
"Halen kenapa kau menghentikan ucapamu?" Tanya Lena sembari menatap kearah Halen yang kini berubah menjaga gagap.
Bodoh lihatlah kesana itu ada asisten Hen yang menatap kita sedari tadi. Jika dilihat dari sorot matanya asisten itu pasti mendengar apa yang kita gosip kan tadi. Kira-kira begitu arti dari sorot mata Halen pada Lena yang melirik tajam kearahnya karna tubuh Lena seakan berubah menjadi membeku saat melihat sorot mata tajam asisten kejam itu. Ya Tuhan lindungilah aku dan sahabatku dari amarah asisten kejam itu aku berjanji kelak aku akan menjaga ucapannku jika kau membantuku kali ini, hiks hiks hiks mimpi apa aku semalam sampai harus berhadapan dengan orang mengerikan sepertinya. Gumam Halen salam hati sembari terus meratapi nasibnya tapi semua telah terlambat nasi sudah menjadi bubur dan Halen harus siap menerima semua reksiko akhibat ucapanya tadi.
Lena melihat keringat dingin mulai bercucuran dari jidat Halen dan perlahan mulai jatuh membasahi pipinya. Lena segera ikut mengarahkan pandangannya kearah yang sahabatnya itu lihat. Sontak Lena langsung melotot lebar-lebar dan dia melihat sosok orang yang tadi mengancam mereka itu kini sudah ada dihadapannya. Pak Hen melangkahkan kakinya mendekati Halen dan Lena dengan wajah terlihat dingin dan alis hampir menyatuh. Halen dan Lena ingin sekali kabur dari sana namun jangankan untuk kabur dari sana bahkan untuk mengangkat wajah mereka saja tidak sanggup. Tubuh mereka semakin gemetaran saat asisten itu berjalan semakin mendekatinya membayangkan sorot mata tajam asisten Hen saat itu, Halen dan Lena seakan kesulitan bernafas seperti ada yang mengganjal di alat pernafasan mereka.
Plakkkk plakkkk plakkkk plakkkk!
Bunyi empat kali tamparan yang menggema di ruangan tersebut memecahkan kesunyian diantara ketiga orang itu. Pak Hen menampar kedua pipi Halen dan Lena dengan sangat keras hingga kedua pipi wanita itu mulai terlihat memerah akhibat hasil sentuhan kasar tangan asisten Hen mendarat disana. Halen dan Lena mulai merasakan nyeri di pipi kiri dan kanan mereka. Pipi putih itu kini berubah menjadi memerah akhibat tamparan Asisten Hen barusan. Namun Lena ataupun Halen hanya bisa menahan rasa nyeri tersebut karna mereka tak berani memegangi pipi mereka yang terlihat merah merona.
"Berani sekali kamu membicarakan Nona muda!" Ucap Asisten Hen dengan separuh berteriak. Asisten itu mencobanya mengontrol suaranya karna tak ingin Keyla sampai mendengarkannya memakaki wanita karna jika sampai Keyla tau asisten itu akan di amuk habis-habisan oleh Keyla.
Sangat terlihat rasa takut dan penyesalan yang terlihat dari raut wajah Halen maupun Lena kala itu. Tubuh mereka sampai gemetaran dan lutut mereka terasa seakan kehilangan penopangnya saat teriakan asisten Hen mulai masuk kedalam Indra pendengarannya. Aroma wangi tubuh Asisten Hen seakan membuat kedua wanita itu merasakan sesak nafas yang teramat sangat air mata terlihat mulai menumpuk di pelupuk mata mereka rasa sakit yang mereka rasakan pada pipinya tidak mereka rasakan lagi.
__ADS_1
"Maafkan akan kebodohan kami," Ucap Halen dan Lena dengan nada suara terdengar bergetar. Air mata mulai jatuh membasahi kedua pipinya dan rasa takut kini semakin merasuk kedalam tulangnya air mata penyesalan itu tidak akan mampu meluluhkan orang sedingin kulkas itu. Pak Hen seakan tidak memiliki hati dia bahkan tak bisa bersikap sedikit baik saja pada kedua wanita malang itu.
"bersihkan ruangan ini!" Perintah Asisten Hen separuh membentak. Dan kedua wanita itu berjalan dengan pelan karna tubuh mereka seakan kehilangan semangat karna tatapan asisten Hen seakan mampu menyerap semua energi' mereka.
