DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
AUFIA DAN ALEX


__ADS_3

Aisya dan Ara pergi ke kantor bersama dengan satu mobil yang di kendari oleh Aisya, hari ini Mobil yang Ara biasa pakai mogok di saat yang tidak tepat karena ada meeting dengan klien penting.


Aisya menawarkan Umi nya untuk berangkat bersama, sebenarnya Ara tidak ingin membuat putrinya terlambat tapi apa lah daya dia juga membutuhkan tumpangan.


Aisya menghentikan mobil nya di depan pintu Masuk lobby kantor Ara, Ara turun setelah Aisya mencium tangan Umi nya. Tangan yang menyelamatkan dirinya dari orang-orang jahat, tangan yang dulunya menimang-nimang nya dengan kasih sayang.


"Umi, turun dulu yah nak terima kasih dengan tumpangan ini..!! Assalamu'alaikum.."


"Waalaikumsalam Umi"


"Kamu hati-hati yah nak, nanti enggak usah jemput Umi akan pulang dengan taksi"


"Jangan naik taksi Umi, biar Aisya yang menjemput Umi"


"Jangan sayang nanti kamu pulang telat kasihan anak-anak"


"Umi..!!"


"Tidak apa, Umi akan baik-baik saja"


Ara melangkah meninggalkan Mobil Aisya yang masih ada di depan lobby kantor Ara, Aisya baru meninggalkan kantor Ara setelah Ara masuk ke dalam kantor nya.


Ara langsung naik ke lantai atas karena dia sudah di tunggu klien nya yang memang ingin bertemu pagi, karena nanti siang Klien nya akan perjalanan Bisnis keluar Negeri.


Ara keluar dari dalam lift dia berjalan ke arah pintu ruang Meeting di mana akan diadakan meeting. Ara membuka pelan ruangan meeting yang di dalam nya sudah ada Sekertaris Ara, Klien, Asisten pribadi Klien dan perempuan yang dulu perna Aisya temui di Mall beberap tahun yang lalu Naila.


"Assalamualaikum.. Maaf saya terlambat datang"


"Waalaikumsalam"


Ara langsung memulai acara Meeting nya tanpa fokus kalau di sana ada perempuan yang dulu dia temui menatap Ara dengan pandangan yang sulit di artikan, entah apa arti pandangan itu yang jelas Naila menatap Ara dengan aneh.


Meeting berjalan dengan lancar kedua belah pihak menyetujui semua yang tertera di berkas dan yang di jelaskan Ara dan Sekertaris nya. Meeting berakhir dengan Ara yang juga belum menyadari kalau Klien nya adalah teman nya di masa lalu.


Sekretaris dan Asisten pribadi Klien meninggalkan klien karena permintaan Tuan nya yang menyuruh meninggalkan nya di ruangan Meeting. "Ara.. Kamu bukan nya Ara..??"


Ara yang tengah menatap layar laptop nya mendengar suara yang asing dia dengar, karena Ara merasa kalau semua sudah keluar dari ruangan Meeting dan tinggal dia saja.

__ADS_1


Ara mendongak menatap pria tampan dan sipit yang ada di depan nya dan juga Ara menatap perempuan yang ada di samping Pria tampan yang memanggil nya.


"Iyah saya Ara.. Apa bapak mengenal saya..??" Ara masih menatap Naila yang juga menatap nya adu kontak mata mereka tidak di sadari oleh pria yang ada di samping Ara.


"Ara kamu lupa dengan aku, aku Alex teman kamu waktu sekolah SMA.."


"Alex.. Alex sih gendut yang tidak punya teman dan di jauhi semua anak-anak??"


"Kamu jangan begitu lah Ara, kenapa kamu membongkar semua di depan Putri ku"


"Putri..?? Jadi dia putri kamu???" Tanya Ara yang tidak yakin kalau dia putri Alex


"Iyah kenapa cantik yah??"


"Dari mana kamu mendapatkan anak Alex?? Sedangkan kamu tidak menikah bukan??"


Deg...!!


Rahasia yang lama dia tutupi kini Ara tanpa sengaja membongkar nya, dia lupa kalau Ara tau kalau selama ini dia tidak menikah karena Alex perna mencintai Ara dan perna berjanji tidak akan menikah dengan siapa pun kecuali Ara.


"Maaf.. Aku hanya bergurau saja, kamu tidak akan melakukan janji konyol yang kamu buat waktu itu bukan??"


