DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
MENIKAH


__ADS_3

Lambat laut Naila mulai mengingat di mana dia bersama dengan Ara, hanya dengan Ara yang dia ingat. Naila sudah mau untuk pergi berdua dengan Ara atau terkadang Alex juga menemani, tapi Alex bingung dia tidak perna sekalipun melihat Ara dengan Suami nya.


Sampai akhirnya dia berani ternya tentang suami Ara yang tidak perna datang ke Rumah nya untuk melihat Naila. "Ra Maaf kalau aku lancang dengan bertanya terlalu pribadi"


"Apa Lex jangan terlalu sungkan dengan ku" Ara dengan Alex bagaikan adik dan kakak bukan lagi teman karena memang dulu nya mereka sangat dekat begitupun dengan teman Ara satu lagi yang nama nya Anita tapi sayang Allah lebih sayang Anita dari pada teman dan keluarga nya.


"Kenapa aku tidak perna melihat suami kamu menjenguk Naila". Alex akhirnya berani bertanya prihal Suami Ara yang tidak kunjung ke Rumah nya.


"Aku sudah bercerai lama dengan suami ku Lex dia juga ada di dalam penjara"


"Maaf bukan aku ikut campur..!!"


"Kamu terlalu sungkan dengan ku, aku sudah lama bercerai dan dia di penjara juga setelah bercerai dengan ku"


"Kalau boleh tau kenapa??"


"Dia punya istri lagi dan juga anak lagi dari istri muda nya, awal nya hidup kami bahagia tapi lama-lama kita tidak ada ke cocokan sama sekali"


"Jadi kamu janda dong..wkwkw"


"Kenapa kalau aku janda, terlihat senang sekali kamu"


"Boleh dong aku jadi suami kamu dan aku juga enggak akan kehilangan Naila"


"Enggak mau kamu jelek sekali..!! Nanti cucuku takut dengan kamu"


Alex bukan nya merasa tersinggung dengan ucapan Ara, Alex malah tertawa dia tidak menyangka kalau Ara juga sudah punya cucu di usia nya yang sekarang.


Alex yang sekarang bukan lagi sahabat Ara yang gendut dan kumel berkacamata besar, Alex yang sekarang berbadan tinggi dan kekar, bahkan dia sangat tampan, putih, dengan mata sipit dan sangat hott di bandingkan Rafa tidak ada apa-apa nya, Alex dengan kekayaan yang melimpah dan wajah yang tampan.


"Kamu punya cucu..?? Lengkap sudah hidup ku jika aku menikah dengan kamu Ara"


"Siapa juga yang mau menikah dengan pria jelek seperti kamu membuat tratapan saja"


"Tidak akan aku mencari perempuan lain karena aku sudah menemukan kamu yang aku tunggu sampai sekarang Ara"

__ADS_1


"Modus sekali dikau.."


"Sudah lah kalau Umi sudah bercerai apa salah nya menikah lagi dengan Daddy.. Yah kan Dad..??" Naila yang mendengar pembicaraan Umi dan Daddy angkat nya malah menyuruh Umi nya menikah dengan Daddy angkat nya.


Ara dan Alex mendongak menatap Naila yang baru saja duduk di samping Umi nya, Naila mulai terbiasa dengan Ara yang sudah sedikit demi sedikit dia ingat tentang Ara.


"Tuh dengar Ara anak kita saja setuju kalau kita menikah"


"Aku sudah tua sialan..!! Aku juga bukan anak remaja lagi, rem ku sudah blong"


"Hahaha kamu kira mobil atau motor yang ada rem nya..!!"


"Aiish.. Kamu ini, kamu masih bisa mencari perempuan baik yang ada di luar sana Lex.."


"Tapi yang aku mau kamu Ara, aku sudah menunggu kamu lama"


"Sudah lah Umi terima saja"


"Shuut anak kecil enggak boleh ikut campur"


"Apa..??? Menikah..!!! Kurang ajar yah kalian berdua tidak ada yang memberi tau aku"


Naila atau Aufia mulai menceritakan pernikahan nya yang memang akan di laksanakan satu bulan lagi, Tidak ada yang di tutupi Aufia sekarang, dia mulai menceritakan semua tentang kekasih nya yang akan datang malam nanti untuk bertemu dengan Umi nya.


