Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Episode 94


__ADS_3

    Tubuh Lean semakin gemetaran saat Martin mulai menarik tubuhnya dari kursi kerja yang tadi sempat pria itu duduki, “Lean


dengarkan aku! Aku tidak pernah mencintai ataupun memberikan kesempatan bagi


adikmu berada di sampingku kau taukan, seberapa besarnya cintaku pada anak dan


juga istriku,” ucap Martin dengan mulai berdiri di hadapan Lean yang sekarang


mulai menyesali perbuatanya. “aku bahkan menolak adikmu saat dia sudah


bertelanjang bulat tanpa mengenakan satu helai benang pun di tubuhnya.”


   Asisten Hen mulai mengeluarkan ponselnya dari balik saku jas hitam yang sedang dia kenakan dan pria itu lebih dulu memutar


sebuah video sebelum memberikan ponsel itu pada Lean. Mata Lean langsung


terbuka lebar-lebar saat dia mengetahui apa yang telah adiknya lakukan pada


Martin. Di dalam rekaman video itu Leani mencoba untuk menggoda Martin bahkan


tanpa Martin suruh wanita itu dengan suka rela melepaskan semua bajunya di


hadapan Martin. Bahkan Martin tidak memandang ke arah tubuh gadis itu


sedikitpun namun Leani langsung menarik tangan Martin dengan kasar hingga pria


itu jatuh dengan posisi terlentang di atas ranjang.


    Dengan gila Leani mulai memegang alat fital Martin namun dengan sigap Martin segera menyingkirkan tangan wanita itu dari bagian sensitive dari tubuhnya itu.


     “Sekarang kau taukan bagaimana adikmu bisa bertingkah sangat murahann seperti itu!” Maki Martin dengan rahang mulai mengeras.

__ADS_1


     Lean merasa bersalah dan lutut pria itu seakan tak kuat lagi untuk menopang berat badanya. Hingga Lean jatuh tersungkur ke lantai pria itu memohon pada CEO Martin untuk bisa memaafkan semua kesalahannya bahkan Lean samapi bersujud di bawah kaki pria itu. Asisiten Hen segera menarik Lean dengan kasar sampai kepala Lean


menghantam pingiran meja kerja Martin. Kini darah segar menetes dari pelipis


kepalanya karena asisten Hen terlalu kasar menarik Lean, entah sengaja ataupun


tidak hanya Asisiten Hen saja yang tau.


      “Aku akan memafkanmu tapi dengan satu syarat,” ucap Martin dengan berjalan mendekati sofa yang ada di dalam ruang kerjanya pria itu dengan gaya arogannya mendudukkan tubuhnya di sana.


    “Apapun itu Tuan, saya akan mengabdikan hidup saya pada anda,” sahut Lean dengan masih menundukkan pandangannya seolah-olah pria itu tidak memiliki keberanian untuk mengangkat kepalanya.


      Aru kali pertama Martin memaafkan seseorang yang telah berbuat kesalahan yang begitu besar padanya dengan membocorkan semua rencana yang tersusun dengan sangat rapinbahakn penyerangan di restoran itu juga semua karena Lean yang memberitahukan padanGang Lowang jika CEO Martin makan siang di sana dan tanpa membawa banyak


pengawal sehingga gang Lowanga bisa dengan mudah menyerbu tempat itu.


      Martin memaafkan ke salahan Lean karena menurutnya apa yang di lakukan oleh Lean ialah suatu hal yang wajar, sebab seorang kakak tidak akan pernah membiarakan adiknya menderita


namun Lean hanyalah korban kebohongan Leani saja. Hingga Martin bersimpati


         Baskem Gang Lowang.


Rumah yang begitu besar namun juga terlihat begitu menakutkan karena rumah mewah tersebut bercatkan hitam karena sang pemilik menyukai warna tersebut dan banyak anak buahnya memakai baju layaknya seorang berandal.



Di rumah mewah namun terlihat horot, ada seorang pria yang sedang mendudukkan tubuhnya dengan gaya kelihatan arogan. Sedangkan semua pria lain sedang berdiri dengan menundukkan kepalanya tak ada satu orangpun dari mereka yang berani berani mengangkat pandangannya.



"Aku begitu ingin menghabiskan Martin tapi kenapa belum bisa kalian lakukan juga!" Teriak seorang pria yang sedang duduk di sofa yang berada di tengah\-tengah orang yang sedang berdiri dengan masih menundukkan pandangannya.

__ADS_1



Ya pria itu adakah musuh terbesar Martin yang bernama Henden. Seorang pria menarik tubuhnya dari orang yang sedang berdiri dan segera membungkukkan badannya di hadapan Henden dengan penuh hormat.


"Tuan muda, kemarin saya melihat dengan mata kepala saya sendiri jika istri CEO Martin dan juga anaknya jago memainkan pistol," Ucap pria yang bernama Matheus yang merupakan tangan kanan Henden.


Matheus mengetahui sendiri jika Keyla dan juga Michael menembak beberapa anak buahnya bahkan pria itu juga sempat memotret saat hal itu terjadi, Henden mulai marah saat dia mendengar apa yang di ucapkan oleh Matheus barusan karena dirinya begitu iri dengan Martin.



Sejak dulu Marti selalu jauh lebih unggul dan juga sukses darinya, bahkan Martin bisa memiliki anak yang tampan dan juga pintar seperti bahkan kini kebencian Henden semakin besar pada sahabatnya itu. Henden ingin sekali datang ke rumah Martin dan langsung membunuh pria itu dengan tangannya sendiri namun hal itu tidak akan pernah bisa dirinya lakukan karena begitu banyak pengawal yang berjaga selama 24 jam di depan rumah Martin.


     Rumah Ceo Martin.


     “Hei bocah kecil,


setelah ini aku kan memiliki adik sendiri dna jku tidak perlu menjagamu lagi


setiap kau berkunjung kemari,” ucap Michael dnegan wajah datar.


    Michael sedang


mendorong **** eve keliling rumah itu karena jika sampai anak itu marah maka


Keyla akan berpikir Michael yang sudha sengaja membuatnya menangis. Michael


mulai merasa lelah dan dia menaruh Eve di kusi sampingnya namun bayi itu


menangis saat Lee berhenti mendorong tempat tidur bayinya.


    “Aduh kamu ini mintak di dorang terus, aku capek tau,” gerutu Michael dengan mengambil Eve

__ADS_1


dalam tempat tidur bayinya.


     Eh apa ini yang hangat, kok mulai membasahi tubuhku sih,” gumam Michael dalam hati dengan menger


__ADS_2