Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Penerus Rubah Kecil Part 2.


__ADS_3

Setelah semua orang itu pergi Asisten Hen segera kembali berdiri di belakang Martin seperti biasanya. Semua pelayan restoran itu tak hentinya melihat ke arah Martin. Jelas terlihat jika para perkerja wanita di restoran itu begitu kagum melihat ketampanan Martin. Restoran yang sangat nyaman dan juga megah di kota itu sering di hadiri oleh perusahaan besar yag juga melakukan Meeting di sana.


     Sekarang Miranda sudah duduk di pangkuan Keiko, lihat itu wajah Keiko mulai terlihat lelah mungkin karena Miranda duduk di pangkuannya namun sebisa mungkin Keiko mencoba sabar dan tidak mengeluh walaupun sekarang kakinya mulai kesemutan karena berat badan Miranda. Bahkan Keiko sampai mengigit bibir bawahnya karena menahan rasa nyeri yang semakin lama semakin merasuk kedalam tulangnya.


Miranda menahan senyumannya dalam hati saat tubuhnya mulai bergoyangg ke kanan ke kiri mengikuti irama tubuh Keiko yang sedang tersiksa bahkan sampai keringat mulai mengucur deras dari jidatnya.


"Tante Keiko apakah kau lelah," tanya Michael dengan senyum manis di bibirnya yang kelihatan sangat puas.


"Ti. . tidak." jawab Keiko terbatah-batah dengan memaksakan senyuman di bibirnya.


      Miranda mulai kasihan pada Keiko dan anak itu berdiri dari panguan Keiko kemudian berjalan ke arah Michael dan dia mendudukkan tubuhnya di kursi kosong samping Micahel.


"Tante kau sangat cantik dan juga baik," puji Michael namun tangannya terkepal dengan sangat kuat di bawah meja saat mengucapkan hal tersebut.


"Ya dia sangat cantik dan juga menawan, tapi jagan coba goda Om Martin ya," imbuh Miranda dengan seulas senyum manisnya.


      "Sayang, mana mungkin Tante seperti itu. Itu hanyalah ketakutan kalian saja," Keiko bicara dengan nada suara terdengar sangat lembut dia mencoba mencuri hati kedua bocah itu.


      "Tante, aku memiliki hadiah kecil untukmu dan angaplah ini sebagai tanda sayangku padamu," Michael bicara dengan menyodorkan satu kota kecil ke hadapan Keiko.


      Dengan senang hati Keiko mulai mengambil kotak yang di berikan padannya itu dengan wajah berseri-seri, dia pasti sedang berpikir jika tidak lama lagi dirinya akan menjadi Nyonya Kwang. Kira-kira seperti itu yang bisa di artikan dari wajah bahagia Keiko.


       "Ya, tuhan Tuan muda Micahel sikapnya sangat persis seperti nona muda dia akan menjadi CEO yang sangat hebat jika besar kelak bahkan lebih hebat dari Tuan muda besar. Aku sangat kagum dengan pemikirannya itu pasti Nona muda sudah keras mengajarinya trik polos yang berakhir tragis," asisiten Hen bicara dengan menahan senyum di bibirnya.


      Sepertinya asisiten Hen mengerti apa yang akan terjadi setelah ini. Dan lihat itu Martin sampai mengeleng-ngelengkan kepalannya. Namun Keiko masih juga tidak menyadari jika dirinya sedang di permainkan oleh kedua bocah itu. Michael mengeluarkan ponselnya dari balik saku celana yang dia kenakan dia sudah siap merekam kejadian yang akan terjadi dihadapannya itu.


     "Boleh tante buka sekarang?"  tanya Keiko dengan menatap ke arah Michael dan juga Miranda bergantian. Kedua anak kecil itu menganggukkan kepalannya kompak dengan wajah sumringah seperti matahari yang sangat cerah di langit siang.

__ADS_1


"Huwa. . . . !" Teriak Keiko dengan membuang kotak yang dia pegang tadi setelah mengetahui isinya.


      Awalnya wajah keiko kelihatan bahagia saat membuka kota itu namun saat dia mengetahui isi kotak tersebut, wajahnya langsung berubah menjadi pucat pias dengan tubuh gemetaran. Jelas saja Keiko takut sampai dia berdiri di atas kursi yang dia duduki tadi. Michael dan juga Miranda memberikan dia kado 2 serangan yang sangat imut untuk tanda perkenalan mereka di mana serangan itu adalah hewan yang paling Keiko takuti dan juga benci. Martin menepuk pelan jidatnya.


       _ _ _ _


      Kamar Keyla.


        Keyla sedang duduk di sudut kamarnya dengan kecembuan yang semakin membakar hatinya bahkan api cemburu itu mulai merasuk kedalam pembuluh darahnya dan mengambil alih kedamaian hati yang bertahun-tahun telah dia rasakan. Hatinya sangat gelisah saat membayangkan betapa centil setiap wanita yang dekat dengan Martin. Namun tak lama kemudian ponsel yang sedang dia genggam dengan erat mulai berbunyi dan Keyla membuka pesan vidio dari Micahel. Keyla langsung tertawa terpingkal-pingkal saat melihat wajah musuhnya yang sangat panik saat mengatahui isi kado yang di berikan oleh putrannya itu.


