DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
MINUM


__ADS_3

Ara kembali beraktivitas seperti biasa nya dia datang ke kantor dengan rasa malas seperti biasanya karena selalu di ganggu oleh Rafa yang sudah dua bulan mendekam dalam jeruji besi.


Begitupun dengan Aisya yang juga kembali untuk berkerja di kantor yang sudah menjadi milik nya, Aisya kembali membuat perusahan kembali berjaya dan maju.


Walau masih ada rasa takut dan trauma Aisya masuk ke kantor dengan perasaan was-was takut kalau Rafa akan datang ke kantor dan melalukan kekerasan kepada nya.


Sedangkan Rafa yang ada di dalam jeruji besi tidak terawat sama sekali dengan rambut yang panjang, kumis yang panjang dan jenggot yang mulai memanjang, kulit kusam bagaikan gembel.


Tidak ada yang datang menjenguk nya, setelah dua bulan yang lalu Sisil datang yang hampir dia perkosa, dia tidak menyangka kalau dia akan kehilangan semua nya. Mulai dari istri, anak-anaknya, Harta, bahkan orang tua nya sudah tidak perduli dengan dirinya.


Bahkan dalam sidang terakhir Kedua orang tua nya tidak membelah dirinya, bahkan menjerumuskan nya semakin dalam ke dalam lobang gelap yang membuat nya akan lama mendekam di balik jeruji besi.


Kedua orang tua Rafa bukan benci kepada Rafa melainkan orang tua Rafa sangat kecewa, berulang kali Rafa membuat kesalahan yang harus membuat ke dua orang tua nya malu dengan mantan besan mereka.


Ara dan Rafa sudah sah berpisah sejak satu bulan yang lalu di saat Rafa terpuruk harus kehilangan Sisil dan dia resmi menjadi duda setelah itu sidang yang membuat nya membusuk di dalam penjara.


Bahkan teman satu sel dengan Rafa mengatakan kepada polisi untuk memindahkan dirinya atau Rafa ke sel yang lain karena mereka merasa jijik dengan penampilan Rafa yang tidak terurus.


Rafa kini duduk sendirian dia pojokan ruangan sel yang dingin, dia menatap semua teman-teman nya yang ada di sel tertawa dan bercanda, bahkan awal datang di bully habis-habisan kini sudah semakin akrab.


Tapi tidak dengan Rafa yang dari awal dijauhi karena Rafa tega mencekik anak angkat nya karena harta yang sudah di ahli kan kepada anak angkat nya.


Rafa tidak dia ajak bicara, tidak di dekati bahkan sering kali Rafa di sindir oleh yang lain, bahakan makanan yang seharusnya menjadi milik Rafa tapi Rafa tidak di beri oleh yang lain.


Terkadang Rafa satu minggu hanya makan dua sampai tiga kali, itu lah yang membuat tubuh kekar nya menjadi kurus kering dan kronta.


Sekarang saja Rafa tengah kelaparan karena jatah makan Rafa sudah di ambil setiap hari nya, bahkan minum saja Rafa sangat membutuhkan saat ini karena tenggorokan terasa sangat kering.

__ADS_1


Rafa mendekat kearah jeruji besi saat yang lain di lewati Rafa mereka menepi karena merasa sangat jijik dengan Rafa, Rafa ingin meminta air minum karena tenggorokan nya yang kering dan dia juga lapar.


"Pakk.. Saya minta minum pak..!! Saya haus pak"


Polisi yang mendengar teriakan Rafa mendekati sel yang di tempati Rafa dengan wajah garang nya, lebih tepat nya buka dengan wajah garang nya tapi dia berwajah tegas, datar dan dingin menjadi terlihat sangar dan garang.


"Kenapa..??"


"Saya minta minum pak, saya sudah seminggu belum makan dan minum pak tolong pak"


"Kamu tidak makan bukan kah selama ini sudah di beri jatah??"


"Tapi saya tidak di kasih pak, tolong pak saya benar-benar lapar dan haus pak"


"Kenapa jatah kamu selama ini?? Kalau kamu enggak dapat??"


