
Henden tertembak di bagian dadanya, pria itu jatuh tergeletak di tanah dengan
bersimbah darah. Pengawal yang tadi tak sengaja menembak majikannya sendiri
akhirnya lebih memilih untuk bunuh diri sebelum dia di keroyok masal oleh para
pengawal CEO Martin yang sejak tadi sudah menunggu di depan pintu ruangan itu.
Pengawal Henden ingin membunuh Keyla karena dia merasa kasihan melihat Henden hanya bisa diam tidak bisa memiliki wanita yang dia cintai itulah alasan sebenarnya kenapa pengawal itu berusaha menghabisi Keyla.
Martin menyuruh asisten Hen masuk ke dalam kamar itu bersama Lean dari panggilan ponselnya. Mereka masuk ke dalam kamar tersebut kemudian menutupnya kembali dan membiarkan pengawal lainnya berjaga di
depan pintu ruangan tersebut. Asisten Hen dan juga Lean sangat kaget saat melihat
Martin menaruh kepala Henden di dalam pangkuannya. Lean pun mengerutkan
keningnya heran melihat hal tersebut.
Air maat Keyla terus berjatuhan melihat akan nasib Henden pria itu tertembak peluru yang seharusnya mengenai dirinya. Henden memegangi tangan Keyla dengan berkata.
“Kau tidak papa?” tanya Henden dengan wajah pucat pias karena dia mengeluarkan terlalu banyak darah dalam tubuhnya.
“Aku tidak papa, bertahanlah kita akan pergi ke rumah sakit sebentar lagi,” ucap Keyla dengan mengengam tangan Henden dan air matanya jatuh menetes mengenai tangan pria itu.
Lean mengendong Keyzia, pria itu tidak ikut bertengkar magkanya tubuhnya terlihat bersih tidak ada bercak darah sedikitpun di sana. Lean mengambil Keyzia dalam pelukan Keyla, dan Key memberikan bayi itu pada Lean. Keyla kembali mengengam tangan Henden yang sekarang mulai kelihatan kesulitan
bernafas.
“Henden, kau menyelamatkan istriku,” Martin bicara dengan mengengam tangan sahabatnya begitu erat.
“Aku tidak mau melihat dia terluka karena pengawalku, benar apa yang telah di katakana oleh Keyla jika cinta hanya tentang dua orang saja dan bukan lebih. Martin maafkan
aku dan tolong jaga wanita ini dnegan baik,” setelah bicara Henden bernafas
dengan tersengal-sengal hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Keyla menangis, karena dia tak menyangka jika pria itu mencintainya dengan sangat besar sampai mau mengorbankan nyawanya demi untuk menyelamatkan dirinya. Kisah Henden sampai di sini saja namun semua orang akan selalu mengingat perjuangan hidupnya selama ini, Martin memeluk jasad sahabatnya itu dengan begitu erat dia pasti tidak pernah menyangka jika pria yang menjadi musuh terbesarnya saat ini justru malah yang menyelamarkan istrinya dari ambang pintu kematian.
Lean dan juga asiten Hen ikut bersedih dengan kepergian Henden tapi takdir telah memilih siapa yang hidup dan juga pergi, Martin menyuruh asiten Hen untuk menguburkan Henden dengan layak dan para pengawal Henden yang lain juga harus di makankan dengan layak untuk menutup kasus besar ini agar tidak sampai di ketahui oleh publik.
__ADS_1
Pengawal Martin melakukan tugas mereka Lean berada di luar kamar itu dengan asisten Hen, Keyzia kembali tertidur
setelah anak kecil itu di berikan susu oleh Lean tadi.
“Kau mau kemana?” tanya Keyla saat melihat Martin hendak masuk kembali ke dalam kamar sedangkan Key berada di depan pintu ruangan itu Menatap suaminya dengan selidik.
“Mau mandi! Kenapa kau mau ikut,” ucap Martin dengan senyuman usil menyerigai dari
bibirnya.
Asisten Hen menahan tawanya saat mendengar percakapan kedua majikannya itu. Keyla tidak mengubris apa yang di ucapkan oleh Martin dan segera mengambil bayinya dalam gendongan Asisten Lean dengan perlahan.
