DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
GILA


__ADS_3

Adelina berjalan memasuki gedung kantor dengan sok anggun, dengan senyum yang menghiasi bibirnya. Seakan Adelia habis mendapatkan Jeckpot sehingga senyum terus menghiasi bibir nya.


"Tumben sekali kamu memasang senyum yang mengembang Del" tanya salah satu karyawan yang memang mengenal Adelia.


"Ah, tidak aku hanya sedang bahagia saja" ucap Adelia dengan senyum yang masih mengembang di bibir nya.


Adelia masuk kedalam lift bersama Sari dan Wulan yang kebetulan ada di depan lift. Adelia menatap Sari dan Wulan dengan pandangan menilai, baju yang kebesaran yang menghiasi tubuh Sari dan Wulan.


"Apa kalian tidak punya baju yang lebih layak??" tanya Adelia kepada Sari dan Wulan.


"Tidak hanya baju yang seperti ini yang kami punya" Sari menyahut dengan senyum yang ada di bibirnya


Sari tidak sakit hati dengan pertanyaan Adelia, karena dia memang benar benar mencari uang untuk ibu nya, yang kini tengah dalam pemilihan. "Lalu Mbak sendiri apa tidak punya baju yang lebih sopan lagi??" tanya Wulan yang membalik kata kata Adelia.


"Aku tidak punya baju yang lusuh seperti kalian, baju ku menurut ku juga sudah sopan" ucap Adelia dengan gaya songong nya.


Wulan dan Sari berjalan keluar dari dalam lift, begitupun dengan Adelia yang berjalan kearah ruangan nya yang memang berhadapan dengan ruang Rafa bedanya ruang Adelia kaca menjadikan Adelia tau siapa saja yang akan keluar dan masuk ruangan Rafa, selain itu terkadang tamu Rafa harus melalui nya.


Adelia duduk di kursi yang sudah beberapa bulan ini menjadi miliknya, selain berkerja Adelia juga ingin menggaet Rafa untuk dia dapatkan. Adelia percaya kalau Rafa hanya berpura pura menolak nya. "Gue seksoii, tubuh gue juga bagus mana mungkin Rafa tidak menyukai nya" Batin Adelia.


Adelia mengambil bibir yang ada di dalam tas nya, dia sengaja untuk memakai bibir yang lumayan tebal untuk membuat kesalahan pahama Rafa dengan Ara.


Adelia melihat Rafa berjalan sendirian, Adelia segera beranjak dari duduk nya, Adelia berjalan keluar dari ruangan nya. "Gue bakalan dapetin Rafa" Batin Adelia.


"Pak Rafa" Adelia memanggil Rafa yang ingin masuk ke dalam ruangan nya.


Rafa menoleh kearah Adelia yang tengah berjalan kearah nya dengan senyum yang menghiasi bibitnya, saat ingin sampai di dekat Rafa Adelia pura puta tersandung, lalu menjatuhkan dirinya kearah Rafa.


Rafa hanya diam tidak menahan tubuh Adelia agar tidak jatuh, Adelia memeluk Rafa dengan menempelkan bibirnya di kemeja yang Rafa pakai. Rafa mendorong Adelia dari tubuh nya.


"Jaga sikap kamu Adel" Rafa memperingatkan Adelia


Saat Adelia ingin mengatakan sesuatu Rafa dengan Adelia mendengar suara yang sangat lembut, Rafa dengan Adelia tau siapa pemilik suara lembut itu.


Adelia dan Rafa melihat Ara tengah mendorong stroller mendekat kearah mereka. "Assalamualaikum Mas"


"Waalaikumsalam sayang"


"Mas, aku mau mengajak kamu untuk ke rumah Mama!! Mama sudah menghubungi ku berulang kali untuk datang ke rumah, Mama kangen sama Aisya dan juga Aufia"


"Huu, Mama selalu saja sayang!! Aku yakin Mama kena hukum Papa" ucap Rafa seakan hafal dengan Mama nya.

__ADS_1


"Yah sudah ayo Bi kita pergi!! Kamu enggak ada kerjaan kan??? Eh tunggu Bi" Ara melihat warna bibir di kemeja Rafa.


"Stempel siapa Bi???"


"Stempel apa Umi??"


"Ini lho Bi"


Rafa menatap kemeja yang tengah di tunjukan Ara, Rafa melihat ada bekas bibir di sana. Rafa menatap Adelia dengan sangat tajam. "Kenapa Abi malah menatap Adelia??"


"Karena dia yang membuat nya Mi"


"Ha..Kok bisa Bi??"


Rafa menjelaskan apa yang terjadi sebelum Ara datang, Rafa mengatakan kalau Adelia pura pura terjatuh di pelukan Rafa. "Apa?? Dia memeluk Abi??"


