
Usia kandungan Ara sudah satu bulan, Rafa semakin posesif dengan Ara tidak membiarkan Ara untuk kemana mana sendirian.
Seperti saat ini Ara tengah ada di taman belakang rumah untuk menghirup udara segar, dengan di temani oleh Rafa yang duduk di samping Ara.
"Mas, kamu enggak bosan ngikutin aku terus??"
"Enggak aku malah seneng bisa dekat sama kamu terus"
"Kamu labay sekali"
"Aku tidak lebay sayang, tapi memang aku sangat suka dekat sama kamu"
"Mas, waktu kamu ke rumah istri muda kamu hari ini"
"Enggak, orang dia penipu"
"Mas kamu harus adil dong"
"Kamu aja yah yang kelewatan enggak ngerti perasaan aku"
"Aku juga sakit Mas kamu menikah lagi"
Rafa menatap mata Ara yang sudah mengembun, dia mendekat kearah Ara mencium kening Ara, dia berusaha memberikan kekuatan untuk Ara agar dia bisa lebih bersabar. Rafa di paksa menikah dengan Sasa karena Sasa bersumpah kalau yang ada di dalam kandungannya anak Rafa.
Dia bersumpah...
Sasa datang ke rumah Rafa yang lama tapi tidak menemukan Rafa ada di sana, hanya ada penjaga yang menjaga di sana. Sasa menanyakan dimana Rafa pindah tapi penjaga rumah mengatakan kalau dia tidak tahu dan dia juga mengatakan kalau dia pekerja baru.
Sasa yang baru keluar rumah sakit bukan nya pulang malah nekat mencari Rafa, dengan dalil kalau anak yang di kandungnya anak Rafa. Sasa tidak putus asa untuk mencari Rafa.
Sasa datang ke rumah orang tua Rafa mengira kalau Rafa ada di rumah orang tuanya. Sasa masuk kedalam gerbang yang menjulang tinggi bergaya eropa. Sasa berjalan mendekat kearah pintu rumah mewah milik kedua orang tua Rafa.
Sasa mengetuk pintu dan juga menekan bell yang ada di samping pintu atas, tidak lama setelah itu pekerja rumah membuka pintu rumah majikannya.
"Maaf, nona mencari siapa???"
"Rafa dan kedua orang tuanya"
"Tuan muda tidak ada di sini nona yang ada kedua orang tua tuan muda"
"Yah sudah saya bertemu dengan ibu Yesi dan pak Adam saja"
"Baik lah nona, silahkan masuk"
Sasa masuk kedalam rumah mewah bergaya eropa itu dengan sangat berbinar, dia membayangkan kalau dia bisa tinggal di sini sebagai nyonya muda Hendarso.
Sasa duduk di sofa yang ada di ruang tamu dengan pakaian seksoinya, dia menatap sekeliling rumah, tapi saat sedang menikmati suasana dia mendengar ada daheman dari seseorang yang ada di belakangnya.
Sasa menoleh kebelakang, Yesi dan Adam berjalan mendekat kearah Sasa yang tengah duduk di sofa ruang tamu. Yesi menatap Sasa dari atas sampai bawa dia melihat Sasa dengan pandangan sinis. "Hamil kok pakaian nya seperti ini" Batin Yesi menatap Sasa.
Yesi dan Adam duduk di sofa yang ada di seberang Sasa, mereka menatap Sasa dengan pandangan bertanya. "Ada perlu apa kamu mencari kami???" Tanya Adam yang to the poin.
__ADS_1
"Saya ingin mencari Rafa"
"Untuk apa???"
"Meminta pertanggung jawaban Rafa"
"Pertanggung jawaban apa???"
"Saya Hamil"
"Anak siapa???"
"Rafa"
Adam mengambil mengambil ponselnya yang ada di atas meja dia menghubungi Putra satu satu nya dan juga dia menghubungi Zeufa sahabatnya. Setelah semua sudah Adam hubungi Adam menatap Sasa yang kini ada di depannya dengan pandangan tidak suka.
"Mana buktinya kalau itu anak Rafa???" Yesi bertanya dengan nada sinis
"Tidak perlu bukti, karena menantu sok suci anda itu tau kalau saya perna tidur dengan Rafa di rumah lama mereka"
"Jangan menghina menantu ku yang seperti bidadari yang turun ke bumi sedangkan kamu hanya orang yang tidak tau malu yang suka umbar aurat"
"Itu kehidupan saya"
"Dan sama kamu enggak ada hak menghina menantuku"
Satu jam berlalu dengan Yesi yang terus berdebat dengan Sasa, Yesi yang memang tidak menyukai Sasa terus saja memojokkan Sasa. Sampai terdengar suara lembut yang mengucapkan salam.
"Tidak apa apa Maa!!!"
Yesi menggandeng tangan menantu nya untuk duduk di sofa yang ada di sana, begitupun Rafa yang menatap tajam Sasa, Rafa duduk di samping Ara. "Sayang kamu duduk sama aku aja" Sasa mengatakan dengan sangat manja.
Rafa tidak peduli dengan ocean Sasa, dia langsung menanyakan apa tujuan Papa dan Mamanya menyuruh nya datang kesini dan di sini juga ada Sasa.