Asisten Hen terlalu kejam kan saat memberikan pelajaran kepada kedua wanita itu. Ya itulah sikap Pak Hen yang membuat takut semua orang yang berhadapan dengannya. Dan asisten Hen sudah seperti itu sejak bertahun-tahun yang lalu hanya Keyla saja yang mampu menaklukkan kerasnya hati Pak Hen. Bahkan hanya Keyla saja yang mampu membuat Pak Hen hampir gila dibuatnya tingkah Keyla sungguh membuat Pak Hen menyerang dan tak sanggup menghadapinya lebih lagi Karna Keyla adalah kesayangannya CEO jadi itulah yang membuat Pak Hen selalu bersikap baik padanya.
Di dalam ruangan Martin.
"Sayang, siapa yang berani membuatmu sampai meneteskan air mata! Aku tidak akan pernah memaafkannya bicaralah Key apa yang sampai membuatmu menangis seperti ini?" Ucap Martin sembari perlahan melepaskan pelukannya pada Keyla Martin menyeka air mata yang membasahi kedua pipi putih istrinya itu.
"Kak dia yang membuatku bersedih?" Ucap Keyla sesenguka sembari menunjukkan salah satu jarinya ke arah televisi.
"Apa maksudmu sayang?" Tanya Martin dengan memalingkan wajahnya kearah yang Keyla tunjukkan barusan.
__ADS_1
Wajah Martin yang sedang merasakan khawatir berubah menjadi tertawa kecil kalian tau apa yang membuat Martin sampai menyunggingkan senyumannya?
Ya ternyata hal yang membuat istrinya menangis adalah vilem Korea! Keyla sedang menonton drama tentang perselingkuhan dan mood bumil itu sangat terpengaruh karnanya. tentu saja karna banyak sekali mantan kekasih Martin yang ada diluar sana yang selalu membuat hati Keyla seakan menjadi waspada.
"Sayang memangnya apa ceritanya sampai kau menangis seperti ini, hah?" Tanya Martin sembari menepuk pelan jidatnya.
"Wanita itu sedang hamil dan suaminya marah karna perubahan bentuk tubuhnya yang berubah menjadi gendut karna sebab itu sang suami mencari wanita lain yang lebih muda dan langsing dari istrinya. Aku takut jika hal itu terjadi padaku, kau selalu dikelilingi oleh wanita centil yang berwajah iblis cantik! Hiks hiks hiks." Tangis Keyla mulai pecah' lagi saat menjelaskan vilem yang sedang dia tonton itu.
Sangat jelas terlihat raut wajah sedih dan rasa takut yang menyelimuti tubuh Keyla kala itu, Keyla sangat menyadari jika suaminya sangatlah tampan dan kaya raya karna sebab itulah banyak sekali wanita diluar sana yang selalu siap merayu suaminya. Martin kembali memeluk tubuh istrinya yang mulai terlihat berisi itu untuk menenangkan hati istrinya yang sedang terbawa khayalan efek dari menonton vilem drakor itu.
Martin memang suami yang sempurna dia selalu siap kapan saja saat istrinya membutuhkannya seperti saat ini. Asalkan kalian tau Martin sampai dengan sengaja menaruh alarm di ponselnya. Alarm itu sengaja dia bunyikan karna di jam tersebut waktunya Keyla minum obat. Ya hampir lima bulan lamanya Martin selalu membantu istrinya itu minum obat bahkan Martin sampai menyuruh Asistennya untuk mengantikan ya meeting dengan klien dari luar kota hanya agar Keyla tidak telat pada jam minum obat. Ya kepala Keyla masih dililit perban dan dia belum sembuh betul kepalanya masih sering pusing lebih lagi Karna kondisi janinnya masih belum terlalu kuat janin itu masih butuh banyak vitamin dan makanan yang cukup dari ibunya.
Martin adalah suami yang posesif dan karna sebab itulah diam-diam tanpa sepengetahuan istrinya, Martin sampai menaruh perawat didalam ruangan asisten Hen. Karna ruangan tersebut adalah salah satu ruangan yang tidak pernah dimasuki oleh Keyla jadi Martin menaruh beberapa perawat yang siap kapan saja untuk menjaga Keyla jika kalau istrinya merasakan sakit tiba-tiba. Bahkan Martin sampai seposesif itu dalam menjaga istrinya ya semenjak kejadian dua hari yang lalu Martin semakin posesif dalam menjaga Keyla bahkan Martin sampai menaruh banyak bodyguard nya didepan kantor MK GROUP semenjak Jeni mulai tingal di kota ini lagi.
__ADS_1