
Mata Martin mulai menyipit, sorot mata membunuh yang lama telah hilang dari dirinya kini mulai menyala kembali seolah melahap tubuh Martin dengan panasnya kobaran api yang semakin menjalar ke seluruh tubuhnya. Hanya orang yang gila saja berani membangunkan singa yang telah lama tidur menjadi CEO Mafia.
Bagaimana mungkin ini terjadi saat dia pergi, jangankan melihat Keyla di sentuh oleh orang lain bahkan melihat wanita itu di tatap oleh pria lain saja mampu membuat Martin merasakan cemburu dan dadanya begitu sesak. Martin mengeraskan rahangnya dengan hati di selimuti rasa khawatir dan juga kebencian semakin besar pada Henden. Martin membiarkan apa yang di lakukan oleh Henden saat ini karena dia tidak berfikir jika mantan sahabatnya itu benar\-benar jatuh cinta pada istrinya.
Beberapa waktu yang lalu Lean sudah memberitahu asisten Hen dan juga CEO Martin, jika Henden benar\-benar jatuh cinta pada Keyla namun kedua orang itu tidak terlalu menganggap serius ucapan Lean sebab Martin dan juga Asisten Hen tidak berpikir jika Henden akan nekat seperti sekarang mencuri Keyla berserta bayinya yang berusia tiga bulan.
"Saya sudah suruh seseorang membawa helikopter di balkon hotel ini dan kita bisa pergi ke Irlandia sekarang juga," ucap Hen dengan bertatap muka dengan CEO Martin.
"Hen, kumpulkan pengawal dari dunia bisnis dan juga mafia satukan mereka di markas besar yang ada di pusat kota!" Martin bicara dengan berjalan terburu\-buru keluar dari kamarnya.
Baru kali pertama ini Martin mengumpulkan seluruh pengawal yang tergolong di dua perkerjaan berbeda. Satu pengawal di taruh untuk menjaganya dalam urusan bisnis negara dan semacamnya dan yang satu lagi khusus untuk serangan dari dunia mafia dan juga mengamankan jual beli senjata ilegal yang Martin geluti selama ini. Namun melihat musuh Martin adalah sahabatnya yang mengetahui banyak hal besar tentang Martin.
Hinga CEO Martin mengumpulkan semua pengawalnya dari kedua perkerjaan berbeda, hanya dengan satu perintah asisten Hen semua pengawal segera datang ke markas besar dan menunggu kedatangan mereka berdua. Martin sudah lama tidak pernah muncul lagi di dunia mafia namun dia tidak bisa menganggap enteng keluarganya. Bagi Martin keluarga ialah nafas yang dia hirup setiap hari di manapun dan kapanpun. Mereka terlalu istimewa, Martin hingga rela mati demi melindungi keluarganya.
Martin sudah naik ke helikopter yang ada di atas hotel itu, dia sudah tersambung pada semua pengawalnya yang ada di dalam markas yang berada di pusat kota, gedung tinggi dan terlihat kosong itu di gunakan oleh pengawal Martin di dunia mafia jika mereka sedang melakukan rapat yang penting tempat itu biasanya terlihat lengang karena tidak terlalu banyak orang yang berkumpul. Tapi saat ini terlihat sesak dan juga pengap karena terlalu banyak orang yang ada di dalam gedung itu karena anak buah Martin begitu banyak.
__ADS_1
Martin menatap ke layar tablet yang berukuran 14 inci yang tipisnya hampir sama seperti kertas HVS.
"Kalian pasti sudah mengenalku," Mata Martin melihat banyak orang yang berdiri seperti patung dengan menundukkan kepalanya dari layar tablet itu. "Cari pria yang bernama Henden Habisi dia!"
Selesai bicara Martin langsung menutup ucapan itu. CEO memang tidak suka banyak bicara dia akan mengatakan apa yang perlu dia katakan saja namun semua orang sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi karena Asisten Hen mengirimkan WHATSAPP secara masal ke ponsel semua pengawalnya agar menjadi pria bernama Henden dan tidak lupa juga memberikan foto pria itu berserta alamat markas Henden yang berjarak 2 jam, dari markas anak buah Martin.
