
Setelah Menikah Ara dan Rafa tidak tinggal di rumah Zeufa atau rumah Adam melainkan rumah yang khusus dibeli Adam untuk hadia pernikahan Ara dan Rafa.
Rumah yang dibelikan Adam untuk Ara dan Rafa, mereka ada di dalam satu rumah tapi ada yang berbeda dan nuansa kamar yang juga berbeda.
Rafa memiliki kamar serba hitam dan Ara yang memiliki kamar serba putih. Ara yang memang sangat suka dengan warna putih menjadikan dia memiliki kamar yang jauh dari nuansa kamar Rafa
Kamar yang akan ditempati oleh Ara sendiri sebelum Rafa menerima nya menjadi istrinya. sedangkan Rafa berada didalam kamar nya sendiri yang ada disebelah kamar Ara dilantai dua rumah mewah yang dibelikan Adam.
Rafa yang ada didalam kamar masih mencoba menghubungi kekasih hatinya Sasa yang sekarang masih belum bisa dia hubungi dan meminta penjelasan atas kehadiran nya dalam pesta pernikahannya kemarin.
"Sayang kenapa kamu enggak mau angkat telpon ku!! Apa kamu marah karena mobil yang aku janjikan belum aku penuhi???" Rafa berceloteh sendiri dikamar nya dengan mondar mandir.
Dengan sangat sabar Rafa menghubungi kembali kekasih nya sudah beribu pesan dan panggilan tidak ada satu jawaban pun yang dijawab atau dibalas oleh Sasa.
Sedangkan Sasa sedang menggoyangkan badan nya mengikuti irama musik yang terdengar sangat kencang tapi tidak membuat Sasa bergoyang.
Dia tidak menghiraukan ponsel nya yang dia tau kesenangan nya tanpa memikirkan Rafa yang sedang merindukan nya. Cinta nya Rafa yang fana. Rafa tertutup cinta buta untuk Sasa.
Sedangkan Ara yang baru selesai sholat malam dia mendoakan suami nya di atas sajadah nya, di mengadukan semua nya kepada Allah. Ara percaya kalau sewaktu saat Suami nya akan bisa mencintai nya.
Yang Ara sendiri tidak tau kapan suami nya akan mencintai dan menganggap dia istrinya, yang Ara tau doa Istri selalu di dengar sang maha pencipta.
Setelah mendoakan suami nya Ara melanjutkan dengan mengaji sampai adzan subuh terdengar, Ara setelah mengaji melanjutkan sholat subuh setelah sholat Ara tidak lupa membaca surat surat pendek dia juga tidak lupa mendokan suami nya yang sedang tertutup cinta perempuan lain.
__ADS_1
Ara yang sudah sholat subuh dia tidak tidur melainkan keluar kamar dia turun kelantai bawa untuk membuat sarapan untuk dirinya dan suami nya, Dan juga dengan pelayan yang ada di rumah nya.
Ara menuruni anak tangga satu persatu dari lantai dua, setelah dia sampai di anak tangga terakhir dia melihat suami nya masuk kedalam rumah yang entah dari mana.
Rafa yang tau ada Ara di tangga dia melewati begitu saja, tanpa berminat untuk menyapa sedangkan Ara menatap Suami nya menaiki tangga ke lantai dua.
Ara melanjutkan langka nya untuk ke dapur untuk memasak untuk sarapan, Ara masuk ke dapur yang sudah ada pelayan yang bertugas untuk memasak.
"Bu, biar Ara saja yang memasak ibu bantuin aja yah"
Yanti pelayan yang ada di bagian memasak menolah ke arah sumber suara saat mendengar suara yang sangat lembut.
"Nona, kenapa nona sudah bangun???"
"Saya sudah bangun sedari jam 3 dinihari bu"
"Ara mau memasak untuk sarapan ibu bantu bantu saja"
"Tidak apa apa Bu, ini kan harus nya tugas Ara"
Yanti tersenyum mendengar Nona nya menghargai nya sebagai pelayan yang ada di rumah nya tutur kata nya juga sanga lembut.