Keyla melihat banyak mayat bergeletakan di setiap sudut rumah itu dia merasakan ngeri sekaligus tidak berani menatap ke arah merah darah yang berada di lantai pualam berwarna putih itu. Assisten Hen mengandeng tangan Keyla dan menyuruh wanita itu untuk menutup matanya. Lean dan Asisten Hen mengarahkan jalan Keyla dengan sangat hati\-hati sampai keluar dari rumah itu.
Para pengawal lain sibuk melakukan tugas mereka, Setelah Martin mandi asisten Hen dan juga Lean di suruh mandi juga oleh CEO Martin dan berganti baju. Sebab dia tidak
ingin anaknya itu mencium bau mafia yang berlumuran darah setelah habis membiasakan semua musuhnya. Bahkan Lean yang dalam keadaan bersihpun harus
tetap membersikan dirinya di dalam kamar mandi karena mereka akan satu mobil
dengan CEO Martin.
Keyla lupakan sebab karena kebaikan pria itu juga yang membuat Keyla bernafas
sampai hari ini.
Keyla msuk ke dalam mobil, Lean mengemudikan mobil tersebut kembali menuju kota. Sekarang masih pukul 02,00 malam. Mobil itu terus meneroboh hutan Keyla yang merasaka lelah tertidur sedangkan Martin menaruh bayi Keyzia dalam gendongannya. Pria itu membelai lembut pipi mulus anaknya itu karena dia sangat merindukannya. Saat Mencari kedua wanita yang sangat dia sayangi dalam hidup nya itu.
Mobil mulai memasuki halaman rumah CEO Martin setelah menempuh beberapa jam perjalanan, Semua pengawal yang berjaga di depan rumah CEO Martin segera membungkukkan sedikit tubuhnya memberikan hormat pada majikannya.
Michael yang sejak sejak semalam duduk di teras rumah, langsung menarik tubuhnya dengan kasar dan langsung berdiri ke melihat ke arah mobil hitam yang baru saja melewati gerbang utama rumahnya. Anak lelaki itu langsung menghampiri mobil hitam yang baru saja berhenti di depan halaman rumahnya.
Keyla turun dari dalam mobil dengan mengendong Keyzia. Michael langsung memeluk Keyla dan menangis di pelukan ibunya itu dengan rasa haru yang menyelimuti hatinya. Karena saat Keyla belum di temukan, Michael tidak mau makan dan juga tidak mau bicara dia hanya diam dengan terus duduk di depan rumah menunggu kedatangan Daddy\-nya membawa adik dan juga ibunya.
__ADS_1
"Hei, jagoan. Mana mungkin kamu bisa menangis seperti ini sekarang di tinggal Mom sebentar saja kau sudah cengeng," ucap Key dengan mengusap lembut puncak kepala anaknya itu.
"Aku takut terjadi hal yang buruk dengan Mom dan juga Adek," sambung Michael dengan menyeka air matanya.
Martin menatap ke arah Michael dengan wajah datar, dia bisa memaklumi akan air mata yang jatuh membasahi pelupuk mata putranya itu. Karena dirinya sendiri sana merasakan sedih hingga hampir gila hanya saja kegilaan itu tidak dia tunjukkan di hadapannya anaknya.
"Asisten Hen, pulanglah anak dan juga Istrimu juga pasti sedang menunggu mu saat ini." Pria itu bicara dengan melirik ke arah Asistennya.
"Terimakasih Tuan muda," membungkukkan badannya di hadapan Martin dan juga Keyla.
"Terimakasih kau sudah menjaga suamiku dengan baik. Tak membiarkannya menghancurkan seluruh kota ini karena mencari ku," ucap Keyla dengan melirik tajam ke arah suaminya.
Bersambung.
PENGUMUMAN. CERITA MICHAEL DAN JUGA EVE SSN SUDAH TERBIT LOH DI SEBELAH.
CERITA INI AKAN SEGERA TAMAT YA KALIAN BISA BACA SEASON 3 DI BUKU SEBELAH.
ADA SATU PENGUMUMAN LAGI NIH. . BAGI SIAPA YANG VOTE PALING BANYAK SELAMA SATU BULAN MAKA JUARA SATU DAN DUA AKAN MENDAPATKAN BAJU DARI NOVEL CEO MARTIN SEASON 3.
BURUAN BACA DAN JUGA VOTE YANG BANYAK MULAI SEKARANG KAPAN LAGI BISA DAPAT BAJU GRATIS' LOH. .. SIAPAPUN BERKESEMPATAN MENANG YA. .
__ADS_1