
Maaf pembaca setia ku karena aku jarang up karena tengah sakit, dan terima kasih kalian sudah membaca cerita ku yah..!! Maafkan Mama yah..??
"Mama..!!!!!"
Pekik anak perempuan dari dalam rumah dengan setelan balet, berlari ke arah Aisya yang baru pulang dari kantor dengan wajah kesal nya karena dia harus pulang terlambat dan melewatkan hadis nya ikut lomba balet.
"Sayang.. jangan lari-lari dong nanti kamu jatuh" Aisya melihat putrinya yang berlari ke arah nya dengan wajah ceria dan mata yang berbinar.
"Maaf-Maaf Maa.. Aku sangat bahagia sekali"
"Kenapa?? Apa kamu menang lagi??"
"Iyah Maa, Mama tau kalau Nenek mendaftarkan aku ikut lomba di Eropa"
"Apa..?? Benarkah, Nenek kamu selalu saja memanjakan kamu!!"
"Kamu yang sibuk di kantor siapa lagi kalau bukan Umi yang memanjakan nya dengan Mertua kamu" Ara menyahut dari ara belakang Aulia.
Aulia berbalik memeluk Nenek nya yang sudah ada di belakang nya, Aulia dan Aliya sangat sayang dengan keluarga nya. Saat mereka tengah berbahagia mereka mendengar suara berat pria matang yang selalu sayang dengan keluarga nya.
"Kenapa kalian ada di depan?? Apa kalian tengah menunggu raja pulang kantor"
Tiga perempuan beda usia itu menoleh ke arah sumber suara, mereka melihat Andika dan Rico baru pulang dari kantor, Aisya mencium tangan suami nya, sedangkan Andika mencium kening Aisya.
Baru setelah itu Andika mencium tangan Ara yang bersama dengan putrinya, setelah itu Aulia mencium tangan Papa dan Opa nya bergantian. " Kenapa kalian ada di sini???" tanya Rico yang penasaran dengan besan, menantu dan cucu nya.
"Aulia menyambut Mama nya yang baru pulang karena dia tengah bahagia, dia ingin menunjukan kita semua sesuatu yang dia dapat hari ini" Ara menyahut dengan menatap Aulia yang belum bercadar di usia nya yang 10 tahun.
"Apa yang ingin kamu tunjukan nak?? Apa kamu punya jajan enak lagi??" Andika yang tidak perna makan jajanan jaman now saat dua putrinya membawa jajanan yang mereka beli membuat Andika ingin mencoba nya.
"Kenapa aku punya Papa yang hanya tau jajanan anak kecil" kesal Aulia.
"Yah kan kamu biasanya selalu membawakan papa jajanan kamu yang kata kamu jajan jaman now"
"Ya Allah bolehkah aku menukar Papa ku dengan kerupuk opel" Lirih Aula yang membuat Rico, Ara dan Aisya tertawa.
__ADS_1
"Kenapa kalian tertawa ini tidak lucu yah"
"Kau saja yang baperan tau tidak"
"Tidak..!!"
"Sudah masuk semua ini sudah mau mau malam, kemana Aliya dan Oma??"
"Mereka berdua tengah menghancurkan dapur"
"Apa...!!!"
Aisya berlari bak kilat yang menyambar dia tau kalau putrinya dan Mama mertua nya tidak bisa kalau masuk dapur karena mereka berdua akan membaut dapur menjadi kapal pecah.
Sedangkan dua pria tampan yang mendengar ucapan Alia mereka sudah mendengus, mereka yakin sebentar lagi ada adu bacot antara menantu, mertua dan cucu nya.
Belum juga Andika, Ara, Aulia dan Rico duduk di sofa ruang keluarga mereka sudah mendengar teriakan Aisya dari dapur. "Hah.. Lagi-lagi Mami dan Aliya membuat Aisya mengeluarkan suara ultimatum yang begitu dahsyat" ucap Rico yang mendudukkan dirinya di atas sofa.
Sedangkan di dapur Aliya dan Jasmin menatap Aisya yang sudah berkacak pinggang dengan menatap dua perempuan cantik beda usia. "Apa yang kalian lakukan dengan panci, apa lagi ini penggorengan, dan apa ini Ya Allah..!!! Mami, Aliya.....!!!!!!"