"Apa dia tampan, bisa sholat, bisa ngaji, bisa menerima Umi yang semakin hari semakin cantik ini??" Ara bertanya bagaikan kerta yang tidak ada henti nya.


"Umi, Umi dia baik di soleh"


"Syukur lah kalau begitu nak Umi takut kalau kamu punya pasangan yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan"


"Jangan terlalu cemas Umi"


"Umi mau kamu hidup bahagia seperti kakak kamu nak, dia punya suami yang sangat sayang dengan nya, dia juga mau menerima Umi"


"Isya'Allah Umi dia juga akan mau menerima Umi"

__ADS_1


Mereka membahas pernikahan Nailan dengan kekasih hati nya yang sudah mengisi hati nya beberapa tahun ini dan mereka memutuskan untuk Menikah, karena ibu dari orang tua kekasih Naila tidak ingin putra dan calon mantu nya berbuat yang tidak diinginkan sebelum menikah.


Setelah membahas pernikahan Naila mereka kembali membahas Alex dengan Ara, dimana Alex ingin menjadi suami Ara di usia yang sudah tidak muda lagi. "Lex sungguh aku bukan gadis yang masih mencintai dan di cintai, hidup ku ada pada anak-anak dan cucu ku"


"Umi, aku tidak melarang Umi untuk menikah dengan Daddy..!! Apa lagi kalian sering bertemu tidak baik Umi, Umi jelas tau kalau tidak baik seorang perempuan datang ke Rumah laki-laki hampir setiap hari"


"Itu karena kamu anak nakal, kalau saja waktu itu kamu mau mendengarkan Umi dan tidak berangkat kamu tidak akan bertemu dengan pria jelek ini"


"Terima kasih atas pujian yang kamu berikan Ara"


Ara mendengus mendengar apa yang di katakan oleh Alex, sedangkan Alex malah terkekeh melihat Ara kesal dengan nya. "Lex kamu jangan menjadi orang bodoh"


"Karena kamu aku rela menjadi bodoh"


"Kamu masih bisa mencari perempuan lain yang bisa membuat kamu bahagia"


"Kamu yang bisa membuat aku bahagia Ara"


"Kenapa kamu bisa menjadi bodoh, apa gara-gara kamu kurus dan otak kamu jadi ikut berkurang??"


"Kamu pikir apaan coba balon yang bisa kembang kempis"


"Aku juga tidak tau harus bagaimana Lex, pertama aku sudah perna menikah, aku tidak bisa punya anak lagi dari kamu..!! Rahim ku sudah di angkat karena ada sesuatu yang harus aku tidak memiliki rahim"


"Ara aku sudah menunggu kamu bertahun tahun bahkan puluhan tahun, kamu datang tanpa ada suami, kamu datang dengan segala luka di hati kamu untuk bisa dekat dengan anak kamu..!! Untuk apa aku menyia-nyiakan kamu, walau kamu tidak dapat mengandung anak ku aku akan tetap mencintai kamu. apa lagi sebentar lagi anak kita akan menikah sama saja mereka anak--anak"


"Tapi Lex..!!"


"Cukup Ara aku sudah lama menunggu dan kini aku bertemu dengan kamu aku tidak akan membuang kesempatan yang Allah berikan"


Alex beranjak dari duduk nya ingin meninggalkan Ruang keluarga karena rasa yang sulit diartikan di dadanya. "Naila nasehati Umi agar mau menikah dengan Daddy sebelum kamu menikah"


"Beres Dad".


Alex benar-benar meninggalkan ruang keluarga karena dia tidak mau mendengar ocehan Ara yang membuat nya takut akan kehilangan dua perempuan cantik yang sangat berarti untuk nya.

__ADS_1


__ADS_2