DI ATAS SAJADAH

DI ATAS SAJADAH
IKHLAS


__ADS_3

Ara menangis di bawa selimut tebal yang menutupi nya, dia tidak menyangka kalau mahkota yang selama ini dia jaga harus direnggut paksa oleh suami nya sendiri. Ara menangis dalam diam dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, dari mulai ujung kepala sampai ujung kaki.


Sedangkan Rafa kini berbaring lemas disamping Rafa, Rafa melirik istrinya yang langsung menutup seluruh tubuh nya sampai tidak terlihat. Rafa sebenarnya sangat menyesal tapi dia tidak bisa menahan obat yang tengah menguasai diri nya.


Rafa yang sedikit memiliki tenaga memiringkan badannya menghadap Ara, Rafa melihat selimut yang membungkus Ara. "Ara Maafkan aku!!! Aku sedang di kuasai obat, aku enggak perna melakukan nya Ara!! Maafkan aku Ara"


Ara hanya diam tidak menjawab permintaan Maaf Rafa, dia bungkam seribu bahasa Ara hanya menangisi semua yang terjadi, dia ingin memberikan hak nya tapi dengan cara baik baik tidak dengan memaksa.


"Ara aku pulang untuk mencari kamu!! Aku enggak bisa melepasnya dengan wanita lain Ara"


"Kamu jadikan aku pemuas kamu Mas" Akhirnya Ara bersuara dengan nada yang bergetar.


"Kamu istri aku Ara, istri sah ku"


"Tapi kamu tidak perna menganggap aku istri Mas"


"Kita sudah sepakat Ara agar memulai semua dari awal dan kamu juga menyetujuinya Ara"


"Iyah tapi kamu masih berhubungan dengan Sasa Mas"


"Aku sudah memtuskan dia, aku dan dia enggak ada hubungan apa pun Ara"


Rafa memeluk Sasa dari samping dia mencoba dekat dengan istrinya, karena dia yang pertama mengambil mahkota nya dan Ara juga yang sudah pertama membuka segel Rafa.


"Ara Maafkan aku!! Kita mulai dari Awal Ara, aku tidak akan dekat dengan wanita lain selain kamu Ara"


Ara tidak menjawab dia masih menangis dalam diam, Ara tau kalau Ara tenga menangis dalam diam Rafa mencoba menenangkannya dengan mengusap selimut yang Ara gunakan berharap Ara bisa merasakan usapan nya.


Rafa memejamkan mata nya mengingat bagaimana dia memaksa Ara untuk melepas sesuatu yang tidak dapat dia kendalikan gara gara obat yang sengaja di berikan kepada nya.


"Ternyata benar apa yang di katakan Mama, Ara wanita yang baik terbukti Ara masih menjaga mahkota nya sampai dirinya yang merebut paksa" Batin Rafa dengan memeluk Ara dari belakang.


Sedangkan Ara sudah terlelap karena lelah menangis dan juga lelah telah di paksa oleh Rafa suami nya, Ara mencoba ikhlas dengan apa yang terjadi hari ini, dia yakin semua ini sudah kehendak yang maha kuasa.


Ara bangun dari tidur nya karena merasa perut nya sangat lapar, dia mencoba bangun tapi rasa sakit nya membuat Ara susah bergerak. Rafa yang masih tertidur terganggu dengan gerakan Ara, Rafa mencoba membuka mata nya yang sudah terasa sangat berat.


"Ara kamu kenapa???"


"Sakit Mas???"


"Apa yang sakit Ara???"


"Dibawa sakit"

__ADS_1


"Maksud kamu itu kamu sakit???"


"Iyah Mas"


"Kamu mau kemana??? Apa butuh sesuatu???"


"Aku lapar"


Rafa menggendong Ara dengan membawa selimut nya ke kamar mandi, Rafa menurunkan Ara dengan sangat pelan di bathtub takut Ara semakin merasakan sakit. tentu saja Rafa juga belum menggunakan apa pun, setelah mendudukkan Ara, Rafa mengambil selimut yang membungkus Ara dengan sangat pelan.


Tentu saja Ara malu dia menutupi dada nya dengan kedua tangan nya dan menekuk kaki nya, Rafa tidak memperdulikan itu dia menghidupkan Air hangat untuk mengisi Bathtub.


Tidak sampai sana Rafa juga menuangkan sabun Mandi ke dalam bathtub, setelah selesai Rafa juga ikut masuk ke dalam bathtub dan tentu saja membuat Ara terkejut.


