
"Assalamualaikum.." ucap pria berbadan tegap, kekar, tampan bermata sipit, hidung mancung, rambut hitam.
"Waalaikumsalam.." sahut tiga orang yang ada di ruang keluarga, Ara, Naila dan Alex menatap calon suami Naila.
"Lho.. Ini anak siapa tampan sekali..?? Apa jodoh Umi..??" Goda Ara
Alex dan Naila mendengus mendengar ucapan Umi nya yang terkesan menyebalkan, sedangkan Pria tampan yang ada di depan nya tersenyum menatap Ara.
"Silahkan duduk Nak, jangan hiraukan Umi Naila..!!"
"Iyah Dad, Terima kasih" Pria tampan duduk di samping Naila yang menatap pria itu dengan senyum.
"Selamat Malam Sayang..!!"
"Selamat Malam Mas"
Romantis bukan, tentu saja Romantis pria tampan, sopan dan Mapan. Incaran para kaum hawa yang masih jomblo.
"Umi dia Calon Mantu..!! Kan Umi sudah ada Daddy kenapa melirik Mas Alvin" Naila balik menggoda Ara.
Ara mendengus mendengar godaan Anak nya yang bikin bikes Gaes. "Daddy kamu jelek, Umi tidak Mau" ketus Ara yang hanya bercanda.
"Ara kamu selalu memujiku setiap hari apa tidak bosen dan sekarang di depan menantu kamu"
"Menyebalkan sekali kalian berdua"
"Sudah-Sudah.. Daddy mau menjelaskan semua nya kepada Nak Alvin kalau sebenarnya Daddy bukan lah Ayah kandung Naila atau Aufia, Daddy beberapa tahun yang lalu menemukan Naila di laut saat berlayar dengan keadaan tidak sadarkan diri..!! Daddy mengangkat Naila anak Daddy setelah mengetahui kalau Naila tidak ingat siapa dirinya sendiri, tapi takdir berkata lain Naila bertemu dengan Umi nya yang sekarang ada di hadapan Nak Alvin, Zeina Johara Abraham atau Ara..!! Ayah kadung Naila ada di dalam penjara karena suatu kesalahan yang tidak bisa di toleransi, Abi dan Umi Naila kandung sudah bercerai sebelum menemukan Naila. Dan Daddy berencana menikah dengan Umi kalau kalian merestui" Alex menjelaskan semua apa yang terjadi tidak ada yang di tutupi oleh Alex dan Ara juga tidak melarang kalau semua terungkap.
"Kalau Daddy ingin menikah kenapa tidak, toh Daddy juga sendiri" ucap Alvin yang menyikapi semua dengan dewasa.
"Tidak Umi tidak mau sama dia"
"Umi harus mau kalau enggak mau Naila enggak mau ikut Umi pulang"
"Kamu ngancem Umi, iyah..?? Emang yah kamu terlalu lama tinggal sama buaya ini jadi kamu tertular nak"
"Aku tidak buaya yah Ara, buktinya aku setia menunggu Ara yang cantik"
"Kamu tau dari mana aku cantik"
"Dari mata kamu..!!!"
__ADS_1
"Gombal basa dan bau"
Pembahasan mereka sampai sudah waktu nya makan malam, Ara mengajak yang lain makan malam. Hari ini makan malam Ara langsung yang memasak karena ingin menyambut calon menantu nya yang ingin meninggalkan kesan yang baik untuk Menantu nya.
Mereka berempat duduk di kursi meja makan dengan makanan yang sudah tersaji di atas meja dengan rapi, Alex memulai mengambil makanan yang ada di atas meja.
Setelah itu Ara dan di ikuti Naila lalu Alvin, Alvin yang bukan asli indo melainkan cindo, Mama nya Indo Papa nya Cina.
Mereka makan malam dengan di selingi canda dan tawa keempat orang yang tengah makan malam. Ara ingin menggunakan kesempatan ini untuk kembali menyuruh Aufia bercadar.
"Nak Alvin, Umi mau bicara sedikit boleh Nak..???"
"Boleh Umi"
"Dulu Naila bercadar seperti Umi, Umi mau kalau Naila kembali Bercadar untuk menutupi Aurat nya apa kamu membolehkan nya..??"
