DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
FLASHBACK


__ADS_3

Aufi dengan ke dua orang tua nya di habiskan bertiga, Aufia begitu sangat manja dengan kedua orang tua nya. Mereka bertiga bermain di tempat tempat Wisata yang dulu perna mereka datangi berempat, tapi sayang kini Aisya sudah menempuh pendidikan nya di laur negeri.


Bukan hanya Aufia yang di manjakan oleh Ara dengan Rafa, melainkan Aisya. Sebelum Aisya berangkat ke luar negeri dia juga jalan jalan di ketempat di mana dulu saat masih kecil mereka sering datangi.


"Umi, besok Aufia sudah berangkat jangan kangen yah Umi"


"Kamu sudah seribu kali bilang dari kemarin sayang, jawaban Umi masih sama Umi akan merindukan kalian berdua" Ara menyahut dengan mencubit gemas pipi Aufia yang ada di balik Cadar.


Yah ke dua anak Ara dan Rafa mereka juga memakai cadar, Ara memakaikan cadar di usia mereka yang masih terbilang sangat kecil. Aisya dan Aufia memakai cadar di usia nya masih 5 tahun, Ara sudah mengajari mereka tentang apa arti cadar.


Ara juga sangat bersyukur karena ke dua putrinya dengan muda mau memakai cadar, tidak dengan dirinya saat masih kecil selalu menolak untuk memakai cadar, sampai akhirnya Aisya Mami Ara berhasil membujuk Ara kecil untuk memakai Cadar.


"Abi jangan merindukan Aufia" pertanyaan yang sama kini Aufia tujukan kepada Rafa, Abi nya.


"Abi malah senang kamu minggat, tidak ada yang akan memusingkan Abi" Rafa menggoda Aufia yang ada di antara dia dan Ara.


"Kenapa Aufia punya Abi kayak Abi"


"Kenapa memang nya??" Rafa penasaran apa yang ada di dalam pikiran Aufia


"Sangat menjengkelkan dan mengesalkan"


"Terima kasih pujian nya nak, Abi memang sangat tampan dan menawan"


Hoekkk


Aufia pura pura ingin muta mendengarkan Rafa yang sangat percaya diri sekali, Aufia akan berdebat dengan Rafa jika tidak ada Aisya di Rumah.


Sedangkan Ara yang melihat tingkah mereka berdua tersenyum bahagia karena keluarga nya kembali bahagia setelah beberapa tahun yang lalu mereka harus merasakan kepahitan karena Aisya tau kalau dirinya bukan anak kandung Ara dan Rafa.


Ara kembali mengingat bagaimana Aisya yang terpuruk karena tahu semua kebenaran nya, kalau dia anak adopsi tapi Sasa mengatakan kalau dia di beli oleh Ara dan Rafa.


***Fleshback...


Ara dan kedua putrinya tengah jalan jalan di Mall untuk menghilangkan suntuk di rumah karena libur kenaikan kelas. Ara dengan kedua putrinya berkeliling Mall dengan canda dan tawa.


Kebahagian mereka tanpa ada yang membuka kalau Aisya bukan anak kandung Ara dan Rafa, Ara dan Rafa memberikan kasih sayang yang sama, Asi yang sama, cinta yang sama.


Menjadikan Aisya tidak sadar karena kasih sayang dan cinta yang di berikan keluarga nya, sampai dia tidak menyadari kalau kelurganya bukan keluarga yang sebenarnya.


Ara dan Rafa sampai rela untuk mengganti tanggal lahir Aufia sama dengan Aisya agar semua orang tau kalau Aufia dengan Aisya anak kembar.

__ADS_1


Tapi semua kebahagian itu harus tergoyahkan karena pertemuan nya dengan Sasa, ibu kandung Aisya di mall. Ara tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan Sasa di Mall kalah itu.


Sasa tidak sengaja menabrak Ara yang tengah memilih baju di salah satu toko baju, Ara membantu mengambilkan barang belanjaan Sasa yang berserakan di lantai.


"Maaf yah mbak" ucap Sasa yang sok polos karena dia bersama dengan seorang laki laki tampan yang entah siapa Sasa.


"Ah iyah tidak apa apa"


Sasa yang mengenali suara Ara menyuruh Lucky untuk pergi dulu mencari sesuatu yang dia butuhkan untuk kado.


"Kamu cari kado dulu buat Mia nanti aku menyusul"


"Baiklah sayang"


Sasa melihat kepergian Lucky dengan pandangan yang sulit di artikan setelah itu dia menatap Ara yang ada di depan nya. "Kamu Ara kan??" Sasa langsung bertanya kepada Ara


"Iyah kenapa???" Ara dengan nada lembut nya menyahut perkataan Sasa.


