
"Yah, pasangan pengantin baru, baru turun..!! Lupa nih jam sarapan..!!" Aisya menggoda Ara dan Alex yang baru sampai di meja makan.
Ara mendengus mendengar godan Putrinya, apa lagi Aisya menatap nya dengan menaik turunkan Alisnya, sedangkan yang lain sudah menahan tawa.
Mereka jelas tau kalau Ara tengah kesal saat ini, tentu saja mereka tidak akan sampai situ menggoda Ara dan Alex. "Daddy mertua apa semalam Umi masih kuat..??" Goda Andika yang sudah ketularan Aisya menggoda Umi mertuanya.
"Kamu pikir Umi sudah tua begitu..?? Anak kurang ajar..!! Umi mogok enggak mau masak" Ara pura-pura merajuk kepada Andika.
"Untuk Umi yang cantik tidak apa-apa tidak memasak, nanti kami beli saja..!!" Andika menaik turunkan Alis nya sama seperti Aisya.
"Sudah lah makan jangan banyak bicara, tersedak bau tau rasa..!!" kesal Ara dengan mendudukkan pantat nya di kursi meja makan.
"Umi terlalu sensi..!! Apa kemarin malam Daddy kurang perkasa" goda Naila dengan menyuapkan roti kacang kedalam mulut nya
Setiap Ara dan Alex telat turun selalu saja Aisya atau Naila akan menggoda Ara dan Alex, Aisya dan Naila sangat senang dan bahagia saat melihat Umi nya akhir-akhir ini tersenyum.
Mereka sarapan bersama dengan membahas pernikahan Naila yang kurang satu minggu lagi, Naila sudah tidak di ijinkan kerja dan juga bertemu dengan Alvin walau hanya panggilan Video Call Umi nya melarang.
Kalau hanya bertukar pesan saja Ara mengijinkan, Ara sampai memberi Naila ponsel jadul yang hanya bisa di buat telpon dan SMS saja. Semua barang Naila di tarik oleh Ara, mulai dari ponsel, tablet, sampai Laptop Ara minta.
Ara tidak mau kecolongan dengan mereka melakukan panggilan telpon dengan video call, Ara ingin hasil pingitan akan membuat mereka melepas rindu di saat malam pertama mereka.
"Umi aku bosan sekali harus memakai ponsel ini, tidak ada apapun di sini..!! Bahkan sekedar game"
"Sudah lah jangan cerewet..!! Masih untung kamu Umi kasih ponsel yah"
"Ini sama saja enggak di kasih ponsel Umi yang cantik..!!"
"Kamu masih bisa telpon Alvin dan SMS dia kan..??"
Naila mendengus mendengar jawaban Umi nya yang memang benar dia masih bisa telpon dan bertukar pesan dengan Alvin calon Suami nya, terkadang dengan Mami nya yang selalu menanyakan kabar nya dan mengingatkan nya untuk tidak terlalu capek.
Di saat Ara dan Naila saling tegang karena ponsel Aisya membuat dua perempuan yang saling tatap seakan tengah berbicara dengan tatapan mata harus menoleh ke arah Aisya karena mendengar ucapan Aisya.
"Dek, kamu nanti jangan lupa untuk lapas. !!"
Ara dan Naila menatap kearah Aisya yang malah asik dengan nasi goreng yang ada di piring nya, Aisya yang merasa di tatap mendongak menatap Umi dan adik nya yang tengah menatap nya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Kenapa kalian berdua menatap ku seperti itu..?? Apa nasi goreng nya tidak enak..??"
Ara dan Naila mendengus mendengar pertanyaan Aisya, ingin rasanya Ara menampol kepala putrinya dengan sendok yang dia bawa, tapi sayang dia terlalu sayang dengan putrinya.
__ADS_1
"Boleh enggak Umi menampol anak..?? Dosa tidak..??"
Aisya mendengus mendengar pertanyaan Umi nya yang membuat nya Aisya malas. "Umi, jelas saja nampol anal dosa..!!" Aisya menjawab ucapan Umi nya dengan menyuapkan nasi goreng ke dalam mulut nya.
"Lalu kenapa kamu terkadang mencubit twin..??"
"Kan mereka nakal Umi, enggak mau berangkat ngaji"
"Kamu dulu enggak perna Umi cubit kalau kamu enggak mau ngaji..!!"
Twins yang mendengar ucapan Nenek nya langsung menatap Mama nya dengan tatapan kesal pasal nya Mama selalu mencubit mereka kalau mereka tengah kesal dan ingin beristirahat ingin libur mengaji.
