Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Pantai Sango.


__ADS_3

Martin dan Keyla duduk di bawah pohon yang letaknya tak jauh dari pantai Sango. Angin pantai siang hari itu berhembus sepoi-sepoi memainkan rambut panjang Keyla yang terurai begitu saja. Martin duduk dibelakang istrinya dengan tangan memeluk perut Keyla dari belakang dua sejoli yang sedang dimabuk cinta itu terlihat sangat menikmati permandangan pantai yang terlihat masih sepi dan juga belum terlalu di jamah penduduk kota tersebut karna tempatnya yang terlalu terpencil namun menyuguhkan hamparan pasir putih yang terlihat memanjakan mata lengkap dengan air yang berwarna biru menambah betah orang yang berada di pantai SANGO. Pantai yang masih sangat bersih dan tidak terlihat sampah di mana mana sangat berbeda dengan pemandangan pantai di daerah perkotaan yang pastinya banyak orang yang lalu lalang dan sampah bertumpuk di setiap sudutnya karna terlalu banyak wisatawan asing yang berkunjung kesana.


"Sayang ombaknya sedang bagus untuk berselancar,"


"Jangan bercanda Kak, Kau sedang pakai baju kerja kan!" Keyla berdiri dihadapan Martin.



Martin yang melihat wajah imut Keyla saat wajah cantik istrinya itu terkena pancaran sinar matahari, Martin langsung memeluk tubuh istrinya dan Martin semakin mendekatkan wajahnya diwajah istrinya. Untuk sesaat mereka saling beradu pandang dan Keyla bisa merasakan hembusan nafas suaminya karna wajah mereka terlalu berdekatan.


Martin mencium bibir imut istrinya dan mereka berciuman di pantai yang sepi itu oh buka sepi karna Pak Hen ada disana.


Hahaha kasian sekali nasib Asisten Hen itu dia harus membuang wajahnya kearah pantai saat melihat adegan panas yang sekarang sedang terjadi live dihadapannya itu. Pak Hen seperti sedang menonton adegan romantis yang berada di tv. Tapi kali ini dia sangat beruntung karna Pak Hen bisa melihatnya secara langsung entah apa yang sedang asisten malang itu pikiran dia hanya dia menatap kearah laut yang berwarna biru dengan air berkilauan saat bertemu dengan sinar matahari secara langsung permandangan yang memanjakan matanya. Mungkin menurut Asisten Hen melihat birunya air pantai lebih merasa tenang dari pada dia harus ngeces melihat adegan setengah panas yang kini sedang dilakukan oleh majikannya itu.


"Hentikan sayang, ada Asisten Hen." Ucap Keyla dengan mendorong tubuh Martin.


"Dia sangat beruntung bisa melihat seberapa romantisnya kita." Goda Martin pada Keyla.


"Kau bilang beruntung lihatlah wajahnya itu selalu terlihat datar. Entah apa yang sedang dia rasakan sedih ataupun bahagia hanyalah dia dan tuhan saja yang tau."


"Sayang, asisten Hen bisa tersinggung jika dia tau kau sedang membicarakannya loh,"


"Ya dia Asisten Suamiku yang terkenal kejam dan ganteng!"


"Jangan bilang dia ganteng! Aku tidak suka." Ucap Martin dengan mata melotot.


Hahaha lucu sekali wajah Martin yang terlihat cemburu hanya karna Keyla menyebut Pak Hen seperti itu.


Martin memang selalu terlihat bodoh jika sedang merasa cemburu, bahkan sikap ataupun ucapan sekecil apapun yang terlontar dari bibir manis istrinya saat tak sengaja memuji pria lain itu sangat membuat Martin merasa jengkel dan murka.

__ADS_1


"Asisten Hen!"


Setelah mendengar namanya dipanggil Pak Hen langsung berjalan mendekati Martin. Martin mulai melepaskan baju yang membalut tubuh kekarnya itu. Pak Hen siap memegangi baju Martin yang dia ulurkan padanya itu.


Martin masih terlihat tampan walaupun dia mengenakan baju santai seperti itu. Martin mengambil papan selancar yang diberikan pada Pak Hen dia langsung berjalan masuk kedalam air.




Martin terlihat sangat sempurna saat bermain selancar Keyla dan Pak Hen terlihat masih menikmati Martin bermain selancar.


