
"Jangan seperti itu Ma, sini biar Hengki aku yang jaga." Asisten Hen bicara dengan memaksakan senyum di bibirnya.
Zenap menaruh Hengki di gendongan Asisten Hen dan pria itu dengan sigap langsung mengantikan istrinya untuk menjaga putranya. Zenap memang wanita yang tegas dia adalah teman Asisten Hen waktu kuliyah dulu. Bisa di bilang dulu Asisten Hen sangat mencintai Zenap namun dia tidak berani mengungkapkan cintanya pada seorang gadis. Kalian bisa bayangkan manusia kulkas seperti itu bisa mengungkapkan cinta pasti akan sangat mengerikan. Akhirnya mereka bertemu setelah Zenap menemani bosnya menghadiri meeting di kantor Martin. Awalnya Asisten Hen malu-malu namun Keyla yang tidak mau pusing dengan sikap diam Asisten Hen segera menjodohkan mereka berdua.
Tanpa Asisten Hen sendiri sadari bawa Zenap juga sudah lama mencintai pria itu namun karna Asisten Hen selalu bersikap dingin padanya itu lah sebabnya Zenap tidak berani mengunggkapkan isi hatinya.
Zenap sedang sibuk di dapur semenjak menikah dengan Asisten Hen Zenap tidak berkerja lagi dia sibuk mengurus Hengki dan juga suaminya. Bahkan semenjak menikah dengan Zenap sikap dingin asisten Hen sedikit demi sedikit mulai berubah dan kini dia bisa tertawa jika sedang bermain dengan Hengki, Ya Asisten Hen bahkan tak segan untuk menganti popok Hengki jika Anaknya itu sedang Pup. Awalnya dia sangat jijik namun karna di paksa oleh Zenap dia sekarang mulai terbiasa dengan hal tersebut.
"Ma, apakah sudah selesai?" Asisten Hen menghampiri Zenap di dapur."
"Sudah selesai, sarapan dulu setelah itu baru berangkat ke kantor." Sahut Zenap dengan menaruh kopi di atas meja.
Assiten Hen makan dengan sangat cepat karna dia takut jiak Zenap ngomel lagi kalau sampai sarapan pagi yang sudah dia masak tidak di sentuh sedikitpun. Zenap tau dengan sangat jelas jika suaminya menangung beban yang sangat berat namun Zenap juga tidak mau jika sampai suaminya sakit karna terus berkerja tanpa memperdulikan dirinya sendiri.
Rumah Resni.
Mereka sedang sarapan pagi bersama, selesai sarapan Ferdi sudah berdiri dari posisi duduknya dan mengendong Eve dalam pelukannya. Sedangkan Resni membawa tas kerja suaminya dan ikut mengantar suaminya sampai di depan halaman rumah.
"Pa, nanti aku mau menjenguk Key di rumahnya apa boleh?" Ujar Resni dengan mengambil Eve dari gendongan suaminya itu.
"Loh, memangnya Keyla kenapa Ma?" Tanya Ferdi balik.
"Entahlah aku tadi telvon kak Jeni menanyakan akan kabar Keyla. Kak Jeni bilang jika Key sedang sakit semalam badanya panas." Jelas Resni dengan berhenti di depan rumah.
"Boleh kalau mau ke sana, tapi ingat sebelum sore harus pulang ya." Ucap Ferdi dengan bergantian mengecup pipi Baby Eve dan juga Resni.
_ _ _ _
__ADS_1
Kamar KEyla.
Jeni mengetuk pintu dari depan Martin segera membukakan kamar tersebut. "Loh, Martin kau tidak berangkat kerja?'' Tanya Jeni dengan mengerutkan dagunya.
"Tidak aku ingin menjaga Keyla hari ini." sahut Martin dengan wajah datar. "Masuklah," Bicara dengan kembali masuk ke kamarnya.
"Key, aku bawakan bubur untuk sarapan mu pagi hari ini." Jeni bicara dengan menaruh bubur itu di nakas samping ranjang.
"Teriamkasih Kak, aku sudah merepotkanmu." Jawab Key dengan senyum tipis tersirat di bibirnya.