"Stop..!! Jangan kamu berbicara lagi Aliya kamu dan Oma sama saja suka sekali menghancurkan dapur Mama.." kesal Aisya dengan melihat panci yang sudah penyok, penggorengan yang sudah bolong dan semua dapur sudah berantakan, pecahan telur ada di mana-mana, belum lagi sayur daging.
"Ahhhh.... Papa...!!!!" pekik Aisya memanggil Andika yang ada di ruang keluarga.
Baru juga Andika mendudukkan dirinya di atas sofa dia sudah mendengar teriakan istrinya kembali, Andika bangun dari duduk nya melangkah meninggalkan ruang tamu dengan bingung karena Mami dan anak nya selalu saja membuat Aisya marah-marah.
"Iyah sayang..!" Andika mendekati Aisya yang tengah berkacak pinggang.
"Mas, lihat ula anak dan Mami"
Andika melihat semua setelah itu dia memejamkan mata nya, dia berpikir apa yang di lakukan Mami dan putri nya sampai membuat dapur berantakan.
"Sayang.. kamu maklum saja yah kan putri kita mau menjadi chef" Andika mencoba menolong Aliya dan Mama nya.
"Ganti semua nya sebelum aku robohkan dapur dengan buldoser" Ucapan Aisya membuat Mertua, Suami dan Anak nya ngeri melihat kepergian Aisya.
__ADS_1
Kepergian Aisya Andika menyuruh pelayan untuk membersihkan semua nya karena dia tidak mau kalau sampai Aisya benar-benar mengamuk kembali. "Kalian berdua masuk kamar dan Mandi"
Aliya dan Mami nya ingin meninggalkan Dapur tapi Andika menghentikan mereka berdua dengan tatapan memicing curiga kepada mereka berdua. "Kenapa kamu menatap kami seperti itu??" ketus Jasmin yang melihat putra nya menatap nya curiga.
"Bukan kah seharusnya Aliya les piano hari ini Mi??" Andika semakin memicingkan mata nya.
"Aku les kok Pi, tapi hanya sebentar karena mau melihat kakak lomba balet" Aliya menjawab jujur apa yang di tanyakan oleh Andika.
"Yah sudah sana..!! Kamu jangan mencoba menipu Papa yah"
"Tidak"
"Hemmm"
"Dasar tambah tua tambah galak sama anak" gerutu Jasmin saat melewati Andika.
Andika mendengus saat mendengar ucapan Mami nya yang menggerutu, Mertua dan Mami nya selalu saja memanjakan Aulia dan Aliya hingga membuat mereka selalu berlindung di ketek dua perempuan yang tidak muda lagi.
Bedanya Aliya sudah mau bercadar sedangkan Aulia tidak mau, mereka sama-sama berhijab tapi tidak dengan cadar mereka. Aliya sangat patuh saat Mama nya berbicara tegas dan ada kalah nya kalau mereka bertiga akan selengan begitupun dengan yang lain.
Sedangkan Aisya duduk di sofa ruang keluarga dengan bersandar di sandaran sofa dengan memejamkan mata nya. Ara melihat putrinya yang frustasi. "Kenapa nak..??"
"Sudah lah aku tidak mau membahasnya Umi karena keadaan dapur sudah sangat kacau"
"Jangan kamu pikirkan itu mertua kamu sangat kaya mereka bahkan bisa membeli pabrik peralatan dapur untuk kamu"
"Ara yang benar saja kamu..!! Buat apa pabrik??"
"Buat stok kalau Jasmin membuat ula"
"Hah.. Lelah aku, aku ingin mandi saja setelah itu mau keluar makan malam dan kalian cepat mandi sebelum Opa tinggal"
Rico melangkah meninggalkan ruang keluarga dengan kesal bagaimana bisa istri dan cucu nya sangat kompak menghancurkan dapur untuk yang kesekian kali nya.
Aisya, Ara dan Aulia beranjak dari duduk nya mereka melangkah mengikuti Rico dari belakang untuk pergi ke kamar mereka masing-masing dan keluar bersama untuk makan malam.
__ADS_1