
"Kak, aku takut sekali Hiks hiks hiks. Bisakah kau tidur denganku malam ini." Keyla bicara dengan suara gemetaran.
Sedangkan diluar ruangan tersebut suara hujan semakin lebat dan petir juga masih terus menggelegar. Namun Keyla sedikit lebih tenang karna suaminya sudah ada didekatnya saat ini. Terlihat senyum kecil dibibir Martin dalam kegelapan setelah mendengarkan ucapan istrinya barusan.
Yes akhirnya aku bisa tidur lagi dikamar ini,. "Sayang kau lupa apa yang kau katakan tadi! Bahkan suara teriakan mu itu membuatku kaget dan menganggu tidur lelap ku." Bicara berlaga sombong seakan tak perduli.
Menatap wajah Martin, "Kak aku sangat takut aku mohon?"
"Tidak bisa, malam ini aku akan tidur di luar lagi pula AC kamar ini padam jadi akan terasa panas. Besok saja aku tidur di sini." Berlaga kepanasan padahal cuaca rumah itu tetap dingin walaupun tanpa menggunakan AC karna jaraknya yang sangat dekat dengan pantai Sango.
"Aku tadi hanya sedang merasa emosi saja Kak, kau jangan marah aku mohon aku sungguh ketakutan." Rengek Keyla sembari mempererat pelukannya pada tubuh kekar suaminya itu.
__ADS_1
"Baiklah jika kau menginginkannya, kelak jika kau mengusirku lagi aku tidak akan mau kembali tidur di kamar ini!" Sahut Martin sembari memeluk tubuh Keyla semakin erat.
Hahaha! Kau sedang bermain sandiwara Martin, jelas-jelas tadi kau tidak bisa tidur karna tidak berada didekatnya kini kau bertingkah seolah-olah kau merasa kesal di suruh berada didalam kamar itu. Aku sarankan selain menjadi pembisnis sukses setperti kau juga harus menjadi seorang aktor. Karna kemampuan akting mu sungguh luar biasa lihatlah Keyla sampai terkecoh mengira apa yang kau ucapkan tadi adalah sungguhan.
Martin mulai mencium kening Keyla dan perlahan mulai turun ke bibirnya dan kini mereka berdua sedang berciuman dan tangan Martin mulai menelusuri setiap lekukan tubuh istrinya itu di tengah gelapnya kamar yang tadi memancarkan hawa horor dan seram itu kini berubah menjadi suasana romantis yang menjadi saksi dua insan manja yang saling mengecup madu cinta itu.
Rumah Dikra.
Dikra sedang berada didalam kamarnya malam itu dia masih belum juga bisa tidur, pria itu berguling kesana-kemari di atas ranjang sembari mata menatap dinding-dinding kamar yang berwarna putih polos tanpa sebuah cela. Wajahnya terlihat bahagia jika dilihat dari caranya yang tersenyum sendiri beberapa kali.
Kediaman Jeni.
__ADS_1
Jeni juga masih belum bisa menutup matanya padahal sudah larut malam, dia belum mengerti akan rencana pernikahan yang diatur oleh Martin untuknya. Entah apa yang sedang wanita itu pikirkan hanya dia dan tuhan yang tau karna sikapnya terlihat berubah-ubah semoga saja dia sudah melupakannya suami adiknya itu dan bisa hidup bahagia bersama Dikra setelah menikah nanti.
Pagi hari di rumah Martin.
Martin lebih dulu membuka matanya dan dia menatap kearah istrinya yang sedang tidur pulas itu. Martin semakin mempererat pelukannya pada Keyla dia mulai mengecup leher jenjang istrinya dengan lembut namun Keyla masih juga belum membuka matanya. Keyla hanya bergeliat manja saja karna merasakan geli di bagian lehernya. Martin menyungingkan senyumannya dan dia segera mengulang untuk yang kedua kalinya sembari tangannya mulai bermain kesana-kemari karna merasakan risih akhibat ulah suaminya itu Keyla perlahan mulai membuka matanya.
"Apa kau lapar Kak? Ini masih sangat pagi dan aku juga masih ngantuk." Rengek ya sembari mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Aku sangat lapar sayang!" Sahutnya sembari mengulum bibir mungil istrinya itu.
"Hentikan! Aku akan buatkan roti bakar untukmu," Ucap Keyla sembari menyingkirkan selimut yang menutupi separuh tubuhnya itu dan hendak beranjak duduk dari posisi tidurnya namun Martin segera menarik tubuhnya pelan dan membuatnya tertidur kembali di atas ranjang.
__ADS_1
"Bukan itu yang ingin aku makan," Martin mulai berada di atas tubuh istrinya dengan senyuman devil terlihat dari bibirnya.
"Lalu makan apa! Katanya kau lapar?" istri manja itu masih belum mengerti akan keinginan suaminya yang sudah tak tahan dengan sikap manja dan polosnya di pagi buta itu.