DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
BISMILLAH


__ADS_3

Ara dan Rafa menunggu tamu yang akan datang ke rumah nya punya niatan untuk menjodohkan putra nya dengan Aisya putri Ara. "Mas, kamu yakin mau jodohin anak aku??" Ara menyakinkan dirinya sendiri apa Suami nya tidak ada niatan merubah nya.


"Kamu yang tenang sayang, dia laki laki yang baik dia menjadi dosen!! Dia juga lulusan di Eropa" ucap Rafa meyakinkan Ara yang sedari tadi menghawatirkan Aisya.


"Awas aja kalau dia pria yang tidak baik aku sunat sampai habis tuh di ontong" Ara mengancam Rafa.


Rafa menutup ontong yang ada di balik celana kain nya dengan menatap ngeri Ara yang sudah memperagakan ingin memotong menggunakan jari nya.


"Sayang kamu jangan main nya sama sih ontong dong, ngeri tau yank!! Kamu kan tau kalau sih ontong sumber kelangsungan rumah tangga kita


"Bodoh amat yah Bi"


Rafa menghela napas mendengar jawaban sang istri yang mengatakan hal yang sama kalau pendapat mereka tidak sama, Ara akan mengancam nasib sih ontong.


"Yank jangan gitu lah yank kan ini punya kamu masak di potong??? Nanti kamu main nya gimana??"


Saat tengah asik mengobrol dengan Ara pelayan datang memberi tahu kalau tamu yang mereka tunggu sudah datang ke rumah Rafa dan Ara. Setelah menyampaikan kalau tamu nya sudah datang Ara dan Rafa beranjak dari duduk nya untuk menyambut keluarga teman nya.


Ara dan Rafa keluar dengan Ara yang menggandeng tangan Raga dengan sangat manja, Rafa dan Ara terlihat romantis di usia nya yang tidak muda lagi.


"Selamat malam Rico" Rafa menyambut kedatangan Rico dan Uma.


"Selamat malam Fa"


"Mari silahkan masuk Co"


"Ahh iyah"


Rafa, Ara dan tamu nya berjalan masuk kedalam arah meja makan. "Kita makan saja dulu nanti di bahas tentang anak anak" Ucap Rafa kepada Rico yang berjalan di samping nya.


"Baik lah, kita kenyangin dulu perut kita" Rico dengan merangkul pundak Rafa.


"Mana anak elo Fa?? Kok elo umpetin" Rico menggoda Rafa.


"Emang anak gue apa anjir gue umpetin" Rafa mendengus mendengar pertanyaan Rico.


"Nanti gue panggil dia turun, dia masih ngerjain tugas kuliah nya tadi" Rafa menyahut dengan senyum


"Anak elo kuliah di mana??"


"Di kampus *******"


"Sama dong sama anak gue, dia jadi dosen di sana" Rico dengan semangat nya dengan mengunyah makanan nya.

__ADS_1


Sedangkan para ibu tengah banyak bercerita suami mereka, yang terkadang membuat mereka para istri kesal dengan, bukan hanya kesal melainkan juga marah.


Ternyata istri Rico teman Ara di kairo yang memeng saat itu dia bercerita sudah punya anak dan Suami di tanah kelahiran nya, tapi Ara tidak menyangka kalau temen Ara, Jasmin istri Rico teman Rafa.


"Aku masih enggak nyangka kalau kamu yang lemah lembut menikah dengan teman suami ku Jas" Ara asik bercerita dengan mengunyah makanan nya.


"Hahaha.. Aku juga enggak nyangka kalau kamu istri Rafa!! Aku sempat enggak mau kalau Andika di jodohkan.


"Oh nama nya Andika"


"Iyah.. Anak kamu siapa nama nya Ra??"


"Asiya.."


Mereka semua menikmati makan malam dengan banyak bercerita satu sama lain. Co, sedangkan Aisya baru saja turun dari lantai dua setelah mengerjakan semua tugas nya. Dia juga makan malam di kamar.


Aisya berjalan masuk ke ruang makan yang enggak jauh dari tangga, Aisya melihat para orang tua nya yang sangat sibuk dengan obrolan mereka dengan makan.


"Assalamu'alaikum"


Ara dan Jasmin yang mendengar suara lembut mendongak menatap siapa yang memilik suara yang begitu lembut, sedangkan Rico dan Rafa menoleh kebelakang. "Waalaikumsalam"


Mereka semua menjawab salam Aisya, Aisya berjalan kearah Ara dam Jasmin. Aisya duduk di samping Ara, Aisya menatap Jasmin yang ada di samping Ara.