Aisya yang merasa di tatap dari samping menoleh ke samping, Aisya melihat dua putrinya yang menatap nya kesal. "Kenapa kalian menatap Mama seperti itu..?? Mau Mama tampol"
Twin mendengus mendengar ucapan Umi nya, sarapan di pagi hari yang harus nya tenang malah harus ada drama pagi di meja makan. Kalau bukan Ara, Aisya dan Jasmin kini hanya meninggalkan Jasmin yang anteng di meja makan dengan tiga pria matang dan tampan.
"Nenek saja tidak perna mencubit Mama, kenapa Mama mencubit kami..??"
"Tau jahat banget sama anak..!!"
"Siapa yang jahat..?? Kalian aja yang bandel"
"Capek..!!"
"Sama.."
"Bodoh"
"Mama..!!!" pekik Twins yang benar-benar kesal dengan Aisya yang bisa saja menjawab.
Sedangkan Andika top komen dengan apa yang di lakukan Istrinya karena dia juga belajar dari Aisya tentang pendalaman agama sampai saat ini mengerti tentang agama.
"Stopp..!!! Kalau kalian masih belum menghabiskan makanan kalian Papi gulung ini meja makan nya" ucap Rico yang sudah menghabiskan nasi goreng nya.
"Apa bisa Opa..??" pertanyaan polos twin membuat yang lain ingin tertawa.
Rico yang pusing dengan kedua cucu nya memilih meninggalkan meja makan dengan pura-pura mendapat telpon penting, tentu saja itu membuat yang lain tertawa melihat tingkah abstrak Rico.
Setelah sarapan dengan drama yang ada di meja makan, mereka meninggalkan meja makan untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing. Ada yang kembali ke kamar untuk menikmati hidup karena waktu libur kerja dan sekolah.
Sedangkan Aisya, Ara, Jasmin dan Naila pergi ke kantor polisi untuk menemui Rafa yang kini keadaan nya sangat baik, bahkan dia sangat gemuk karena terlalu menikmati hidup nya di dalam lapas.
__ADS_1
Selama ini entah siapa yang membantu Rafa dalam menikmati hidup di dalam lapas, tidak perna lagi Rafa kelaparan dan kehausan, tidak perna lagi di bully oleh teman lapas nya.
Entah siapa yang membantu Rafa selama ini tapi walau begitu Rafa yang enggak punya otak tidak perna berpikir siapa yang membantu nya selama ini biasa hidup enak dalam penjara.
Ara dan Jasmin masuk untuk menemui Rafa sedangkan Naila dan Aisya menemui kepala polisi untuk meminta ijin di hari pernikahan Naila, Rafa bisa menikahkan Naila.
Sedangkan Ara dan Jasmin yang sudah menunggu di ruangan tunggu sangat terkejut dengan badan Rafa yang berubah menjadi gendut. Rafa yang melihat Ara dan Jasmin membantin dan merasa kalau Ara yang selama ini yang membantu nya dalam penjara.
Karena merasa kalau Ara masih sangat mencintai nya dan tidak bisa melupakan nya, Rafa menduga kalau Ara datang karena rindu dengan nya.
"Tumben kamu datang Ara, apa kamu merindukan ku..??"
Ara dan Jasmin mendengus mendengar ucapan Rafa yang membuat mereka ingin memukuli wajah Rafa yang sok kegantengan.
"Aku datang kemari untuk mengundang kamu ke pernikahan putri kita Aufia yang sudah aku temukan"
"Aufia..??"
"Iyah, satu minggu lagi dia akan menikah dengan pria yang mencintai nya apa ada nya..!! Kamu Abi nya jadi kamu punya kewajiban menikahkan Aufia"
"Kapan..??"
"Minggu besok dia akan menikah dan iyah dia sudah tidak memakai nama Raufia Abraham Hendarso tapi nama nya sudah di ganti dengan Naila Alandra"
"Kenapa di ganti..??"
"Dia yang nyaman memakai nama Naila pemberian ayah angkat nya yang sudah menolong nya dari kematian"
Rafa tidak peduli dengan Aufia yang mengganti nama dia sudah mendengar kalau Aufia kembali saja membuat nya senang, apa lagi dia akan menikah dengan pria yang dia cintai.
Tidak lama mereka mengobrol dua perempuan bercadar masuk keruangan dimana Rafa, Jasmin dan Ara bertemu, terlihat jelas di mata Aisya kalau takut dengan Rafa.
"Umi mari kita pulang..sudah kan memberi tahu Abi kalau aku akan menikah"
"Sudah, kamu tidak ingin mengatakan apapun kepada Abi kamu..??"
"Tidak Umi"
"Baik lah"
Keempat perempuan yang tadi menemui Rafa kini pulang setelah mengatakan kalau dia harus datang ke pernikahan Naila.
__ADS_1