"Bu hari ini Ara ingin membuat yang simpel saja Nasi goreng sayur dengan diberi sosis dan telur mata ayam"
"Maksud Nona telur mata sapi"
"Sudah berganti nama kah bu"
"Haha sejak dulu nama nya telur mata sapi Non bukan mata Ayam"
Setelah bercanda dengan Yanti Ara melanjutkan memasak, Ara mulai membuat bumbu sedangkan Yanti menggoreng sosis yang akan dimasukkan ke dalam nasi goreng.
__ADS_1
Ara juga sudah mencuci sayur yang akan dia gunakan untuk nasi goreng, Ara memulai menumis bumbu nasi goreng, setelah itu Ara memasukan Nasi dan berbagai macam bahan yang akan digunakan membuat nasi goreng.
Setelah satu jam berlalu Ara sudah menyajikan nasi goreng nya ke atas meja dan juga menaruh telur mata sapi nya di atas meja, Setelah selesai semua Ara meninggalkan dapur.
Ara menaiki tangga untuk naik ke lantai dua, dia ingin membersikan diri nya sebelum sarapan dan pergi ke kantor Zeufa. Sekarang Ara berkerja di kantor Papi nya niat awal ingin menjadi Dosen atau guru dia urungkan.
Ara masuk ke dalam kamar nya langsung masuk ke dalam kamar mandi, Setengah jam berlalu Ara sudah menyelesaikan acara mandinya, dia juga sudah sanga rapi.
Setelah semua keperluan nya untuk ke kantor Zeufa sudah Ara siapkan dan dia masuk kan ke dalam tas mahal nya Ara keluar dari dalam kamar.
Pas sekali berpapasan dengan Rafa yang ingin turun, Rafa pura pura tidak melihat ada Ara yang samping nya dia berjalan menuruni tangga tanpa menghiraukan Ara. Ara melihat punggung suami nya yang menuruni anak tangga.
Ara perlahan mulai menuruni anak tangga dari lantai dua, Ara perlahan menuruni tangga dengan menatap punggung suami nya yang siap berangkat bekerja.
Rafa berjalan ke arah dapur ruang makan yang tidak jauh dari dapur, Ara juga mulai masuk ke dalam ruang makan duduk di kursi sebrang Rafa. Rafa tak menghiraukan itu.
Rafa mulai mengambil makanan yang ada di meja makan, Rafa dengan sangat menikmati nasi goreng buatan Ara. Sepertinya Rafa sangat suka dengan nasi goreng buatan Ara sampai dia menambah nasi nya.
Saat melihat Yanti keluar dapar. "Bik masakan kamu enak banget nanti malam rikues Ayam bakar pedas yah???"
Saat ingin menjawab Ara menatap Yanti anggar tidak memberi tahu dia yang memasak nya. Ara mengedip ngedipkan mata nya dan untung nya Yanti paham dengan kode yang diberi Ara.
"Baik tuan muda"
Baru Ara mengambil nasi goreng nya saat mendengar suara Yanti menyanggupi Rafa Ayam bakar buatan nya. Dan tentu saja menu rikues Rafa Ara sendiri yang akan membuat nya.
Ara memulai makan nasi goreng buatan nya sendiri dengan sesekali melirik suami nya yang sangat lahap makan nasi goreng. setelah makan dan meminum susu Rafa beranjak dari duduk nya berbalik melangka meninggalkan ruang makan.
Sedangkan Ara sendiri masih menyelesaikan acara sarapan nya sendiri, dia tanpa menatap punggung Rafa, Ara malah fokus kepada nasi goreng yang ada di depan nya.
__ADS_1
Rafa masuk ke dalam mobil meninggalkan rumah mewah yang dia tempati untuk datang ke apartemen Sasa. Dia ingin meminta penjelasan kepada Sasa, Rafa yang selama ini tidak perna bisa marah kepada Sasa yang notabene nya tidak tulus mencintai Rafa.