
"Bukan itu maksud saya Tuan muda, anda harus lebih sabar lagi dalam merayu nona muda. Dan ingat anda Jagan bicara seperti tadi nanti nona muda akan semakin kesal. Tuan muda harus bersikap seolah-olah, Tuan muda yang bersalah. Saya kira dengan begitu nona muda tidak akan lagi merasa kesal pada anda." Ucap asisten Hen dengan menyeka peluh yang ada di jidatnya.
Hahaha ada apa denganmu asisten Hen. Kau sampai berkeringat seperti itu pasti kau takut salah bicara lagi ya. Lihat itu wajahmu juga terlihat sangatlah tegang. Sedangkan Martin diam beberapa saat setelah mendengarkan apa yang asistennya tadi ucapkan.
"Ya aku mengerti jangan menasehati ku! Sana pulanglah." Setelah Bicara Martin segera berlalu pergi masuk kedalam rumahnya tanpa rasa bersalah sedikitpun pada asistennya.
Dasar tuan muda ini, kau sendiri tadi yang minta saran dari ku. Tapi kenapa malah menyalahkan ku seperti ini Gerutu asisten Hen dalam hati sembari masuk kembali kedalam mobil.
Dengan sekejap mobil itu langsung melesat pergi meninggalkan kediaman Martin.
Didalam kamar Keyla.
Setelah membersihkan dirinya didalam kamar mandi Keyla langsung naik ke atas ranjangnya. Dia duduk sembari menyandarkan punggungnya di ranjang, tangan Keyla sedang sibuk memainkan permainan START GIRL didalam ponselnya, itu adalah permainan yang sangat Keyla sukai jika dia sedang merasakan bosan seperti sekarang ini. Tak lama kemudian Martin masuk kedalam kamar tersebut. Martin membersikan tubuhnya lebih dulu dikamar mandi. Kini Martin sudah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama tidurnya yang berwarna senada dengan Keyla.
"Berhenti di sana Kak!" Perintah Keyla saat mengetahui jika Martin hendak mendekatinya.
"Sayang aku harus tidur di mana?"
__ADS_1
"Di luar!" Sahut Keyla singkat dengan tersenyum kecut.
"Kau serius? Ingin tidur sendiri malam ini?"
"Ya!" Keyla bicara dengan tidak menoleh.
"Baiklah, tidurlah disini sendiri jangan pangil aku jika nanti tiba-tiba lampu padam karna sekarang cuacanya sedang mendung." Sindir Martin sembari berjalan keluar dari kamar tersebut. Martin bicara seolah-olah dia tidak ingin berada disamping istrinya itu padahal kenyataannya adalah sebaliknya.
"Aku tidak akan merepotkan mu Kak! Jagan khawatirkan aku." Tandas Keyla dengan wajah jutek menatap kearah Martin yang kini sudah ada di luar ruangan tersebut.
Kenapa dia terlihat sangat menjengkelkan hari ini! jika saja kau buka wanita yang aku cintai ingin sekali aku cekik leher jenjangnya itu. Dan ada apa denganku, aku tidak pernah bisa mengalahkan ucapan istriku itu kenapa seolah-olah ada sesuatu yang menahan ku setiap kali aku mau balik memarahinya. Lebih lagi sikapnya yang terlihat begitu tenang semakin membuatku merasa gerah dan hampir gila.
Di dalam kamar.
Keyla mengakhiri permainan START GIRL yang ada didalam ponselnya. Dia menaruh ponsel tersebut di atas nakas. Dan mulai beranjak dari ranjang Keyla berjalan menuju jendela yang yang ada di tengah-tengah kamarnya itu. Keyla melihat keluar jendela dilihatnya langit memang terlihat gelap karna tertutup awan mendung yang menghalangi indahnya sinar bulan. Keyla mulai membuka kaca jendelanya, kini angin berhembus lumayan kencang mulai menerpa wajahnya dan memainkan rambutnya, bahkan bau pasir pantai yang menandakan akan turunnya hujan kini mulai tercium olehnya.
"Benar kata kak Martin akan turun hujan, asalkan tidak ada suara petir yang sangat kencang aku tidak akan takut." Gumam Keyla lirih sembari menutup kembali jendela kamarnya. Keyla segera kembali naik keatas ranjang ya.
__ADS_1
Rumah Jordan.
"Ma, Pa. Bisakah besok suruh Keyla main kemari?" Tanya Jeni sembari mendudukkan tubuhnya di sofa.
Jordan dan Sinta sedang berbincang-bincang namun Jeni Juga ikut bergabung bersama mereka. Dan tak terlihat kebencian lagi di wajah kedua orangtuanya itu padanya semua kembali normal seperti Jeni tak pernah menyakiti Keyla lebih lagi luka Keyla sekarang sembuh.
"Pa?" Sinta memanggil Jordan seakan dia sedang minta persetujuan dari permintaan Jeni barusan. Tanpa bicara Jordan hanya menganggukkan kepalanya tanda jika dia tak keberatan dengan permintaan Jeni.
"Terimakasih Pa, Ma. Aku sangat merindukan adik kesayanganku itu." Ucap Jeni sembari menyungingkan senyuman di bibirnya.
Tengah malah di kediaman Martin.
Keyla sudah tertidur nyenyak sembari mendengarkan musik dari ponselnya, namun volume ponsel tersebut sengaja dia kecilkan agar tak mengganggunya saat sudah tertidur lelap tentu saja musik tersebut dia anggap sebagai pengganti suaminya yang kini sedang menerima hukuman.
Di ruang tamu.
Martin masih belum tidur juga dia membolak-balikan badanya di sofa sampai tak terhitung jumlahnya. Wajah Martin kelihatan sangatlah kesal dia berdiri kasar dari posisi tidurnya. Martin membuka pintu rumahnya dia kini sedang duduk di teras rumah Martin menatap kearah langit malam itu yang terlihat sangatlah gelap gulita.
__ADS_1
"Kenapa belum turun hujan juga sih, jika hujan turun dan semoga saja juga ada petir sangat sangat keras yang menemaninya." Martin bicara sendiri didepan rumah tersebut.
Kau pintar sekali Martin. Kau berharap hujan yang sangat lebat akan turun dan petir juga akan menyambar-nyambar dimana-mana. Karna kau tau jika Istrimu akan menyuruhmu masuk kedalam kamar jika sampai itu terjadi. Terimalah hukuman mu dan ini kali pertamanya kau dihukum jangan menyerah semuda itu mana sikap sombong dan kejam yang sering kau tunjukkan.