Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Trik Rubah Kecil.


__ADS_3

Di dalam kamar Keyla.


Kini hanya ada Martin dan Key saja di sana. Sedangkan semua pengawal yang tadi sedang berjaga di depan pintu kamar Keyla segera pergi menuju tempat mereka berjaga tak terkecuali Asisten Hen. Pria itu langsung tidur dengan tenang di dalam kamarnya yang ada di samping kamar Keyla. sudah lama asisten itu tak bisa tidur dengan tenang namun saat mengetahui musuh terbesar yang selalu membuatnya merasa sakit kepala itu kini sudah menyerah maka pria itu bisa tidur nyenyak malam ini.


Para pengawal yang sedari tadi menatap layar monitor dengan jantung berdetak kencang itu bisa menghembuskan nafas lega karna Jeni sudah terlihat lebih tenang sekarang setelah dari kamar Keyla. Tak akan ada yang menyangka jika Keyla mampu membuat orang menuruti perintahnya dengan sedikit permainan kotor. Atau itu bisa disebut dengan trik licik namun cerdik. Karna Martin saja tidak mungkin bisa memikirkan cara yang sangat pintar seperti itu karna sang CEO selalu melakukan cara yang sama yaitu membunuh atau menjatuhkan musuhnya dengan sangat blak-blakan.


Martin dan Key sedang duduk di samping ranjang, Key langsung meneguk air yang suaminya bawa tadi karna wanita itu habis memainkan sandiwara yang sangat berbahaya jadi dia membutuhkan banyak asupan air mineral yang banyak agar staminanya kembali lagi. Karna jujur saja Key juga sangat takut jikalau sampai rencananya itu gagal total maka terpaksa Key akan menyakiti Jeni demi melindungi dirinya sendiri dan janin yang sedang dia kandung itu. Namun tuhan memberikan rencana yang sangat indah malam ini mungkin perubahan Jeni juga menjadi keberuntungan tersendiri bagi Dikra.


 


Gleg gleg gleg!


Key menelan air minum itu sampai tetes terakhir, ''Aku tak menyangka semua yang aku inginkan akhirnya terjadi juga, kak Jeni sudah tidak mengejar-ngejar kau lagi.'' Bicara dengan mengusap sisa air yang ada di bibirnya.

__ADS_1


''Apa kau tau, aku seakan berhenti bernafas saat kau mengarahkan pisau itu pada jantungmu.'' Martin memeluk lembut tubuh Key.


''Aku juga takut jika aku mati maka kau akan menikah dengan Kak Jeni dan melupakanku,'' gerutu Key dengan menajamkan alisnya.


Entah apa yang sedang Martin pikirkan Saat itu namun dia terus menatap Key dengan rona bahagia jelas terpancar dari wajahnya itu. Karna tanpa Key sadari dia sudah mengunggkapkan jika dia sedang cemburu pada suaminya itu. Martin memang sangat suka jika Key memiliki rasa cemburu padanya karna bukan hanya dia saja yang bucin. Kedua orang itu sama-sama bucin namun Key tidak pernah menunjukkan rasa cemburunya itu secara langsung berbeda dengar Martin. Pria itu akan langsung mengutarakan isi hatinya itu tanpa rasa ragu sedikitpun sehingga tak jarang keduanya sering bertengkar karna rasa cemburu Martin yang sangat berlebihan.


Namanya juga cinta, dan hal itu yang selalu membuat Martin cemburu jika Key dekat dengan pria lain selain dirinya itu. Namanya sultan mah bebas dia bisa melakukan apa pun yang dia sukai tanpa memikirkan apa yang akan terjadi karna semua masalah bisa di selesaikan dengan uang dan kekuasaan itu menurut Martin.


Tapi menurut Key, semua bisa di selesaikan dengan cinta dan kasih sayang yang tulus.


Wanita dengan seribu tipu muslihat. Apakah kalian semua setuju.


Kampus.

__ADS_1


Resni sedang baru saja turun dari mobilnya dia melihat Ferdi sedang berdiri di sampingnya. Resni langsung menggosok-gosok matanya pelan dengan kedua tangannya. Wanita itu masih tak percaya dengan apa yang dia lihat di sampingnya itu. Ya itu memang Ferdi setelah lama tidak muncul kini pria tampan itu kembali masuk ke kampus. Ternyata dia benar-benar takut kehilangan Key sampai dia mengesampingkan rasa egonya yang telah dia jalani berbulan-bulan yang lalu. Resni mencubit lengan tangannya sendiri untuk membuktikan jika dia tidak sedang bermimpi.


Menyatuhkan Alisnya, ''Kau kira aku ini hantu, sampai kau bertingkah menjijikkan seperti itu.'' Tandas Ferdi.


''Ehehe, maafkan aku, aku sangat terkejut melihatmu ada di sampingku.'' Bicara dengan merindagu tanpa gis dengan menahan rasa malu di wajahnya.


''Ayo masuk ke gedung kampus!'' Ajak Ferdi dengan berjalan mendahului Resni.


Semua wanita tak henti menatap ke arah Ferdi, Ferdi terlihat lebih Rapi dengan potongan rambut barunya dan dengan dagu tanpa kumis. Bahkan para wanita itu sangat iri melihat Resni bisa berdiri di samping idola kampus itu. Resni berjalan di samping Ferdi dengan terburu-buru karna langkah panjang pria itu membuat Resni merasa kesal dan menghentikan langkahnya.


''Ayo masuk sebentar lagi bel masuk kampus segera berbunyi!'' Ucap Ferdi dengan menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Resni yang berdiri tak jauh darinya itu.


''Masuklah lebih dulu! Aku capek jika aku berlari mengejarmu.'' Tandas Resni dengan wajah memberengut.

__ADS_1


Kata-kata itu langsung membuat Ferdi tersadar jika wanita itu kesulitan mengikuti langkah kakinya itu. Ferdi berjalan mendekati Resni dan menggandeng tangannya masuk ke dalam kampus. Sedangkan Sendi tersenyum bahagia saat melihat adiknya mulai menjalani hidupnya lagi.


__ADS_2