      "Michael sangat pintar dari mana dia tau jika Keiko takut terhadap seranga, padahal aku tidak memberitahukan hal itu padannya. Dia benar-benar putraku karena sikapnya sangat mirip denganku," Keyla tak bisa menahan tawannya sampai tawa itu keluar dari kamarnya jeni yang kebetulan sedang mau menghampirinya segera masuk dan membuka pintu kamar adiknya itu lebar-lebar.


"Key, ada apa sampai kau tertawa terpingkal seperti itu?" tanya Jeni dengan mulai masuk ke dalam kamar adiknya. jeni mendudukkan tubuhnya di samping Keyla.


"Lihatlah Kak, wanita ini bernama Keiko dan dia mantan kekasih Kak Martin dulu. Kebetulan hari ini mereka meeting bersama dan dia mencoba mencari cela untuk bisa mengantikan posisiku. Namun kedua jagoan kecil kita memberikan hadiah yang sangat indah. Lihatlah ini," ujar Keyla dengan menyodorkan ponsel itu pada Jeni.


      _ _ _  _


     Sore hari.


      Keyla dan juga Jeni sedang berada di halaman rumah mereka menikmati camilan dengan menunggu suami dan juga anak mereka masing-masing.  Tak lama kemudian mobil Dikra mulai datang dan Jeni berdiri dari duduknya kemudian menyambut kedatangan suaminya tercinta. Dikra melihat ke halaman rumah jika mobil Martin belum datang dan pria itu memutuskan untuk ikut duduk dengan Keyla sembari menunggu kedatangan anaknya. Selang beberapa waktu mobil yang di kemudikan oleh asisten Hen mulai memasuki gerbang utama.


       "Mommy," ujar Lee dengan berhamburan ke dalam pelukan Keyla. Keyla membalas pelukan dari putrannya itu dan mengecup pipinya beberapa kali.


     "Miranda, kemarin kau sangat sedih sampai tadi pagi, tapi ada apa ini kau sangat bahagia?" tanya Dikra yang mulai penasaran.


     "Tentu aku sangat bahagia setelah bisa mengusir iblis berwujud manusia!" Kata anak kecil itu dengan wajah datar.

__ADS_1


       Dikra masih tak mengerti namun Jeni menceritakan dan menunjukkan vidio yang dia lihat tadi. Miranda, Michael, Jeni dan juga Dikra berjalan di depan mereka semua. Keyla dan Martin berada di belakang mereka. Asisten Hen sudah berbalik arah dan pulang ke rumahnya.


      Entah mengapa Keyla terlihat tidak sedang marah pada Martin, mungkin karena kedua jagoanya itu sudah memberikan pelajaran pada sie pelakor.


      _ _ _ _


      Pagi hari.


       Ini adalah hari yang paling sedih bagi semua penghuni rumah karena kedua keluarga akan terpisahkan selama beberapa lama. Dan rumah yang selalu ramai itu akan sepi karena kepergian Miranda. Pagi hari seperti mereka semua sedang menikmati sarapan pagi mereka. Namun suasana tidak terlihat seperti biasanya karena terlihat sangat sepi dan juga wajah mereka semua terlihat sedih tak terkecuali Michael. dia bahkan tidak mengangkat wajahnya sama sekali, dia sibuk menghambiskan roti yang ada di dalam piringnya.


      Pelayan sudah memasukkan semua koper ke dalam bagasi mobil. Martin menyuruh Dikra naik pesawat Jet miliknya dan dia tak perlu pergi ke bandara. Dikra mengiyakan apa yang di perintah oleh Martin. Kini mereka semua sudah selesai sarapan pagi Miranda berdiri dari posisi duduknya dan memeluk Keyla yang sedang duduk dari belakang. Keyla berdiri dan memeluk anak itu sebagai tanda perpisahan. Semua orang berdiri dari posisi duduk mereka dengan wajah sendu.


     "Sayang, jangan sedih. jika kau rintu pada kami kau bisa telepon Om Martin dan kami akan terbang dan meneuimu," Keyla bicara dengan menahan air mata yang sudah mau jatuh dari pelupuk matanya itu.


    "Kau jangan pernah bohong ya Tante, aku pasti akan merindukan kalian semua," sahut Miranda.


     "Jangan menangis, karena aku sudah ingin menangis juga. Kau tau kan aku seorang pria tampan dan aku akan kelihatan jelek jika menangis jadi demi aku berhentilah menangis," Michael memeluk Miranda dari belakang dengan mata berkaca-kaca.


     "Micahel, aku akan sangat rindu padamu." Kedua bocah kecil itu saling berpelukan dengan sangat erat.


   Martin berjabatan tangan dengan Dikra, dan Keyla, Jeni saling berpelukan.



.


HAI HAI PARA READERS. . TANGGAL 10 KURANG 4 HARI LAGI LAIN LOH.

__ADS_1


JANGAN LUPA FOLLOW IG KHAIRIN NISA YA DAN IKUTI ACARANYA AKAN BERLANGSUNG DI IG TEPAT TANGGAL 10. BARU SEDIKIT NIH YANG FOLLOW IG KHAIRIN NISA. . PADAHAL JIKA BERUNTUNG DARI 3 PEMBACA KHAIRIN AKAN MEMBERIKAN SATU BAJU CEO NIC. . JANGAN LUPA FOLLOW YA TERIMAKASIH


__ADS_2