"Mas kamu mau ngapain???"


"Mandi" jawaban Rafa sungguh terlihat sangat santai


"Gantian lah Mas"


"Kamu harus terbiasa dengan semua ini kalau tidak di biasakan kamu tidak terbiasa"


"Tapi"


Rafa mengambil baju untuk Ara, setelah itu Rafa kembali masuk ke dalam kamar nya untuk di berikan kepada Ara yang sudah menunggu nya di ruang ganti. Rafa membantu Ara untuk memakai baju nya, setelah itu dia mengganti pakaian nya sendiri.


Ara dan Rafa keluar dari dalam walk in closet untuk turun ke bawa tapi saat ingin keluar Ara melihat jam weker yang ada di meja kecil milik Rafa yang ada di samping ranjang, dia mendekati jam itu lalu mengambil nya memastikan kalau memang jam nya benar atau salah.


Ara meminjam ponsel suaminya dia melihat jam yang ada di ponsel nya Rafa dan melihat jam yang di pegang ternyata sama. "Mas ini sudah jam 12 Malam"


"Hah??? Apa kita tidur terlalu lama Ara???"


"Seperti nya begitu!!"


"Kamu di rumah saja aku akan mencarikan kamu makan bagaimana???"


"Iyah Mas"


"Hati hati Mas"


Saat Rafa sudah ingin membuka pintu kamar nya Ara menghentikan Rafa. "Kenapa???"


"Aku rasa kita makan mie instan saja Mas"

__ADS_1


"Tapi Ara kamu belum makan Ara"


"Itu saja cukup aku bisa makan dua mie instan sekaligus"


Dengan segala bujukan akhirnya Rafa akhirnya mengala, Rafa dan Aura akhirnya turun kelantai satu untuk memasak mie instan yang selalu Ara stok untuk makan di malam hari saat dia tiba-tiba lapar.


Ara mengambil mie yang ada di penyimpanan makanan, dia mengambil tiga mie instan dua untuk nya dan satu untuk Rafa. Rafa menunggu Ara di meja makan yang tidak jauh dari tempat Ara memasak.


Setelah setengah jam berlalu Ara sudah menyajikan mie nya di meja makan, Rafa melihat mie yang Ara miliki banyak cabai yang terlihat. "Apa rasanya enak makan mie dengan cabai???"


"Tentu saja enak Mas"


"Aku boleh mencoba nya???"


"Tentu saja boleh" Ara memberikan mangkuk mie nya kepada Rafa, dia mencoba mie milik Ara.


Rafa dengan sangat ragu mengambil mie nya tapi rasa penasaran nya lebih mendominasi, Rafa mengambil mie nya lalu memakan nya. Rafa mengunyah mie nya dia merasakan mie nya yang memang sangat enak saat di makan dengan cabai ada rasa pedas, dan guri.


"Benar, rasanya enak Ara"


"Kalau kamu mau kamu bisa memakan nya Mas, aku akan makan milik kamu"


"Apa tidak apa apa Ara???"


"Iyah tidak apa apa"


Akhir nya Ara makan milik Rafa dan Rafa makan milik Ara yang ada potongan cabai nya, terlihat Rafa sangat menikmati mie yang Ara miliki. Begitupun dengan Ara yang menikmati mie milik Rafa, setelah Ara mencuci mangkuk bekas mereka berdua makan.


Ara dan Rafa naik ke lantai atas mereka berdua menaiki anak tangga satu persatu setelah Ara di anak tangga terakhir Ara ingin berjalan ke kamar nya tapi Rafa menghentikan Ara, Ara berbalik menatap Rafa dengan bingung.


"Mau ke mana???"


"Ke kamar aku!!"


"Tidur dengan aku"


"Hah!!!!"


Tanpa ba bi bu Rafa menggendong Ara ala bridal style berjalan ke arah kamar nya, Rafa dengan Ara yang ada di gendongan nya dia masuk ke dalam kamar Rafa. "Maafkan aku"


"Aku sudah ikhlas Mas"


"Terima kasih Ara, aku akan menjaga pernikahan kita sampai aku tidak bernapas"

__ADS_1


Ara tersenyum mendengar apa yang dikatakan Rafa kepada nya, Ara sangat terharu mendengar ungkapan Rafa kepada nya, walau Rafa belum mencintai nya tapi Ara mencoba untuk menerima segalanya.


__ADS_2