Deg...


Naila yang ada di samping Alex menatap Daddy nya dengan tidak percaya, kalau dia bukan anak kandung nya lalu dia anak siapa. "Dad..!!"


Alex menatap putrinya yang selama ini dia rawat tanpa tau siapa nama dan keluarganya karena Alex menemukan Naila saat dia pergi berlayar dengan saudara jauh nya waktu itu dan menemukan Naila yang ada di atas pelampung dengan tidak sadarkan diri.


"Semua yang sudah di bongkar oleh teman lama Daddy, dan buat apa Daddy menutupi semua nya nak.. Kamu memang bukan putri Daddy, Daddy menemukan kamu saat Daddy berlayar waktu itu"


"Apa maksud kamu Lex..??"


"Iyah aku menemukan Naila tanpa identitas di laut dengan memeluk pelampung"


Ara tanpa terasa meneteskan air mata nya, air mata yang sudah lama tidak keluar kini keluar kembali karena mendengar kenyataan kalau Naila perempuan yang perna dia temui adalah anak asu teman lama nya Alex, Alex juga yang mencintai nya selama ini sampai saat ini.


"Jadi kamu Aufia ku, Aufia Umi yang hilang beberapa tahun yang lalu nak..!!"

__ADS_1


"Apa maksud kamu Ara..??" Alex tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Ara cinta nya sampai saat ini yang tidak terbalas.


Ara menceritakan semua yang terjadi kepada Alex saat sebelum dan sesudah Aufai berangkat ke Kairo untuk mengejar cita-cita nya, kecelakaan Pesawat yang membuat dia harus kehilangan Aufia nya anak kandung satu-satu nya dengan Rafa.


"Apa mungkin dia putri kamu Ara..??"


"Bukan mungkin Lex dia memang putri ku anak kandung ku, Aufia ku" Ara mengambil ponsel nya dan menunjukan photo Aufia saat tidak bercadar.


Alex melihat photo yang ada di ponsel Ara dengan tidak percaya kalau selama ini dia sudah menganggap anak Ara sebagai putri nya sendiri, seakan takdir ingin mempertemukan dirinya dengan Ara kembali melalui Naila.


"Jadi dia putri kamu yang hilang saat kecelakan pesawat..?? Takdir ingin mempertemukan kita melalui Naila..!! Maaf siapa nama nya tadi Ara??"


"Raufia Abraham Hendarso.."


"Nak kamu anak dari teman lama Daddy yang kini sudah bertemu dengan ibu kamu yang sesungguh nya"


"Kenapa Daddy baru mengatakan nya sekarang??"


"Karena Daddy enggak mau kehilangan putri Daddy walau bukan anak kandung Daddy"


"Jadi benar Naila bukan anak kandung Daddy..!!"


"Iyah nak, kamu bukan anak kandung Daddy, Maafkan Daddy yang sudah tidak jujur dengan kamu selama ini nak"


"Karena itu Daddy tidak perna menjawab kalau Naila bertanya tantang Mommy"


"Iyah, karena selama ini Daddy belum menikah dan menunggu Ara, ibu kamu"


Naila menatap Ara yang sudah menangis terlihat dari cadar nya yang basa karena air mata, dia menatap mata indah milik Ara yang menatap nya dengan sendu.


"Dulu dia bercadar Lex, tapi saat ini dia membuka cadar nya dengan tidak ingat dengan dirinya sendiri, tapi aku bersyukur kamu tidak membiarkan putri ku membuka jilbab nya"


"Tidak Ara dulu saat aku menemukan Naila dia berhijab tanpa cadar, Maaf aku tidak tau"


"Tidak ini bukan salah kamu Lex ini salah ku yang tidak bisa menghentikan putri ku untuk tidak pergi waktu itu"


Ara kembali menyesali semua nya saat dirinya membiarkan Aufia pergi waktu itu, andai dengan tegas Ara melarang Aufia mungkin saat ini dua anak nya masih belum menikah dan sama-sama kuliah di tempat yang mereka inginkan.

__ADS_1


"Tapi Maaf sebelum aku ingat semua nya apa aku bisa tinggal dengan Daddy saja???" ucapan Naila membuat hati Ara tersayat, tapi dia tidak memaksa Aufia dengan berat hati Ara mengijinkan nya.


__ADS_2