DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
SAH.


__ADS_3

"Umi..!!" Aisya menatap Umi nya yang tengah melepas hijab nya karena sudah ada di dalam kamar, Ara juga ingin tidur karena rasanya dia sangat mengantuk.


"Iyah sayang.." Ara menyahut dengan merebahkan dirinya di ranjangnya.


"Umi beneran mau menikah..??" Aisya masih tidak percaya kalau Ara akan menikah.


"Kenapa kamu tidak setuju Umi menikah..?? Kalau tidak setuju Umi batalkan sayang"


Aisya ternganga mendengar ucapan Umi nya yang terkesan sangat santai saat bicara membatalkan pernikahan, seolah dia tengah membeli permen yang tidak di sukai.


"Bukan tidak setuju Umi..!! Tapi sejak kapan Umi punya gebetan yang sangat tampan?? Tiba-tiba mau menikah" Aisya menata Umi nya dengan bingung dan juga heran.


Sedangkan Ara yang di tatap malah terlihat sangat santai dan terlihat biasa saja, tiada ada malu-malu meong yang menghiasi wajah Ara, malah terkesan biasa saja.


"Dia teman Umi waktu sekolah dulu sayang, dia dulu sangat gendut, tidak ada yang mau berteman dengan nya kalau bukan Umi"


"Oh jadi teman lama dan kini bertemu kembali begitu Umi..??"


"Iyah sayang"


"Lalu soal anak..?? Anak siapa Umi..??"


"Anak Umi dan Anak dia"


"Sejak kapan Umi mengandung dan melahirkan anak..??"


Huufff..


Ara menghela napas lelah mendengar pertanyaan Aisya yang sulit untuk di jelaskan, dia ingin membuat kejutan untuk Aisya dan yang lain saat nanti di pernikahan nya dengan Alex.


Aisya malah menatap Umi nya dengan bingung bagaimana Ara sekarang malah melamun dengan menatap langit-langit kamar. "Umi..!!" Aisya memanggil Ara yang tengah melamun.


"Iyah kenapa lagi..??" Ara mencoba mengalikan pembicaraan mereka yang membahas Aufia.


"Anak siapa Umi..??"


"Anak nya dia kan juga anak Umi sayang" ucap Ara yang masih tidak di percaya oleh Aisya.


Ara yang melihat Aisya tidak percaya berpikir untuk mengalikan pembicaraan yang membuat Aisya lupa dengan pembahasan anak. "Ya Allah Umi lupa kalau belum minta restu Mami dan Papi"


Ara langsung bangun dari rebahan nya dia mengambil ponsel yang ada di samping bantal nya, sedangkan Aisya malah mendengus melihat Umi nya yang malah mengalihkan pembicaraan mereka. "Umi kenapa Umi malah mengalihkan pembicaraan..??"


"Sayang, Umi tidak mengalihkan pembicaraan, tapi Umi belum memberi tahu Nenek dan Kakek Sayang" ucap Ara dengan mengotak atik ponsel nya.


Ara menempelkan ponsel nya di telinga nya saat sambungan telpon sudah terhubung dengan Mami nya yang ada di rumah.


"Assalamualaikum Mi.."

__ADS_1


"Waalaikumsalam nak.. Kenapa..??"


"Ara ingin meminta doa dan mengundang Mami dan Papi ke rumah Aisya besok pagi Mi..!!"


"Meminta doa, setiap hari Mami sudah mendoakan kamu nak, walau kamu tidak meminta sayang..!! Ada acara apa nak besok..??"


"Ara akan menikah Umi, acaranya sangat mendadak jadi baru sekarang Ara menghubungi Mami"


"Menikah nak..?? Dengan siapa..?? Apa kamu sudah yakin nak..??"


"Sudah Mi dengan teman sekolah Ara, Alex Mi.. Apa Mami ingat Alex..??"


"Alex sih gendut nak..??" yah Aisya yang selalu memanggil Alex dengan gendut karena julukan sayang dari Aisya. Walau begitu Alex tidak marah dan Aisya juga tidak benci dengan Alex walau dia gendut.


"Iyah Mi, apa Mami merestui kami Mi..??


"Mami merestui kamu nak, dengan siapa saja asal kamu bahagia sayang"


"Terima kasih Umi, besok sebelum jam 9 pagi Mami dan Papi harus sudah datang"


"Iyah Nak, ini juga Papi kamu sudah kepo dengan siapa, mungkin Papi kamu lupa dengan Alex"


"Iyah sudah Mi, Ara tutup dulu dan jangan biarkan Papi ingat dengan Alex kalau Papi lupa Mi..ini Aisya sudah menggerutu di samping aku Mi"


"Kenapa dengan Aisya nak..?? Apa dia tidak setuju dengan pernikahan kamu..??"


