
Rafa kembali ke Rumah sakir Ara di rawat dia Mama nya keluar dari gedung Rumah sakit, Yesi berjalan ke arah parkiran Rumah sakit. Rafa keluar dari dalam mobil menghampiri Yesi yang sudah ada di dekat mobil nya.
"Ma"
"Iyah, Jaga menantu Mama dengan baik Rafa"
"Iyah Ma"
Setelah itu Yesi masuk ke dalam mobil nya, dia melajukan Mobil nya keluar dari gerbang Rumah sakit, Rafa yang melihat Mobil Mama ya telah keluar dia berjalan ke gedung Rumah sakit, Dia masuk ke dalam lift untuk naik ke lantai Atas di mana kamar Ara berada.
Rafa keluar dari dalam lift di masuk ke dalam kamar Ara yang kini dia tenga tertidur, setelah kepergian Mama mertua nya. Rafa kembali duduk di kursi yang ada di samping ranjang Ara, dia mengeluarkan ponsel nya mengotak atik ponsel nya dengan sangat Serius.
Dia kembali teringat kejadian yang dia lihat setengah jam yang lalu di Apartemen Sasa, saat melihat gambar dirinya tengah berpelukan dengan Sasa, dia buta sampai tidak menghiraukan peringatan dari Yesi ibu nya. Dia semakin terjerumus ke dalam cinta Sasa sampai Saat ini dia masih memikirkan Sasa, dia menepis semua yang ada di ingatan nya. Dia yakin bawa Cinta nya kepada Sasa sangat lah besar, sehingga melihat Sasa bergelut dengan dua pria, Rafa mencoba menerima Sasa di hati nya. Menurut Rafa itu kebutuhan seseorang, Wajar jika Sasa melakukan nya.
Rafa bodoh atau gimana yah Gaes, mamak kok jadi ikut bingung dengan Rafa!!! Sudahlah cinta tak kenal salah dan benar memang yah, tapi ada enggak yah pembaca sudah di sakiti tapi masih mencintai seperti Rafa??? Jangan yah nanti hati nya tersakiti terus menerus.. Wkwkwk
Kita lanjut ke cerita yah gaes, cerita di mana kebodohan Rafa sedang mendominasi dari pada kepintaran nya, Rafa terus melihat di mana gambar nya dengan Sasa yang begitu sangat bahagia, Sasa mencium pipi nya dan masih banyak gambar yang ada di ponsel Rafa.
Setelah puas melihat gambar dirinya dengan Sasa, Rafa menatap bulu mata lentik yang ada di depan nya, Nikmat mana yang bisa di dustakan melihat wanita bercadar yang terlihat cantik hanya dengan melihat bulu mata nya. Rafa terus memandang Ara sebelum dia menyentuh tangan Ara yang ada di samping tangan nya.
"Aku nyaman melihat bulu mata kamu" Batin Rafa yang belum berani mengucapkan langsung kepada Ara.
Tentu saja Ara tidak tau karena Ara benar benar tertidur sangat pulas, Rafa akhir nya ikut memejamkan mata nya di samping Ara dengan duduk di kursi yang di samping Ara, dan tangan Rafa yang masih menggenggam tangan Ara.
Baru saja Rafa ingin memejamkan mata nya suara ketukan membuyarkan rasa kantuk nya yang tadi sempat melanda nya, Rasa kantuk dan lelah bercampur menjadi satu.
Ceklek...
"Maaf waktu nya Nona di periksa taun"
"Silahkan"
Rafa bangun dari duduk nya beranjak ke arah sofa yang ada di dalam kamar rawat Ara, Setelah selesai memeriksa Ara dokter dan Suster itu pergi dari kamar Ara, dan Ara masih terpejam dokter tidak berani membangunkan nya karena dia tau siapa yang di periksa sekarang.
__ADS_1
Padahal walau di bangunkan Ara tidak akan marah, jika membangunkan Ara dengan suara atau apa yang bisa mengejutkan Ara, dia bisa marah besar karena terkejut di saat dirinya memikirkan sesuatu untuk masa depan anak anak nya.
Ara membuka mata nya setelah dokter dan Suster pergi dari kamar inap Ara, Rafa malah memejamkan mata nya karena rasa kantuk, Ara melihat ponsel nya ternyata sudah siang dan dirinya baru bangun.