"Sejujurnya Alvin juga ingin Naila bercadar setelah menikah Umi, tapi Alvin menunggu sah baru meminta Naila bercadar..!! Alvin enggak rela kalau kecantikan istri Alvin di nikmati pria lain"
"Alhamdullilah kalau kamu punya keinginan yang sama dengan Umi nak" Ara sangat bersyukur karena Alvin punya pemikiran yang sama dengannya.
"Bagaimana Nak apa kamu mau sayang..??"
"Iyah Umi"
Naila juga sudah mengingat nama aslinya tapi dia tidak ingin memakai nama Aufia kembali dia mau memakai nama Naila saat setelah tau kalau Abi nya bertindak kejahatan.
Ara maupun Alex tidak keberatan kalau Aufia menyandang Marga Alex, Alex malah senang karena dia punya anak walau bukan anak kandung nya sendiri.
Ara menatap Alex yang ada disamping nya dengan pandangan yang sulit diartikan, Ara sangat bersyukur yang menemukan Aufia adalah Alex teman lamanya. "Lex.. Terima kasih atas apa yang sudah kamu lakukan untuk Naila"
"Jangan berterima kasih Ara, aku sudah menganggap Naila anak kandung ku" Lirih Alex menatap Naila yang ada di samping Alvin.
"Ini semua karena kebaikan kamu Lex"
"Sudah lah bahas yang lain saja, soal pernikahan kita saja Ara"
"Kamu jangan menjadi bodoh Lex"
"Karena kamu yang membuat aku bodoh Ara, karena kamu aku menunggu kamu sampai saat ini"
"Sudah lah Ara aku serius ingin menikahi kamu dan menjadi Daddy yang sebenarnya untuk Naila"
__ADS_1
Huufff..
"Sudah lah Umi menikah saja, toh hidup sendiri tidak enak"
"Iyah Umi menikah akan tidak berdosa malah menjadi pahala untuk Umi"
"Baik lah Umi mau menikah dengan Daddy tapi Umi enggak bisa membuatkan kalian adik karena Umi kan sudah menjelaskan nya, dan kamu Lex aku tidak bisa memberi kamu keturunan"
"Naila dan Aisya sudah cukup untuk ku Ara jangan kamu menjadikan beban pernikahan kita, aku ingin pernikahan kita menjadi pernikahan yang akan mengantar kita nanti nya syurga nya Allah"
"Terima kasih Lex..!!"
"Sebelum Naila menikah sebaiknya kita menikah terlebih dahulu"
"Kenapa harus buru-buru..??"
"Aku mau nanti pas nikahan Naila dan Alvin aku bisa bergaya dengan ada kamu di samping ku"
Ara memutar matanya malas mendengar ucapan Alex yang terkesan menyebalkan. "Kalau begitu tiga hari lagi kita menikah Lex"
"Terima kasih Ara"
"Kamu besok datang lah ke rumah anak dan menantu ku besok aku kan mensherlock"
"Iya.. Aku kan meminta ijin kepada putri kamu yang lain"
Mereka menyudahi makan malam dengan rasa yang bahagia tidak ada lagi yang di tutupi tidak ada lagi yang harus kecewa, Ara juga sudah setuju menikah dengan Alex sahabat lama nya yang sudah rela tidak menikah hanya menunggu Ara hingga saat ini Ara sudah mempunya cucu.
Ara pamit pulang karena hari semakin malam, Alex mengantar Ara dan Mobil yang Ara gunakan Ara tinggal di rumah Alex.
Sedangkan Naila dan Alvin melanjutkan pembahasan pernikahan mereka yang tinggal satu bulan lagi persiapan yang masih 50℅ membuat Naila dan Alvin harus segera menyelesaikan nya.
"Mas, kamu tidak kecewa dengan ku karena rumah tangga Abi dan Umi yang sudah tidak lagi bersama"
"Sayang jodoh, maut, rejeki sudah ada yang mengatur dan kamu jangan perna mengatakan atau bertanya sesuatu yang sudah di kendaki Allah"
"Terima kasih Mas"
"Yang penting besok Abi kamu harus hadir untuk menikahkan kita"
"Apa Mami dan Papi tidak akan malu Mas??"
__ADS_1
"Naila aku yang akan bicara dengan mereka"
Mereka melanjutkan pembahasan tanpa memikirkan hari esok yang akan datang, mereka fokus ke pernikahan mereka yang kurang satu bulan lagi.