"Itu kekasih sialan kamu datang kemari meminta pertanggung jawaban kamu"
"Pertanggung jawaban apa maksud Mama??"
"Dia mengaku kalau dia hamil anak kamu"
"Ma, Aku tidak perna menyentuh nya demi Allah Ma"
Ara mengusap lengan suaminya agar dia lebih tenang, Ara tau suaminya tengah emosi ditingkat tinggi. "Mas istighfar mas"
"Aku lelah Ara, aku tidak melakukan semua apa yang Sasa tuduhkan"
"Mas, percaya sama Allah akan membantu kita menyelesaikan masalah ini"
Rafa yang emosi yang meluap lupa meninggalkan ruang tamu dia tidak ingin hilang kendali di depan sang istri. Rafa memilih untuk menenangkan pikiran nya di taman belakang rumah nya dengan melihat banyak nya ikan yang ada di kolam.
Ara yang melihat Rafa Marah itu pun menatap Sasa sengit pasalnya dia sampai datang kemari untuk meminta pertanggung jawaban suaminya. "Kita sama sama perempuan Sa, jadi aku mohon jangan kamu berusaha untuk mengkambing hitamkan suami ku"
__ADS_1
"Asal kamu tahu Ara perempuan sok alim, Rafa sebelum menjadi suami kamu dia kekasih aku, kamu yang merebut dia dari kamu"
"Lalu apa namanya ini, kamu menikahi kekasih ku Ara"
"Kami di jodohkan, dan jika kamu sekarang saling mencintai itu karena Allah Sa"
"Kamu perempuan murahan".
Plakkk plakkk
Tamparan kemarahan Yesi yang sudah sangat memuncak di saat Sasa mengatakan kalau Ara perempuan murahan. Yesi menatap tajam Sasa yang kini sudah memegang kedua pipi nya mendapat tamparan Yesi, tamparan Yesi mampu membuat kedua pipi Sasa yang putih menjadi merah seperti tomat.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Adam, Yesi, Ara menjawab salam dari orang yang baru datang, Adam menyambut hangat sahabat nya yang baru datang dengan sang Istri tercintanya. "Maafkan aku Fa, telah mengganggu waktu kamu"
"Tidak masalah Dam, kenapa kamu tiba tiba mengganggu waktu ku bersama dengan Istriku"
"Duduk lha Dam, duduk lah Sya"
"Iyah Mas, terima kasih".
Adam mulai menjelaskan kepada Zeufa dan juga Aisya yang kini sudah duduk di Sofa ruang tamu, Zeufa dan Aisya mendengarkan semua cerita yang Adam ceritakan mulai Sasa yang datang ke rumah nya untuk meminta pertanggung jawaban Rafa, dan Rafa yang menolak tegas tuduhan Sasa, Rafa juga mengatakan kalau yang ada di kandungan Sasa bukan anaknya.
Zeufa menatap Sasa dengan pandangan miris, karena dia juga punya anak perempuan. " Kamu datang tanpa bukti dan memaksa menantu ku bertanggung jawab"
"Saya memang tidak punya bukti kalau saya mengandung anak Rafa"
"Kamu punya keberanian untuk datang kesini??"
"Aku ingin meminta hak ku"
"Kamu tidak memiliki hak apa pun"
"Aku punya hak, Rafa kekasih ku dan Rafa ayah dari anak yang aku kandung"
Aisya terus menatap Sasa dengan wirid karena dia tidak mua terpancing emosi sesat kepada Sasa dan akan melukai hati Sasa. Aisya selama hidup sangat takut menyakiti hati seseorang apalagi sesama perempuan.
Zeufa terus memojokkan Sasa, Sampai Sasa tidak bisa menjawab semua pertanyaan yang Zeufa tanyakan. Akhir nya dengan sangat percaya diri Sasa mau bersumpah kalau yang ada di dalam kandungan Sasa anak dari Rafa.
Semua orang sangat terkejut termasuk Rafa yang baru kembal dari taman belakang rumah nya, Akhir nya dengan sangat berat Sasa bersumpah mengatas namakan Allah kalau di hamil Anak Rafa.
Setelah Sumpah yang dilakukan Sasa, Zeufa mendatangkan penghulu untuk menikahkan Sasa dengan Rafa menantunya. Rafa menolak tapi Zeufa memaksa Rafa dengan mengatakan kalau semua demi kelanjutan rumah tangganya dengan Ara..
Akhirnya Sasa menjadi istri kedua dari Rafa Hendarso, di hari yang sama Sasa datang untuk meminta pertanggung jawaban Rafa. Sasa yang sudah sah menurut agama, sudah sangat ngelunjak dengan meminta Rumah Rafa dengan Ara yang tidak di tempati.
Rafa menurutinya setelah itu Rafa menggendong Ara ala bridal style meninggalkan rumah orang tuanya tanpa memikirkan Sasa yang masih ada di sana.
Sasa sudah menjadi istri Rafa sejak satu bulan lamanya tapi Rafa tak perna mengunjungi Sasa dan menganggap Sasa istrinya. Rafa juga tidak perna menghubungi Sasa.
__ADS_1