"Hahaha.. Yah sudah kamu jangan terlalu lelah besok hari yang penting buat kamu nak"


"Iyah Mi"


Ara menutup sambungan telpon dengan Mami nya, Ara kembali menatap Aisya yang ada di samping nya dengan bertanya dan bingung. "Kenapa kamu merengek, apa uang jajan kamu kurang"


Aisya mendengus mendengar pertanyaan Ara yang sungguh menyebalkan, bagaimana bisa dirinya kekurangan uang jajan sedangkan dia sendiri sudah mendapatkan jatah dari Ara dan Andika.


Aisya beranjak dari duduk nya lalu melangkah meninggalkan Ara yang terkekeh melihat putrinya yang meninggalkan nya. Ara yakin Aisya sebentar lagi akan kembali dengan membawa sogokan untuk Ara tapi Ara lebih dulu mengunci pintu kamar nya.


Dan benar saja Aisya membawa cake kesukaan Ara dan sayang sekali saat Aisya memutar gagang pintu tidak bisa pintu nya sudah di kunci oleh Ara.


"Umiii....!!" pekik Aisya di depan pintu Ara.


Ara yang ada di dalam kamar terkekeh mendengar teriakan Aisya di depan pintu kamar nya, Aisya memejamkan matanya setelah tidak mendengar suara Aisya.


Esok hari jam 09:00..


Ara di temani Jasmin dan dobel Aisya di dalam kamar, Ara terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya yang indah yang melekat di tubuh indah Ara, walau usianya tidak muda lagi tapi Ara masih terlihat seperti remaja.


"Umi terlihat sangat cantik dan anggun"

__ADS_1


"Terima kasih sayang"


"Aisya mengatakan yang sesungguh nya Umi"


Jasmin dan Aisya tersenyum melihat Aisya bisa menerima pernikahan Umi nya yang mendadak. Bagi Aisya kebahagian Ara yang paling penting di dalam hidup nya.


"Terima kasih sudah mau menerima pernikahan Umi nak, Umi takut kalau kamu menolak pernikahan Umi dengan Alex"


"Selama Umi bahagia, Aisya juga bahagia Mi"


Jika di dalam kamar para perempuan tengah sibuk dengan pembicaraan mereka di bawa semua orang tengah menatap Alex yang sudah ada di depan Zeufa yang akan menikahkan Ara dengan Alex.


"Bismillahirrahmanirrahim.. Saudara Alex Alandra bin Ruddy Alandra, saya Nikahkan dan saya Kawinkan Anda dengan anak perempuan saya Zeina Johara Abraham dengan Mas kawin 1M di bayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Zeina Johara Abraham binti Zeufa Abraham dengan Mas kawin tersebut dibayar tunai"


"Bagaimana para saksi..??"


"Sah..!!"


"Sah.."


"Sah.."


"Alhamdullila..." Penghulu membacakan doa untuk pengantin baru.


Ara yang ada di dalam kamar dengan perempuan lain di dalam kamar mendengar suara lantang Alex dan suara riau sah mengucap Alhamdulillah, mereka bersyukur acara pernikahan kedua Ara berjalan dengan lancar.


Aisya menggandeng Ara untuk keluar dari dalam kamar yang tidak jauh dari ruang tamu, sedangkan Aisya dan Jasmin ada di belakang ibu dan anak yang ada di depan nya.


Aisya membantu Ara duduk di samping Alex yang menatap Ara dengan cinta dan sayang. "Ya Allah terima kasih atas apa yang engkau berikan kepada ku" batin Alex yang sangat bersyukur penantian nya tidak sia-sia.


Saat tengah melakukan ritual di mana selesai ijab qobul semua orang yang ada di dalam ruang keluarga mendengar suara yang lembut, Aisya dan Ara sangat mengenal baik suara yang mereka dengar.


Aisya langsung berbalik menatap siapa yang datang di acara pernikahan Umi nya, Aisya beranjak dari duduk nya saat melihat mata yang selalu dia tatap saat tengah bertengkar dan berebut sesuatu.


"Au-Aufia..!!" Lirih Aisya tanpa sadar air mata nya menetes membasahi cadar yang di pakai.


Sedangkan Aufia menatap kakak nya dengan rindu, dia menatap satu persatu keluarga nya yang Aufia sudah ingat. Ara dan Alex menatap Putri mereka dengan sayang terutama Alex yang sudah merawat Aufia selama ini.


"Naila, kamu sudah datang nak..??"


"Baru saja Dad, ini gara-gara Mas Alvin yang sibuk memilih hadia untuk Umi"


"Naila..??" Ulang Aisya yang yakin kalau dia adik nya yang sudah hilang bertahun-tahun.


"Naila, Alvin ayo sini kenalkan kalian pada semua keluarga kalian" ucap Alex yang menatap putri dan Alvin.

__ADS_1


Pernikahan Alex dan Ara yang membawa teka-teki untuk anak-anak dan keluarga nya dengan rasa penasaran yang ada di dalam hati mereka.


__ADS_2