"Selamat malam tante"


"Kamu seperti Umi kamu yang sangat menjaga kehormatan seorang perempuan"


"Saya sudah di ajarkan Umi sejak kecil tan" Aisya dengan suara yang sangat lembut


"Umi kamu emang sangat okay" Jasmin memuji Ara dengan tulus.


Jika Ara, Jasmin dan Aisya sibuk dengan pembicaraan mereka, berbeda dengan Andika yang sedari tadi menatap Aisya tidak berkedip. Yah Andika, Dosen yang tadi pagi Aisya tabrak di lorong kampus.


"Kamu perempuan yang tadi pagi kan??" Andika bertanya kepada Aisya yang tengah sibuk dengan Ara dan Jasmin.


Aisya dan yang lain mendengar suara Andika, mereka menatap Andika dengan Aisya bergantian. "Kalian saling kenal???" Rico bertanya dengan menatap putra nya yang ada di samping nya.


"Tidak Pi, hanya saja tadi pagi dia terburu buru, lalu enggak sengaja nabrak aku" Andika menjelaskan agar tidak ada ke salah pahaman.


"Emm.. Papi kira saling kenal!! Kalau gitu kamu kenalan sama dia boy" Rico menyuruh Andika untuk berkenalan dengan Aisya.


Andika yang enggak tau bagaimana cara berkenalan dia menatap Rico yang ada di samping nya. Rico yang merasa di tatap pun menoleh ke samping dengan pandangan bertanya.

__ADS_1


"Gimana caranya Pi???" Andika bertanya kepada Rico bagaimana caranya untuk berkenalan.


Rico menatap putra dengan tidak percaya bagaimana bisa putranya tidak bisa berkenalan dengan perempuan. Rico semakin kesal karena Andika bertanya lagi, Rico dengan gemas memukul lengan Andika.


Plakkk.


"Kamu enggak bisa kenalan sama perempuan?? Mangkanya hidup jangan kaku kaku banget" Rico malah mengoceh kepada putra nya.


"Tinggal kasih tau cara nya aja susah banget Pi" Andika sangat malas mendengar ocehan Papi nya yang menurut nya enggak penting.


"Mi anak kamu" Rico memanggil istrinya dengan menatap Rico malas.


"Anak kita berdua" Jasmin memperjelas kalau Andika anak mereka berdua.


"Iyah terserah.. Kasih tau caranya kenalan sama perempuan" Rico merasa kesal dengan putra nya sendiri.


Jasmin memberi tau cara nya berkenalan dengan Aisya yang serba tertutup hanya terlihat mata nya saja. "Sok atu cobak" Jasmin setelah mengajarkan nya, Jasmin langsung menyuruh nya praktek.


"Nama kamu siapa??" Andika mulai mengajak kenalan anak orang dengan wajah yang sangat datar, tidak ada senyum di bibirnya.


"Aisya.. Emm kalau anda siapa??" Aisya menyahut dengan nada sangat lembut.


"Andika" Andika lagi lagi menyahut dengan wajah yang datar.


Jasmin dan Rico mendengus menatap putra nya yang sangat datar dan kaku, padahal Rico tidak seperti Andika yang sangat kaku.


"Sudah kan anak anak sudah saling kenal!! Gimana kelanjutan nya??" Rico mencairkan suasana di meja makan dengan bertanya kelanjutan anak anak mereka.


Rico menatap Rafa yang ada di samping nya dengan pandangan bertanya, lalu dia menatap Ara yang kini menatap Rafa suami nya.


"Terserah anak anak saja kalau aku" Rafa menyahut setelah mendapatkan kode dari Ara.


"Gimana kamu boy??" Rico bertanya kepada putra nya.


"Iyah pi"


"Anak gue mau Fa, elo ganti tanya sama Anak elo" Rico sangat senang karena putranya tidak menolak sama sekali.


Rafa menatap Aisya dengan pandangan sayang kepada anak nya. "Aisya apa kamu mau menerima Andika??"


Aisya menatap Abi nya dengan pandangan bertanya, tapi Abi nya seakan memberi jawaban kepada Aisya lewat tatapan mata nya.


"Bismillah Aisya mau Bi"

__ADS_1


Semua keluarga merasa bahagia karena Aisya menerima perjodohan yang di buat oleh kedua orang tua nya. para orang tua langsung membicarakan tanggal pernikahan mereka


Aisya dan Andika saling tatap, Ara yang mengetahui itu menyenggol lengan putrinya pelan agar memutuskan kontak mata dengan Andika.


__ADS_2