"Asisten Hen bagaimana dengan putraku?" tanya Martin dengan wajah kelihatan bersedih dia sangat takut jika anak lelakinya di sakiti.
"Tuan muda kecil baik\-baik saja, dia hanya pingsan saja, tapi sekarang sudah siuman dia sangat sedih dan juga merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Nona muda dan juga Adiknya," ucap asisten Hen dengan wajah kelihatan suram.
"Dia masih kecil, tapi aku bersyukur dia pingsan saat hal itu terjadi atau mungkin Henden tidak akan berpikir panjang untuk membunuhnya." Martin merasa sedikit lega saat mengetahui putranya baik\-baik saja.
"Dia akan menjadi penerus anda Tuan muda," sahut Asisten Hen dengan menundukkan kepalanya.
Semua pengawal Martin sudah masuk ke dalam mobil mereka, banyak sekali mobil berwarna hitam hingga tidak terhitung jumlahnya ini masih pagi namun pengawal Martin sudah merajai jalanan kota. Mereka sudah siap melaksanakan tugasnya yang mereka tau hanya menghabisi saja bukan yang lainnya.
Martin sudah tiba di rumah, dia berlari masuk ke dalam rumah dan melihat Michael sedang duduk di meja makan tanpa menyentuh makanannya sedikitpun, Martin berjalan mendekati anak lelakinya dan mengusap kepalanya. Michael yang bengong langsung kaget dan melihat ke arah tangan yang membelai lembut puncak kepalanya.
__ADS_1
"Dad." Hanya kata itu yang bisa Michael ucapkan dia begitu shock dengan kejadian tadi malam. Martin memeluk putranya dengan erat.
"Kau sudah melakukan tugasmu Nak, sekarang biarkan Daddy yang melakukan tugas selanjutnya, pria itu harus mendapatkan balasannya aku menyesal pernah mengampuninya di masa lalu," Martin bicara dengan mengecup puncak rambut anaknya.
. Para pelayan berjejer rapi di hadapan Martin mereka merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Keyla, Martin menatap mereka dengan sorot mata tajam namun Martin tidak marah sebab mereka hanyalah wanita jangankan mereka para pengawalnya saja pingsan semua saat hal itu terjadi.
"Dad, aku ikut mencari adek dan Mom," pinta Michael dengan wajah kelihatan memohon.
"Sayang, kau masih kecil tetaplah di rumah biar Daddy dan juga asisten Hen saja yang mencari mereka." sorot mata Martin menatap Michael seolah mengatakan jika ucapanya tidak bisa di bantah. Anak kecil itu hanya bisa diam dengan mata berkaca\-kaca membayangkan nasib adik dan juga ibunya di luar sana.
Martin meyakinkan pada Michael jika para penjahat itu tidak akan berani menyentuh adik dan juga ibunya dan mengetahui akan lah itu Michael sedikit merasa lega. Michael tidak mau makan akhirnya dengan penuh kasih sayang dan juga perhatian Martin menyuapi putranya itu dengan roti bakar yang sudah di siapkan oleh pelayan di pagi hari ini. Martin memang ingin sekali pergi mencari anak dan juga istrinya namun dia juga tidak bisa meninggalkan Michael tanpa sarapan pagi.
Di luar ruangan itu banyak pengawal. yang bertugas menjaga rumah Martin tadi malam sedang berkumpul asisten Hen memarahi mereka semua tanpa ada kekerasan karena dia juga tau siapa musuh mereka. Henden terkenal licik dan juga rapi jika sedang melaksanakan aksinya seperti hari ini.
"Jangan sampai kejadian ini terulang lagi! Jika terjadi sesuatu dengan nona muda dan juga Nona kecil! Kepala kalian akan jadi taruhannya." Ancam asisten Hen dengan menyatuhkan alisnya.
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL KHAIRIN NISA YANG LAIN YA ☺️☺️☺️