Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Memberikan Pelajaran Pada Jeni.


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Jordan.


 


Seperti biasa Martin dan Key bangun pagi dan mereka sedang membuat makan pagi di dapur bersama Sinta. Sedangkan beberapa pelayan lainya sibuk menyiapkan bahan  yang ke tiga orang itu butuhkan. Ya mereka terlihat sangat tenang Key sibuk melihat suaminya yang sedang sibuk mengupas buah-buahan karna pagi hari itu si Key sedang ngidampengen makan salad buah yang di buat langsung oleh suaminya,  tentu saja Martin tidak akan menolak ke inginan istrinya itu.


Sinta sibuk menyiapkan beberapa bahan lainnya semua terlihat baik-baik saja sebelum si penganggu Jeni datang memasuki dapur tersebut.


 


Jeni yang sedang hamil muda, dia mengenakan pakaian yang terbilang seksi dan terbuka. wanita itu masuk ke dalam dapur sembari tebar pesona, pagi ini Jeni terlihat sudah cantik karna wanita itu sudah memoles wajahnya dengan makeup entah apa maksud dan tujuan wanita tersebut berdandan seperti itu di pagi hari. Sedangkan Dikra sudah pulang ke rumahnya setelah perbincangan semalam. Bahkan Jeni terlihat baik-baik saja atau wanita itu sedang bersandiwara lagi seperti sebelumnya.


 


''Key, kau sedang membuat apa?'' Sapa Jeni sembari melangkah mendekati adiknya itu namun mata Jeni tertuju pada Martin.


 

__ADS_1


Martin tak menoleh sedikitpun pada Jeni, wanita itu berjalan dengan gaya menggoda seolah-olah dia ingin mencari perhatian pada suami adiknya itu. Martin masih sibuk mengupas buah yang ada di hadapannya itu tanpa menggubris Jeni sedikit pun. Sadarlah Jen kau kini sedang hamil bisa-bisanya kamu masih mau menggoda pria lain saat ini kau harusnya fokus pada kesehatan calon bayi mu itu! Dasar wanita tidak tau diri jika adikmu mulai kehilangan kesabaran maka kamu dalam bahaya besar Jen.


 


''Aku sedang ingin makan salad buah, kak. Jadi aku suruh suamiku membuatkannya.'' Sahut Keyla sembari tersenyum dengan sangat ramah.


Mata Key seakan gatal melihat sikap Jeni yang sangat centil di pagi hari itu namun Key berusaha sebisa mungkin menahan emosinya. Ayo Key tunjukkan kepolosan mu yang berujung siksaan maut aku sudah tak tahan melihat pelakor itu kau siksa hatinya, tapi ingat Key jangan terlalu kejam karna Jani sedang hamil muda loh.


 


 


''Dia jago membuat apa saja loh Kak Jen,'' Terdengar nada sindiran dari ucapan Key barusan. Ya Key sedang melemparkan kata-kata yang bermuatkan bola api ganas. Gadis itu pintar jika sedang bermain pelakor dan gadis yang teraniaya.


''Martin bolehkah aku minta buatkan satu untukku?'' Martin langsung mengalihkan pandangannya menatap ke arah Jeni dengan pandangan sedingin kulkas. ''aku mohon,''


''Asisten Hen!'' Panggil Martin dengan separuh berteriak.

__ADS_1


 


Tak butuh waktu lama asisten itu segera muncul di hadapan Martin, ''Ya, Tuan muda ada yang perlu saya bantu?'' Tanya asisten Hen sembari membungkukkan badannya.


''Buatkan Jeni salad buah!'' Perintah Martin sembari melirik sinis ke arah Jeni.


''Ya tuhan, pagi-pagi aku di suruh datang ke sini hanya untuk membuatkan Nona Jeni salad buah.'' Gumam asisten Hen sembari beranjak mengambil pisau dan mangkuk untuk mengupas buah.


 


Hahaha kasihan sekali asisten galak itu, bahkan setiap kakak beradik itu membuat masalah selalu saja asisten Hen yang terkena masalah dan kerepotan sendiri pada akhirnya.


''Martin aku ingin kau yang membuat salad tersebut! Tapi kenapa malah kau suruh asisten dingin itu yang buatkan untukku.'' Renggek Jeni dengan nada suara terdengar sangatlah manja.


 


Ya Tuhan, melihat dandanan kak Jeni pagi ini saja mata aku sudah gatalnya mintak tolong! Ini ditambah lagi dengan gaya bicaranya yang terdengar sangat lembut tapi entah mengapa telingaku seakan rishi sangat mendengarkannya bicara dengan nada centil seperti itu. Cih! Lihat ya kak Jeni kau akan aku kerjai dan anggaplah ini kado pernikahan dari ku, adik mu yang polos ini wkwkwkw.

__ADS_1


__ADS_2