"Itu sudah tugas ku sebagai seorang Kakak, tadi Resni menelpon dia tanya tentang kabarmu dan aku jawab kau sedang sakit. Mungkin nanti siang Resni akan menjengukmu ke sini." Sahut Jeni dengan punggung tangannya menyetuh jidat keyla yang sekarang terasa dingin.
Jeni juga berpamitan pada Keyla untuk berangkat kerja karna dia harus mengurus perusaan Jordan dan Dikra juga sekarang menyatukan bisnisnya dengan bisnis keluarga Keyla. Jadi Jeni dan juga Dikra berangkat dengan mobil yang sama karna mereka berkerja satu kantor. Martin segera menutup kamar mereka kembali setelah Jeni pergi.
Sebenarnya di dalam hati Jeni sangat ingin menemani adiknya tapi karna urusan kantor yang begitu penting hari ini jadi wanita itu tetap harus pergi berkerja. Lebih lagi sudah ada Martin yang menjaga adiknya karna sebab itu Jeni bisa bernafas lega.
Dia bahkan menyerahkan urusan yang begitu penting pada asisten Hen namun Martin masih tetap memantau pergerakan asistennya melalui layar laptop yang ada di dalam kamarnya bukan karna Martin tidak percaya pada asistennya namun karna Martin juga ingin tau siapa dalang di balik semua itu. Sebenarnya Martin sudah tau siapa yang telah mengirimkan pembunuh bayaran itu tapi dia hanya ingin memastikannya saja.
"Sayang, aku kemarin siang sangat takut sesuatu terjadi padamu," Jelas Keyla dengan memeluk tubuh Martin dengan sangat erat.
Martin menaruh bubur yang tadi sempat dia tiup dan segera membalas pelukan istirnya. "Aku lebih takut jika sesuatu terjadi padamu karna kau adalah hidupku, sayang." Sahut Martin dengan mengecup pipi Keyla.
__ADS_1
"A. . apa kau yang kemarin menembak pria yang telah menyeret ku?" Tanya Keyla dengan masih memeluk tubuh suaminya.
"Tentu saja," Bicara dengan melepaskan pelukannya. "Aku akan selalu menjagamu dan juga Michael kau tidak perlu takut pada apapun karna aku akan selalu berdiri di depan mu untuk menghalangi bahaya agar tidak sampai menyentuhmu." Martin bicara dengan mengecup kening istrinya. Keyla tersenyum lembut pada Martin.
Martin menyuapi Keyla dengan penuh kasih sayang. Bahkan cinta Martin pada Keyla justru semakin bertambah saja. Melihat Keyla sakit demam saja Martin tidak sanggup meninggalkannya walaupun hanya sesaat saja. Kini bubur yang ada di dalam mangkuk itu telah habis dan Martin Mulai mengambil beberapa butir obat dan mengunyahnya seperti biasa.
Namun tamu yang tak di undang tiba\-tiba membuka pintu kamar itu perlahan. Resni yang tadi membuka kamar keyla langsung melotot kaget saat melihat Martin dan Keyla sedang berciuman. Pasti itu yang sedang ada di dalam pikiran Resni sehingga wanita itu langsung membalikkan badannya.
"Aku kira kau di kamar sendirian Key," Ucap Resni dengan masih membelakangi Keyla.
Martin yang sudah selesai membantu istrinya minum obat segera melepaskan ciumannya dan mengusap bibirnya. "Masuklah Res." Bicara dengan menatap ke arah Baby Eve yang kelihatan sangat imut dengan memakai topi berwarna pink. warna yang sama dengan bajunya.
Tiba-tiba tersirat dalam pikiran Martin untuk memiliki anak perempuan, tentu saja dia sangat ingin memberikan Michael seorang adik perempuan.
JANGAN LUPA IKUTI IG KHAIRIN NISA YA. DAN JUGA MAMPIR KE NOVEL KHAIRIN YANG BERJUDUL. "MARRIED WITH MY ENEMY."
__ADS_1
DAN NOVEL KHAIRIN YANG BERJUDUL. "PERNIKAHAN KONTRAK AILIN." DIJAMIN CERITANYA NGAK KALAH SERUH DARI CEO YA ☺️☺️☺️