"Iyah Mi, tapi Abi dorong Umi"


Ara menatap Adelia yang tidak jauh dengan Rafa, Ara mendekat kearah Adelia dengan sorot mata yang tajam. "Mbak kemasi barang barang kamu dan pulang" ucap Ara dengan sangat lembut


"Saya tidak akan kemana mana, kalau bukan pak Rafa yang menyuruh saya" ucap Adelia.


"Saya yang mewakili Mas Rafa untuk menyuruh kamu kemasi semua barang kamu"


"Baik lah kalau kamu tidak mau pergi dari sini baik baik Adel"


Ara menghubungi resepsionis yang ada di bawa untuk menyuruh security menyeret Adelia keluar gedung Kantor. Rafa tidak mau ikut campur jika sudah Ara yang bertindak.


"Mas kamu jangan diem aja dong, kata nya kamu mau menceraikan istri kamu" Adelia berusaha untuk menyulut api di hubungan Ara dan Rafa.


"Kamu jangan mengada ngada yah" pekik Rafa yang tidak terima dengan perkataan Adelia.


"Mas, kita sudah punya hubungan yang sangat jauh, kenapa kamu mengeleka" Adelia masih mengatakan hal yang enggak Rafa lakukan.


"Sudah lah kamu pergi dari sini, kamu di pecat" pekik Rafa yang membuat Baby A terkejut sampai menangis.


Oek oek oek .


"Mas kamu jangan teriak teriak Baby A takut"


"Tapi dia yang memulai nya sayang"

__ADS_1


Ara yang tidak mau memperpanjang masalah nya dia memilih bungkam, kerena dia sudah sangat lelah untuk berdebat hal yang tidak penting. "Mas, kamu selesaikan sebelum kita ke rumah Mama"


Rafa memecat Adelia yang sudah sangat keterlaluan bertidak semau nya dan juga sering menggoda nya, Adelia tidak terima kalau dia di pecat oleh Rafa. "Aku akan menghancurkan kalian karena sudah memecat ku" teriak Adelia saat di seret masuk kedalam lift.


Rafa mendekat pada istrinya yang tengah menenangkan Baby A. "Sayang jangan dengarkan dia, aku sama sekali enggak ada hubungan dengan wanita gila itu" Rafa mencoba menjelaskan kepada Rafa.


"Sudah lah Mas ayo kita ke rumah Mama"


"Sayang kamu jangan gini, aku beneran enggak ada hubungan dengan Adelia"


"Hemmm".


Ara berjalan lebih dahulu untuk masuk ke dalam lift lalu Rafa ikut masuk kedalam lift dimana Ara hanya diam, tanpa menjawab pertanyaan Rafa. " Sayang jangan diam saja, aku mohon kamu percaya dengan aku"


"Iyah Mas"


Ara dan Rafa keluar dari dalam lift mereka berjalan ke luar kantor dengan Ara yang mendorong stroller Baby A. Ara memasuki mobil nya, Ara juga masuk ke dalam mobil yang di tumpangi Ara, tapi saat ingin keluar parkiran mobil yang Ara tumpangi di hadang Adelia..


"Turun...!!"


Ara turun dari dalam mobil untuk melihat apa yang akan di lakukan Adelia menghadang mobil nya, Rafa juga ikut keluar melihat apa yang terjadi. "Ada apa??"


"Mas kamu enggak boleh pecat aku" Adelia mendekat kearah Rafa..


Ara yang melihat itu pun masuk kedalam mobil nya lalu menyuruh supir menjalankan mobil nya, Ara tidak mau mendengar perdebatan antara Rafa dan Adelia. Rafa yang melihat Mobil yang di tumpangi Ara meninggalkan Area kantor Rafa berlari mengejar tapi sayang Mobil yang Ara tumpangi sudah jauh.


Rafa berlari kearah mobil nya untuk mengejar Ara yang mungkin saja sudah salah paham dengan nya, lagi lagi Adelia menghadang Rafa yang ingin mengejar Ara. "Ahh perempuan sialan ini mau nya apa???" pekik Rafa yang frustasi.


"Mas Rafa aku suka sama kamu"


"Gila"


"Iyah aku gila karena kamu"


"Bodoh"


"Iyah aku bodoh karena terpesona dengan kamu"


"Minggir"


"Kalau kamu janji tidak memecat aku"

__ADS_1


Rafa membunyikan klakson mobil nya, Security yang mendengar Klakson berlari kearah parkiran melihat apa yang terjadi. Security menarik paksa Adelia menyingkir dari hadapan mobil Rafa.


Adelia berteriak teriak tanpa Rata hiraukan dia terus melajukan mobil nya meninggalkan area kantor untuk menyusul istrinya.


__ADS_2