DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
HAMIL


__ADS_3

Semua keluarga tidak percaya dengan apa yang dialami oleh Ara, dua putri nya juga tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan Umi nya. Mereka tidak menyangka kalau Umi mereka menyimpan rahasia yang begitu sangat besar.


Ara yang merasa bersalah terhadap kedua putri nya hanya meminta Maaf, dia bukan ingin membohongi atau merahasiakan kalau dia perna mengalami kejadian di mana dia dalam keadaan terpuruk saat rahim yang di angkat.


Ara kini tengah berada di kamar nya dua hari yang lalu dia sudah boleh pulang oleh pihak rumah sakit karena keadaan nya sudah membaik, Ara juga sudah melakukan pemeriksaan lengkap.


Ara melakukan serangkai pemeriksaan karena di takutkan akan terjadi masalah nanti nya karena Ara perna melakukan operasi pengangkatan rahim sedangkan sekarang Ara tengah hamil muda.


Tapi Ara dan keluarga merasa bersyukur tidak ada kendala dalam kandungan Ara, bahkan janin yang ada di dalam kandungan Ara bertumbuh dengan sangat baik. Bahkan rahim yang kata nya di angkat kini sangat lah sehat dalam perut Ara.


Sungguh kebesaran Allah tidak ada yang bisa menandingi, kesabaran Alex yang mau menerima segala kekurangan Ara dan juga mau menerima anak dan cucu Ara, Alex memperlakukan kedua anak Ara bagaikan anak kandung nya sendiri.


Kini Alex tengah menatap istrinya yang tengah duduk di ranjang kamar nya dengan bersandar di sandaran ranjang dengan menatap suami nya. "Mas, aku tidak percaya kalau aku bisa hamil anak kamu..!! Aku senang Mas karena bisa melahirkan anak kamu nanti nya" ucap Ara dengan lembut.


"Sayang aku juga tidak menyangka kalau kamu bisa hamil, meskipun kamu tidak hamil anak aku, aku sudah sangat bersyukur karena sudah di berikan kesempatan dengan kamu dan juga bertemu dua anak solehah seperti Aisya dan juga Naila" ucap Alex yang memang sudah sangat bersyukur.


"Ini semua hasil dari kesabaran dan keikhlasan kamu Mas"


"Ini semua karana Allah percaya sama kita sayang"


"Mungkin saja sayang, aku sekarang dobel bahagia sayang"


Ara dan Alex saling berpelukan dengan rasa senang dan bahagia karena di percaya akan anak yang dalam kandungan Ara. Mereka sangat bersyukur atas kehamilan Ara yang sangat mengejutkan keluarga.


Sedangkan di ruang keluarga ada Aisya dengan Naila yang tengah bersantai ria, Aisya malas datang ke kantor, Naila tidak punya jadwal di rumah sakit. Dua perempuan cantik yang kini tengah bersantai dengan mengemil cemilan yang di buat Ara sebelum masuk ke rumah sakit.

__ADS_1


"Apa pantas kak di usia kita yang sudah terbilang exp ini memiliki adik..???" tanya Naila dengan menatap layar lebar yang ada di depan nya.


"Aku rasa di bukan lagi seperti adik melainkan seperti anak kita dek..!! Hahaha aku akan membuat nya memanggil aku Mama"


"Kalau begitu aku akan meminta nya untuk memanggil ku apa yah kak..?? Aku belum punya anak jadi tidak tau harus memanggil apa"


"Kamu sih kurang top cer kalau buat, doa dulu biar cepat jadi tuh cebong..!!"


Naila menatap kakak nya dengan bingung, padahal dia juga sudah berdoa dan juga program hamil tapi tidak kunjung hamil. "Apa aku bikin setiap hari aja yah kak..??"


"Mampus lah di kau, orang kamu nikah aja belum satu bulan gimana mau hamil..!! Kalau sekali bikin terus langsung hamil kamu pikir pakai ilmu sulap"


"Jangan salah kak, siapa tau kalau Allah sudah kunfayakun..!!"


Aisya mengangguk-anggukan kepala nya mendengar ucapan adik nya yang ada benar nya, buktinya Ara sudah tidak punya rahim dan kini tengah hamil anak Alex. Semua tergantung Allah yang memberikan kepercayaan kepada Hambanya.


Naila dan Aisya saling tatap lalu menaikan dua bahu nya tidak tau siapa yang memesan bakso yang ada di depan rumah. "Kami tidak tau yang kami tau ada lah kue sus ini" ucap Aisya yang sangat santai dengan pekerja nya tidak menganggap mereka pelayan melainkan teman


"Sudah lah Non, kalau bicara dengan anda pusing bibik"


"Kalau Aku pusing saat Mas Andika belum mengirim jatah bulanan ku" ucap Aisya dengan menaik turunkan kedua alisnya.


Wiwik yang mendengar ucapan majikan nya menepuk jidat nya dengan pelan merasa kalau pusing dengan majikan nya. "Sudah lah bibik naik ke atas dulu bertanya sama Nyonya saja"


Naila dan Aisya mendengar kata Nyonya mereka langsung ingat kalau Alex tadi mengatakan akan ada tukang bakso yang akan datang untuk Ara, saat Wiwik ingin melangkah meninggalkan kedua perempuan cantik yang ada di ruang keluarga.

__ADS_1


Wiwik mendengar panggilan Aisya dengan Naila yang memanggil nya dengan kencang lalu mereka berlari ke arah depan, ke arah pintu rumah.


"Bibik panggilkan Umi dan Daddy..!!" Dengan berlari kencang, sungguh mereka tidak pantas kalau di panggil sebagai orang tua karena sifat dan sikap nya masih saja manja.


Mungkin karena sedari kecil Ara sangat memanjakan kedua putrinya hingga saat ini Ara memanjakan putrinya dan sekarang bukan nya Ara melainkan Alex dan juga mertua mereka. Kalau suami mah wajar yah gaes memanjakan istri tercinta.


Setelah kepergian Aisya dan Naila, Wiwik naik ke lantai dua di mana kamar Ara dan Alex berada dia ingin memberi tau kalau tukang bakso nya sudah ada di depan rumah.


Wiwik sudah sampai di depan kamar Ara dan Alex, Wiwik langsung saja mengetuk pintu kamar Ara.


Tok tok tok


Ceklek..


"Kenapa bu..??"


"Tukang bakso nya sudah ada di depan Tuan"


"Terima kasih bu.. Oh yah suru teman-teman ibu yang lain ke depan kita makan bersama"


"Baik Tuan..!!" setelah itu Wiwik pergi dari depan kamar Alex dengan Ara.


Alex kembali masuk ke dalam kamar nya, untuk memberi tau kalau bakso nya sudah ada di depan rumah. Ara turun dari ranjang di bantu Alex dengan sangat hati-hati.


Alex dan Ara langsung turun ke lantai satu untuk melihat bakso yang dia pesan untuk keluarga dsn juga pekerja yang ada di rumah putri nya. Rico dan Jasmin juga sudah turun saat Ara menghubungi nya lewat telpon saat di kamar nya tadi.

__ADS_1


Sedangkan dua menantu nya mereka masih sibuk di kantor dan di rumah sakit, mereka tidak akan ikut dalam makan bakso rame-rame.


Saat Ara dan Alex ada di halaman mereka melihat dua putri nya yang sudah makan bakso dengan sangat lahap, Ara dan Alex hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dua putri nya yang tengah makan bakso.


__ADS_2