"Aku kira kamu sudah di telan bumi Ara, ternyata kamu masih ada di bumi ini dengan Ara yang sama"


Sedangkan Aufia dengan Aisya yang tengah memilih baju Syar'i melihat Umi nya tengah berbicara dengan seorang perempuan yang pakaian nya serba kurang bahan.


Aisya dan Aufia mendekat kearah Ara, dengan langkah pasti Mereka berdua mendekat, siapa sangka kedatangan mereka berdua menjadikan kebahagian yang selama ini mereka lalui bersama menjadi retak karena Sasa.


"Aisya, kenapa nak??" Ara bertanya mungkin kedua putrinya akan menanyakan baju yang mereka pilih pantas atau tidak.


"Umi kenal dengan tante ini" tanya Aufia yang kepo tapi dengan suara yang tidak kalah lembut.


"Ah.. Tentu saja Umi kalian ini kenal dengan tante anak anak cantik" Sasa menyahut sebelum Ara menyahut pertanyaan Aufia.


"Emmm... Benar begitu Umi??" Aisya memastikan kalau memang benar Umi nya kenal dengan Sasa.


"Tentu saja kenal, karena anak tante Umi kalian ini beli" ucapan Sasa menarik perhatian Aisya dan Sasa.


Deg...


Jantung Ara berdetak lebih kencang dan bergemuruh, badan nya panas dingin mendengar perkataan Sasa. "Jangan dengarkan dia, ayo kita pulang sayang" Ara mengajak kedua putrinya yang ada di sana untuk pulang.


Ara belum siap kalau mereka tau yang sebenarnya, Ara dan keluarganya menyimpan rapat rahasia yang besar selama ini. Ara tidak mau hubungan nya dengan kedua anak nya merenggang.


"Ara kenapa kamu buru buru sekali??" Sasa semakin membuat panas Ara dan ke dua anak Ara.

__ADS_1


"Cukup.. Kita sudah enggak saling kenal" pekik Ara yang terlihat sangat Marah.


"Umi.. Istighfar" ucap Aisya.


"Ayo kita pulang nak"


Sasa menghalangi jalan Ara dan kedua anak nya, Sasa kepo dengan anak yang tidak dia harapkan tumbuh menjadi seperti apa bersama dengan Ara dan Rafa.


"Tunggu... Anak anak cantik apa kalian punya adik??" tanya Sasa kepada ke dua anak Ara.


"Tidak..!!" Aufia menyahut dengan pandangan bertanya


"Ah jadi salah satu dari kalian anak ku"


Deg...


Kini giliran Aisya dan Aufia yang merasa dada nya bergemuruh dan sesak, mereka tengah menatap Ara dan Sasa bergantian. "Maaf tante mungkin Tante salah kami kembar" ucap Aufia yang tidak percaya dengan Sasa.


"Hahahaha...!!"


"Kalian di tipu oleh Umi kalian, siapa diantara kalian yang anak kedua??"


"Saya Tan"


Ara berusaha mengajak dobel A untuk pergi tapi mereka kepalang kepo dan ingin tau kebenaran nya, yang selama ini Ara sembunyikan. "Emmm.. Kamu anak kedua berarti kamu anak kandung Ara".


" Maksud tante saya anak yang kandung tante??" Aisya bertanya dengan nada yang bergetar, air mata sudah membasahi cadar nya.


"Iyah.. Saya tidak menyangka anak yang saya jual sekarang penampilan nya sangat mewah dan berkelas, saya kira Ara dan Rafa akan menjadikan kamu pembantu, tapi dugaan saya salah kamu hidup enak dan Ara sampai membuat kalian menjadi anak kembar hajajaja" ucapan Sasa sangat melukai jantung Aisya.


"Saya anak yang tidak di inginkan??" tanya Aisya dengan tangis


"Iyah saya tidak menginginkan kamu karena Saya tidak tau siapa ayah kamu" Sasa menyahut dengan tanpa ada nya beban dan rasa bersalah.


Mendengar pernyataan Sasa Aisya langsung jatuh pingsan di toko baju yang ada di Mall, setelah melihat Aisya tak sadarkan diri Sasa pergi dari toko itu mencari suami nya.


Yah Sasa sudah menikah dan di karuniai anak laki laki yang berumur 15 tahun. Setelah mendapatkan uang dari Ara, Sasa mempergunakan nya untuk usaha Rumah makan yang kini sudah berkembang menjadi besar dan cabang nya di mana mana.


Setelah kejadian itu Aisya lebih menjadi pendiam, tidak lagi saling komunikasi dengan keluarga sampai kemarahan Ara dan jatuh sakit nya Ara membuat Aisya sadar akan ketulusan cinta dan sayang Ara dan Rafa.


Aisya menyadari kalau selama ini dia tidak di banding bandingkan dengan Aufia anak kandung Ara dan Rafa. Mereka sangat adil dalam memperlakukan nya.

__ADS_1


Flashback off***...


__ADS_2