"Hey.. kamu jangan fitna kami yah!!" ketus salah satu teman sel Rafa.


"Tidak pak kami tidak mengambil makanan dia"


Polis yang ada di depan Rafa bisa melihat kalau Rafa tidak berbohong soal makan dan minum karena wajah Rafa terlihat pucat dan bibir Rafa kering.


"Tunggu di sini aku akan mengambilkan kamu minum dan ingat jangan perna menyerah walau kamu hanya sendiri" Polisi memberi tau untuk mempertahankan dirinya sendiri walau dalam keadaan yang sulit.


"Iyah. Terima kasih pak.!!" Rafa sangat bersyukur akan mendapatkan minum, walau hanya minum Rafa sangat bersyukur agar tenggorokan nya tidak kering.


Tidak lama polisi datang membawa air mineral dan kotak putih di tangan nya, berjalan mendekat kearah Rafa yang masih setia di balik jeruji besi menunggu Polisi yang membawa makan dan minum.

__ADS_1


"Ini makan, cepat selesaikan aku akan menunggu di sini"


"Terima kasih pak, terima kasih" Rafa langsung membuka kotak putih yang di berikan polisi yang tengah duduk di kursi yang dia ambil entah dari mana.


Rafa makan nasi Ayam yang ada di kotak sampai habis setelah itu dia minum air mineral yang ada di dalam botol sampai tandas, Polisi yang ada di depan jeruji besi meminta kotak dan botol yang sudah tidak ada isinya.


Rafa merasa bersyukur hari ini dia bisa makan banyak, karena bisa di bilang kotak makan satu tapi isinya dua porsi. Belum lagi air yang membuatnya sangat kenyang dia kembali ke pojokan di mana dia akan tidur dan makan kalau di beri makan.


Rafa merebahkan dirinya di atas kardus yang ada di atas lantai dingin, Rafa memejamkan matanya karena terasa berat setelah makan. Tidak lama Rafa sudah masuk ke dalam Alam mimpi yang entah mimpi Apa.


Sedangkan polisi yang memberi makan Rafa menghubungi seseorang yang entah siapa yang dia hubungi, polisi mengatakan kalau Rafa dalam keadaan menyedihkan. Setelah menghubungi seseorang yang ada di seberang telpon polisi kembali ke ruangan nya.


Dia merasa heran dengan kehidupan ini banyak orang yang mau memikirkan orang yang sudah menyakiti nya berulang kali. Tidak mau ambil pusing Polisi itu kembali melanjut pekerjaan nya.


Jika di Kantor polisi Rafa sudah dalam keadaan kenyang berbeda di rumah Rafa dan Ara yang lama, Sisil tengah berbaring di atas ranjang dengan wajah yang sangat pucat.


Dia sudah dua minggu bolak balik kamar mandi untuk memuntahkan isi perut nya yang belum terisi apapun, saat Sisil makan sesuatu yang di siapkan oleh pelayan nya dia selalu memuntahkan nya.


Sisil merasakan ada yang aneh dengan dirinya, dia menduga kalau dirinya tengah hamil muda. Karena dulu saat hamil Alisia dia juga perna merasakan nya.


"Kalau aku hamil pasti kekasih ku akan mau menikahi" Lirih Sisil dengan percaya diri dengan memejamkan mata nya.


Sisil sudah menduga sebelum dia mendatangi Rafa dia sudah tidak datang bulan, dia juga sering pusing tapi dia tidak merasakan mual dan muntah dan baru ini Sisil merasakan kalau dia muntah dan mual.


Sampai dia merasa sangat lemas dan tidak kuat untuk bangun dari atas ranjang, Sisil beberapa hanya tiduran di atas ranjang dengan bermain ponsel nya yang tidak perna dia tinggalkan.


Tanpa makan dan minum hanya bolak balik ke kamar mandi dengan membawa ponsel nya, berharap ada yang memberinya perhatian sama dengan saat dia hamil Alisia.

__ADS_1


__ADS_2