Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Episode 29


__ADS_3

Mobil yang dikemudikan oleh Asisten Hen sudah berhenti tepat didepan rumah Jordan. Asisten Hen segera turun dari mobilnya dan dia segera membukakan pintu  untuk Martin, Martin dan keyla segera turun dari mobil. semua pengawal langsung membungkukan badanya saat orang nomor satu dikota tersebut berdiri dihadapan mereka sedangkan Jordan, Sinta dan Jeni berdiri didepa,n pintu rumah mereka sudah berdiri disana sebelum mobil Martin memasuki halaman rumahnya. Mata keyla menyapu halaman depan rumahnya yang biasanya terlihat sepi dan sejuk itu menjadi ramai dan horor. Pastilah wajah mereka terlihat horor  karna banyak sekali pengawal suaminya yang berjejer didepan rumah Keyla dengan wajah dingin tanpa ekspresi dan tak terlihat seulas senyuman diwajahnya dan itu menambah Keyla semakin jengkel.


''Kak kenapa kau taruh banyak patung yang horor didepan rumahku! Lihatlah kau buat rumahku lebih menyeramkan dari rumah hantu yang ada di kota ini.'' Keyla bicara sembari masih berdiri didepan mobilnya.


''sayang apa maksudmu para pengawal itu?'' Martin bicara sembari mengerutkan dagunya.


Berdecak kesal, ''Iya Kak, lihatlah mereka memiliki wajah yang sangat dingin sama dengan dirimu!'' Ledek Keyla sembari tersenyum kecut menatap kearah ,Martin.  Sontak Martin langsung berdecak kesal karna hal tersebut.

__ADS_1


Kau berani mwnghinaku!'' Martin hampir meledak dia sudah menyatuhkan alisnya menatap kearah isti kesayanganya itu.


''Aku tidak menghina mu, aku  hanya berkata jujur saja.'' Tandas keyla dengan wajah terlihat nyinyir.


''Tidak ada orang yang yang pernah bicara seperti itu sayang.'' Martin bicara dengan menunjukan wajah bangga karna dia merasa ucapanya saat ini adalah benar.


Martin dan Keyla masih berdebat didepan mobil sedangkan Sinta dan Jordan saling berpandangan mereka hanya bisa menunggu orang yang sedang berdebat itu dengan hati yang lapang. Karna jika mereka melerai pertikaian suami dan istri itu, mereka takut jika Martin akan marah. hahaha lihatlah itu kedua orang tua Keyla saja takut pada Martin.Tapi anak mereka malah menjadi kelemahan terbesang sang ceo.

__ADS_1


''Aku mau masuk, aku lapar.'' Ucap keyla sembari berjalan mendahului Martin. Namun Martin yang masih belum puass derdebat segera menghentikan langkah Keyla.


''Key! Berhenti aku belum selesai bicara.''


''Kau ingin aku dan anakku kelaparan! Baikklah jika itu maumu'' Ucap Keyla dengan alis menyatu.


''ahahaha aku hanya bercanda sayang, ayo kita msuk dn makan.'' Ucap martin karna jika Keyla sudah bicara tentang calon Martin junior. Pria itu langsung mengalah dan seperti pagi ini padahal martin masih merasa geram dengan kejujuran Keryla tadi, tapi apalah daya pria itu hanya bisa pasrah karna anak yang sedang ada dalam rahim istrinya itu membutuhkan banyak asupan makanan yang cukup'

__ADS_1


Sinta segera memeluk anak kesayanganya itu dengan lembut, sedangkan Jordan kini sedang berjabatan tangan dengan Martin. Jeni menatap Martin dengan lumayan lama dan kini mereka berjabatan tanggan entah apa yang sedang ada di pikiran jeninkala itu karna wanita itu terus menatap Martin tanpa henti seperti memiliki niat tidak baik terhadap pria itu.


__ADS_2