat rahim nya yang bermasalah.

__ADS_1


Keajaiban yang membuat semua orang bingung dengan apa yang di alami Ara, sedangkan Jasmin yang ada di luar ruangan IGD bingung dengan apa yang terjadi. Dia belum bisa bertanya karena Alex belum juga keluar dari dalam Ruang IGD.


__ADS_2