
Kini mereka sudah berada dimeja makan. Mereka semua sedang sibuk menghabiskan makanan yang ada didalam piringnya. Terlihat beberapa kali Martin mencoba menyuapi keyla dengan makanan yang ada dalam piring Martin, diam-diam jeni terus ,memperhatikan Martin dan Keyla. Namun hanya dia dan tuhan saja yang tau apa yang ada dalam pikiranya saat ini.
''sayang ayolah makan satu suap lagi,'' Ucap Martin dengan nada suara yang terdengar sangatlah lembut. Martin menyodorkan satu sendok penuh berisi salad buah didepan Keyla. ''makanlah untuk calon bayi kita sayang,''
''Baiklah Kak, ini yang terakhir, karna aku sudah kenyang.'' Rengek Keyla dengan manja dan itu membuat Jordan dan Sinta sangat bahagia melihat batapa harmonisnya hubungan antara Martin dan keyla pagi hari itu.
Selesai sarapan pagi, Martin langsung berpamitan berangkat kerja dan kini mereka semua berdiri didepan halaman rumah mengantar Martin berangkat kerja. jika dilihat dari raut wajah Martin pagi hari itu, dia seakan tidak tega meninggalkan Keyla satu rumah dengan Jeni walaupun rumah itu sudah di penuhi dengan para penjaganya tapi tetap saja hal itu masih membuat Martin khawatir. Karna selama ini Martin tidak pernah jauh dari istrinya. Saat ini Martin sedang merasa tidak tenang hatinya dan pikirannya penuh dengan istrinya saja.
''Sayang kau jangan makan dan minum apapun yang di berikan oleh Jeni, dan ingat jangan berdua denganya jika tidak ada Mama ya,'' Martin terus berulang kali menginggatkan Keyla.
''Iya Kak,aku ingat kau bahkan mengulangnya berkali-kali sampai aku hawak diluar kepala.'' Gerutu Keyla lengkap bibir manyunnya.
''Nanti aku akan pulang kesini. Dan ingat jaga anak kita baik-baik.'' Ucap Martin sembari mengusap pelan perut Keyla dan mengecup keningnya sebelum Martin masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Mobil yang dikemudikan oleh asisten Hen segera melesat pergi meningalkkan halaman rumah Jordan. Martin masih menatap Keyla dari balik kaca spionnya. Pria itu masih tak tega meninggalkan istrinya bersama dengan Jeni dalam satu rumah.
Di dalam mobil.
''Asisten Hen,'' Panggil Martin sembari mentap kearah asistenya yang masih sibuk mengemudikan mobinya.
''Ya, Tuan muda.'' Bicara sembari menatap dari kaca spion.
"'Perketat penjagaan dan selalu awasi setiap gerak gerik Jeni!'' Perintah Martin sembari menatap dengan wajah kelihatan serius.
Kantor Martin.
Martin dan asisten Hen sangat kaget saat dia membuka pintu kantor ternyata disana Sendi sudah duduk di sofa didalam kantor Martin. Ya Sendi memang sudah biasa keluar masuk ruangan tersebut dengan bebas karna Sendi juga sering membantu Martin dalam menyelesaikan tugasnya jika Martin sedang sibuk dengan Keyla.
__ADS_1
''Pagi, Martin aku sudah menunggu mu sejak tadi,'' Sapa Sendi sembari mendudukkan tubuhnya dikursi yang ada dihadapan Martin. sedangkan asisten Hen berdiri disamping Martin.
''Ada apa kau mencariku Sen?'' Tanya martin sembari menyandarkan punggungnya di kursi.
,
Sendi pun menceritakan apa yang terjadi dengan adiknya setelah sahabatnya itu menikahi wanita yang dicintai oleh adiknya yang bernama Ferdi. Sendi juga memohon pada Martin agar pria itu memperbolehkan istrinya bertemu dengan adiknya hanaya untuk yang terkhir kalinya agar sang adik bisa kembali maelanjutkan hidupnya tanpa bayang-bayang Keyla lagi yang selalu bergentayangan dalam ingataa adiknya itu.
''Mana mungkin aku membiarkan Keyla bertemu dengan mantan pria yang dulu sangat dia cintai!'' Martin mulai terlihat gelisah sampai dia mulai berdiri dari posisi duduknya saat ini dan berganti duduk do sofa.
''Aku mohon padamu Martin. Hidup adikku sedang dipertaruhkan disini dia terus meminum alkohol dan selama ini keadaan tidak sadar dia terus menyebut nama Keyla. Jika perlu aku akan berlutut di kakimu.'' Sendi memohon sembari hendak berlutut dihadapan Martin.
Agar Keyla bisa bertemu dengan adiknya walaupun hal yang dia lakukan saat ini akan menjatuhkan harga dirinya dihadapan sahabatnya itu namun Sendi tidak memperduikan akan semua itu yang dia perdulikan hanyalah kesembuhan dan kelangsungan hidup adiknya itu.
__ADS_1