Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Bertemu Lagi.


__ADS_3

''Martin jangan berlebihan seperti itu, aku kan sahabatmu.'' Gerutu Sendi sembari meninju pelan lengan Martin.


''Kak Sendi, bagaimana dengan kondisi Ferdi saat ini?'' Key bicara sembari mengikuti langkah kaki Sendi masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Martin masih belum  melepaskan pelukannya pada pundak istrinya itu.


''Semenjak Ferdi terakhir berkunjung ke rumahmu, dia terus meminum alkohol bahkan akhir-akhir ini dia tak mau berangkat kuliah lagi. Aku sudah coba berbicara padannya namun sia-sia. Bahkan di dalam tidurnya dia terus mengigau namamu aku mohon selamatkan adikku. Dia bisa mati jika terus seperti ini.'' Sendi berbicara dengan mata berkaca-kaca.


air mata bertumpuk di sudut mata Keyla, Hatinya terasa perih bagaikan terkena sayatan pisau saat mengetahui kondisi pria yang dulu pernah ia cintai. Kini Keyla mulai melangkah menaiki anak tangga rumah Sendi. Wanita itu berjalan menuju kamar sahabatnya sedangkan di lantai bawah Martin terus berceramah di samping Sendi sembari matanya tak berkerdip menatap ke arah istrinya yang kini sudah mulai masuk ke dalam kamar musuhnya itu.


''Jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada istriku, siap-siap saja aku akan habisi kalian berdua!'' Ancam Martin sembari terus menatap ke arah Keyla.


''Iya, terserah apa yang mau kau lakukan,'' Jawab Sendi sembari menatah tawannya melihat sikap berlebihan sahabatnya itu.


Martin kau jangan terlalu bucin seperti ini sungguh tidak pantas seorang CEO seperti mu bersikap kekanak-kanakan begini malu sama usia hahaha!


 

__ADS_1


Di dalam kamar Ferdi.


Key melihat Ferdi yang duduk di sofa dengan membelakangi posisinya berdiri sekarang. Pria itu sedang menikmati anggur langsung dari botolnya, Pandangan Ferdi kosong menatap lurus ke depan entah apa yang sedang pria itu pikurkan saat ini, Key berjalan pelan sembari menatap ke arah sahabatnya itu. Key melihat Janggut Ferdi yang di tumbuhi bulu halus dengan rambut yang terlihat acak-acakan lengkap dengan baju yang berantakan. Ferdi yang dulu tampan, keren dan idola sekolah itu sudah hilang bahkan pria yang kini ada di hadapan Key bukan seperti pria yang dia kenal dulu.


Key yang sudah tidak tahan melihat Ferdi terus menghabiskan alkohol yang ada di dalam botolnya itu segera menyambar kasar botol anggur tersebut dan segera mengarahkan botol tersebut ke arah tembok, hingga botol itu pecah menjadi serpihan dan memecahkan kesunyian di dalam kamar tersebut.


''Berensek! Siapa yang berani mengganggu apa yang sedang aku lakukan!'' Ferdi sembari berdiri kasar dari posisi duduknya.


''Ini aku,'' Ucap Keyla saat melihat Ferdi hendak melayangkan tinju padanya.


Apa yang sudah aku lakukan aku hampir saja memukulnya tadi, ini benar Keyla kan, aku tidak sedang bermimpi ya ini adalah wanita yang selama ini selalu terbayang-bayang di mataku, aku tak menyangka jika dia akan datang ke kamarku dan menemuiku. Eh apa ini kondisiku berantakan seperti ini.


Ferdi terus menggerutu dalam hati sembari mencoba merapikan penampilannya yang acak-acakan.


''Key, kemarilah awas terkena serpihan botol itu.'' Ucap Ferdi dengan nada suara terdengar sangatlah lembut dan penuh perhatian. Ferdi memegangi tangan Keyla dan menyuruhnya duduk di sofa yang tadi dia duduki.

__ADS_1


''Ferdi, ada apa denganmu?'' Tanya Keyla saat sudah mendudukkan tubuhnya di sofa tersebut.


''Key tunggu di sini sebentar ya, aku mau membersihkan diriku dulu,'' Ucap Ferdi sembari tersenyum lembut pada Keyla dan tangannya mengusap pelan rambut wanita itu. Tanpa menjawab Key hanya menyunggingkan senyumannya tanda jika dia tak merasa keberatan dengan permintaan pria itu.


Di dalam kamar mandi.


Ferdi melihat kondisinya yang sangat teramat menyedihkan dari pantulan cermin, Ferdi mulai mengambil pencukur jenggot yang ada di hadapannya, pria itu sangat bahagia jika dilihat dari pancaran wajahnya dan senyum yang mengembang di bibirnya. Harapan untuk hidup yang mulai terlihat samar-samar dalam bayangannya kini  mulai hidup kembali.


Di dalam kamar Ferdi.


Key mulai berdiri perlahan dari posisi duduknya dan dia mulai berjalan mendekati rak panjang yang letaknya ada di samping pintu. Key melihat banyak sekali foto dirinya yang tertempel di dinding, itu adalah fotonya saat bersama dengan Resni, namun Ferdi merobek separuhnya dan hanya menyisahkan foto dirinya saja di sana.


Air mata Key langsung meleleh seketika saat mengetahui akan hal tersebut, wanita itu takn pernah menyangka jika Ferdi sangat mencintainya sampai seperti ini,


Kriekkk!

__ADS_1


Key langsung mengusap air mata yang masih mengalir di pipinya itu saat mendengar suara pintu kamar mandi itu di buka,


__ADS_2