Disisi lain Keyla mulai menggeser tubuhnya mendekati Pak Hen yang duduk tak jauh darinya seperti biasa asisten Hen masih memasang wajah datar seperti manekin yang ditaruh di pojokan toko. Keyla yang mulai merasa kephoo akan kehidupan Pak Hen itu malai memutar otaknya mencari kata-kata yang cocok untuk memulai berbicara dengan makhluk dingin seperti beruang kutub itu.


"Asisten Hen, apakah anda pernah berpacaran?"


Hahaha padahal Keyla memikirkan perbincangan itu sangat lama dan seperti yang diduga beruang kutub itu hanya menjawab dengan dua huruf saja. Keyla seketika menarik salah satu bibirnya setelah mendengarkan jawaban Asisten suaminya itu. Bahkan saat bicara Pak Hen tidak menunjukkan wajah terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba yang Keyla ucapkan. Bahkan Asisten itu masih tak bergeming menatap majikanya yang sedang bermain selancar ditengah lautan lepas itu.


"Apakah anda sekarang masih memiliki pacar?"


"Tidak!"


"Apakah Anda tidak ingin menikah dan berumahtangga seperti CEO Martin?" Tanya Keyla yang masih merasakan penasaran dengan kehidupan Asisten suaminya itu.


"Belum saya pikirkan!" Lagi-lagi ucapan yang tidak bisa dipahami oleh nalar.


Ya tuhannn! Dia hanya bicara dengan sangat singkat apakah kau ini diciptakan tanpa perasaan? Apakah waktu Tuhan membagikan perasaan pada manusia kau sedang tidak ada disana Pak Hen hingga kau terlahir tanpa perasaan seperti ini! Bahkan kau tak menatapku sedikitpun saat bicara apakah kau sedang terkena penyakit kesulitan bicara!


Aku sangat penasaran apakah kau tidak bisa tersenyum sedikitpun dan kalaupun kau tersenyum itupun buka seperti senyuman Asisten Hen namun paling tepatnya dibilang seperti sebuah ancaman oleh orang yang melihatnya. Keyla bergumam dalam hati dengan jari-jari tangannya perlahan mulai mengepal karna merasa kurang puas dengan ucapan Asisten suaminya itu.

__ADS_1


"Pak Hen! Apakah anda tidak ingin pindah berkerja?" Sepertinya usaha keras Keyla untuk memancing Asisten itu menanggapi ucapan sekarang mulai berhasil terlihat wajah dingin tanpa ekspresi itu mulai mengerutkan dahinya.


Hahah! Akhirnya aku bisa juga merubah wajah dingin itu terlihat sedikit berekspresi seperti manusia hidup. Wajah bangga mulai terpancar dari raut wajah Keyla.


"Tidak!"


Cletarr!


Bagaimana ada suara cambukan dahsyat yang terdengar sangat keras dari langit karna kenyataannya Asisten Hen masih menjawab hanya dengan kata-kata yang singkat dan gampang di mengerti hahaha. Mungkin itu karna Martin juga bersikap demikian atau karna Martin dan Asistennya adalah ayah dan anak di kehidupan yang lalu karna sikap dan watak mereka sama persis.


"Saya tidak akan menjawab ucapan anda jika tidak mengenai Tuan muda!" Ucap Pak Hen dengan wajah terlihat serius menatap kearah Keyla.


_ _ _ _


Sedangkan dirumah Jordan.


Sinta, Jordan dan Jeni duduk di meja makan tak ada perbincangan diantara mereka hanya terdengar suara garpu dan sendok yang saling bersentuhan memecahkan kesunyian saat makan siang itu.


"Kapan Dikra akan datang ke Irlandia?" Ucap Jordan pada Jeni.


"Besok dia akan datang, Pa!" Sahut Jeni singkat.


"Apakah dia akan langsung bertemu dengan Martin?" Tanya Jordan pada Jeni.


"Ya! Asisten Hen yang akan menjemputnya sendiri di bandara!" Jelas Jeni sembari memasukkan nasi kedalam mulutnya.


"Aku peringatkan kau Jen! Jangan mencari masalah dengan adikmu. Kemarin Papa dan juga Mama masih bisa menyelamatkanmu dari amarah Martin. Tapi lain kali kami tidak akan bisa melakukannya lagi!" Ucap Jordan sembari menarik tubuhnya dari kursi.


"Aku tau apa yang aku lakukan Pa!" Gumam Jeni dalam hati sembari ikut beranjak berdiri dan masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2