"Mas kamu pasti capek, Maafkan aku" Batin Ara dengan menatap Rafa yang tenga tertidur sangat pulas di sofa. Apa lagi sofa nya yang lumayan besar bisa menampung Rafa yang tinggi dan berotot.
Ara mengambil makanan yang ada dimeja samping nya untuk dia makan, karena dia merasa sangat lapar setelah bangun dari tidur nya, Ara membuka penutup makanan yang ada di tangan nya sekarang, dia juga menarik meja yang khusus untuk makan, Agar Ara mudah untuk makan.
Setelah makan Ara kembali merapikan bekas makanan nya setelah itu Ara mengambil ponsel nya yang ada di meja samping ranjang nya dia membuka Aplikasi untuk mencari Cerita yang menarik, Ara tertarik di cerita yang berjudul PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA.
Ara membaca cerita itu dengan sangat fokus, Apalagi dengan Princess wanita tanggu yang tidak malu untuk berkerja part time untuk membantu Ayahnya. Ara membaca cerita nya sampai bab terakhir dan tidak lupa untuk like, komen, dan Subscribe setelah itu Ara meminta update terbaru. Sabar yah Ara Mamak lagi bikin Rafa terbuka hatinya untuk kamu wkwkwk.
Meninggalkan Ara yang terus mencari cerita lain untuk mengisi kebosanan nya berada di Rumah sakit di tempat Lain di gedung lain Aisya sudah mondar mandir tak tenang karena Ara belum datang ke kantor sampai sore. Sedangkan Zeufa melihat istrinya yang mondar mandir membuat kepala nya terasa pening.
"Mi, Mami membuat kepala Papi pusing"
"Pi, kenapa Papi tidak khawatir dengan Ara yang tidak datang ke kantor???"
"Mi, Ara datang atau tidak itu tetap akan sama!!"
"Akan meneruskan Papi di sini"
"Bukan itu maksud Mami, Pii"
"Lalu Apa Mii???"
"Mami takut terjadi sesuatu dengan Ara"
"Yah kalau begitu kenapa Mami hanya mondar mandir tanpa menghubungi Ara???"
"Ah iya Mami lupa Pi"
Aisya mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas nya, dia membuka ponsel nya mencari kontak Putri satu satu nya yang sekarang tidak masuk kantor dan kemari mimpi Arah terluka.
__ADS_1
Sambungan telpon terhubung, sedangkan Ara yang melihat ada panggilan masuk dari Mami nya pun menarik napas dalam lalu dia keluarkan.
"Assalamu'alaikum Mi"
"Waalaikumsalam"
"Kenapa Mi???"
"Kamu di mana nak???"
"Di kamar **di taman belakang rumah Mi**!! Kenapa Mi???"
"Ngapain kamu ada di taman sayang???
"Bercocok taman Mi" tentu saja Ara berbohong dia ada di atas ranjang rumah sakit karena sakit dan niat awal pulang di urungkan oleh puspita karena masih wajah Ara yang sangat pucat.
"Kenapa kamu tidak ke kantor???"
"Hehehe tadi Ara kesiangan Mi terus males ke kantor!! Kenapa memang nya Mi??? Apa Mami rindu putri Mami yang cantik ini???"
"Iyah Mami sangat Rindu!! Tapi kamu baik baik saja kan Sayang"
"Iyah Mi, Ara sangat baik dan enggak perlu cemas dengan Ara, Ara bisa jaga diri Mi"
"Syukurlah kalau kamu baik nak!! Karena kemari Mami mimpi yang tidak enak"
"Jangan terlalu di pikirkan Mi, mending minta petunjuk sama Allah Mi"
"Iyah Nak!! Mami lega kamu baik baik saja"
"Iyah Mi, aku tutup dulu Mi karena sudah selesai"
"Iya Nak. Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsalam"
Ara memutuskan sambungan telpon nya dengan Aisya agar Mami nya tidak banyak bertanya tentang diri nya dan akhir nya ketahuan kalau Ara tidak baik baik saja, Apalagi Ara sedang berada di rumah sakit. Itu akan membuat Aisya semakin khawatir sebagai orang tua dan Ara putri satu satu nya.