
Si kecil yang polos mulai bermain lagi dan kita lihat permainan seperti apa yang sedang Key mainkan saat ini, Sinta masih sibuk dengan masakan yang sedang dia buat. Namun di sisi lain Sinta juga masih merasa jika dia belum waktunya ikut gabung untuk memaki Jeni, hati-hati Jen banyak orang yang sudah mulai terganggu dengan tingkah mu itu.
Menyunggingkan senyuman sinisnya sebelum bicara, ''Kak apakah kau lupa, jika asisten Hen jauh lebih dingin dari pada es batu ehehe. Bahkan kobaran api saja tak mampu mencairkan wajah dingin dan arogan Asisten Hen,''
Wajah asisten Hen langsung menyunggingkan senyuman masam saat Key meledek dengan cara seperti itu. Hahaha lihat itu Asisten yang biasanya selalu memasang wajah datar itu sampai berdecak kesal karna ucapan jujur dari mulut rubah kecil itu. Namun asisten Hen tidak marah pada Key karna pria itu sudah hafal betul akan keisengan dan kelicikan nona mudanya itu.
''Tapi,'' Belum selesai Jeni bicara Key langsung menyambar ucapannya itu.
''Atau perlu aku panggil Kak Dikra datang?'' Ucap Key sembari berjalan mendekati Jeni.
''Ti tidak perlu Key! Bisakah kau ikut denganku sebentar?''
''Baiklah!'' Setelah bicara Key langsung beranjak keluar dari ruangan tersebut.
Asisten Hen dan Martin saling menatap satu sama lain seolah-olah mereka sedang bicara dengan bahasa batin dan benar saja! Asisten Hen mulai menaruh buah yang sedang dia kupas tadi dan beranjak berjalan menuju wastafel untuk membersihkan tangannya. Sinta yang sedari tadi mengamati akan sorot mata kedua pria tersebut mulai merasa khawatir. Sinta mulai berjalan mendekati asisten Hen yang masih mencuci tangannya di wastafel yang tak jauh dari tempat Sinta berdiri sekarang.
''Asisten Hen,'' Ucap Sinta sembari menghentikan langkahnya di depan Asisten tersebut.
''Ya Nyonya.'' Bicara sembari membungkukkan badannya.
''Apakah kau akan,''
__ADS_1
''Saya tidak akan melukai Nona Jeni, karna Nona muda sangat menyayanginya. Anda tidak perlu khawatir.'' Tanpa mendengarkan apa yang akan wanita paruh baya itu katakan, asisten Hen sudah bisa membaca jalan pikiran Sinta akan mengarah ke mana.
Mendengar ucapan Asisten Hen, Sinta langsung menghembuskan nafas lega. Sedangkan Martin masih mengarahkan pandangannya keluar dari dapur tersebut. Pria itu pasti merasa khawatir walaupun dia tau rubah kecil itu bisa menjaga dirinya sendiri sekarang.
Di ruang tamu rumah Jordan.
''Key! Apakah kau sudah minum obat yang aku berikan?'' Tanya Jeni sembari menghentikan langkahnya di belakang sofa.
''Sudah aku minum semuanya sekaligus kak," Bicara seolah-olah dia sedang tertipu. ''lihat ini tak terjadi apa pun padaku setelah aku meminumnya. Dan aku juga tidak merasa ada hal yang aneh yang terjadi padaku setelah aku minum obat dari Kak Jeni kemarin.''
Benarkah tidak terjadi apa-apa padannya, bukankah dia harusnya keguguran setengah jam setelah meminum pil pertama yang aku berikan padannya itu. ''Kau sudah menghabiskan semuanya?''
''Ya!''
_ _ _ _ _
Rumah Dikra.
__ADS_1
Pria itu masih belum beranjak dari ranjang namun dia tidak tidur melainkan, dia sedang berguling kesana-kemari.
Ya semenjak pulang dari rumah Jordan tadi malam, pria itu tak bisa memejamkan matanya untuk beristirahat. Karna terlalu bahagia dia sampai tak bisa lelap dalam tidurnya jantungnya terus berdebar-debar dia tak menyangka jika sebentar lagi dia akan dapat melihat wanita yang sangat dia cintai tidur di sampingnya setiap hari. Dan akan ada calon bayi yang akan meramaikan rumahnya yang sekarang masih terlihat sepi dan sunyi. Ya hal tersebut terus mengganggu pikirannya dan membuat Dikra tidak bisa memejamkan matannya hingga pagi tiba.
Dikra dan Jordan tak perlu repot mengurus semua keperluan pernikahan karna Martin yang akan menangung semua biaya selama pernikahan itu. Ya pernikahan itu akan di langsungkan dengan sangat megah dan tidak hanya ada satu mempelai di sana, karna Key juga akan menikah lagi dengan Martin atau paling tepatnya, Mereka akan membiarkan semua orang menjadi saksi akan ketulusan cinta Martin Kwang terhadap istrinya. Aku sangat tak sabar melihat hal tersebut tiba dan apakah kalian juga sama.
_ _ _ _ _
Pukul !0 siang di rumah Jordan.
Key sedang bersenda gurau dengan Sinta, Jordan dan Jeni di halaman rumah mereka. Sedangkan Martin dan Asisten Hen sedang di dalam kamar Keyla dengan Martin.
''Siapkan mobil! Kita akan segera pergi ke rumah Sendi!'' Perintah Martin sembari fokus menatap ke layar laptopnya.
''Baik Tuan Muda.'' Setelah membungkukkan badanya asisten tersebut segera pergi menjalankan titah sang CEO.
__ADS_1