
Melihat kedua bocah yang ada di hadapannya bersikap baik padanya. Keiko seakan sedang di ajak terbang ke atas awan dia sedang menari-nari dalam khayalannya yang sangat indah, bahkan Keiko mempunyai pikiran akan meninggalkan suaminya jika sampai Martin mau kembali menjalin hubungan dengannya.
Hahaha lihat itu Keyla kau kalah telak dariku bahkan putra kesayanganmu saja sangat mudah aku taklukkan, aku sangat ingin melihat kehancuran mu tepat di depan mataku.
Keiko menarik salah satu senyumanya dengan menatap ke arah Michael yang sedang tersenyum manis padanya.
"Sayang, bisakah Tante ikut bergabung dengan kalian?" tanya Keiko dengan wajah memelas menatap kedua bocah kecil itu bergantian.
Michael dan Miranda saling berhadapan dan kedua anak itu bersamaan mengerdipkan salah satu mata mereka, seakan menunjukkan jika ada rencana licik di balik kerdipan mata manja namun juga sangat menakutkan itu.
"Om Martin bisakah aku pindah duduk di pangkuan Tante Keiko?" tanya Miranda dengan menatap ke arah Martin.
__ADS_1
"Miranda mana boleh, di sini saja," sahut Martin dengan memeluk tubuh gadis kecil itu.
"Tentu saja boleh Sayang," Keiko menyambar perbincangan mereka berdua
Miranda menarik salah satu senyumannya dan langsung beranjak berdiri dari pangkuan Martin dengan sangat girang seakan dia sedang mendapatkan tambahan uang jajan. Keiko yang bodohh pasti tak menyangka dengan rencana kedua bocah itu yang sedang mengerjainya.
Di dalam restoran itu bisa di bilang tidak terlalu ramai namun ada juga dari perusahaan lain yang meeting di sana. Dan Keiko menjadi bahan perbincangan mereka karena bisa berbincang dengan CEO Martin dengan sangat akrab. Di dalam restoran itu bahkan merek yang sedang menjalankan meeting sebenarnya sudah selesai namun karena mereka masih sibuk gibah jadi mereka memperpanjang waktunya demi melihat pemandangan yang ada di hadapannya itu.
"Maaf tuan\\-tuan, jika kalian sudah selesai meeting maka boleh segera pergi." Pria itu bicara dengan tersenyum namun senyuman itu jelas terlihat sangat mengerikan bagi orang yang melihatnya dan bisa di bilang juga seperti sebuah ancaman besar.
"Hei kawan jika kita ingin selamat, maka ayo pergi sebelum asisten Hen mulai bertindak," mereka seakan sedang bicara secara batin melalui tatapan mereka yang saling bergantian menatap satu sama lain.
"Ba. . baik Asisten Hen," sahut salah satu di antara mereka dengan wajah ketakutan dan tubuh gemetaran.
__ADS_1
Semua orang pergi dan dengan teratur meninggalkan restoran tersebut.
Martin mengetahui apa yang sedang di pikirkan oleh putranya segera berbisik di telinga Michael, "Sayang, jangan lakukan itu. Daddy tau kau pasti marah melihat sikapnya saat berusaha mendekati Daddy,"
Mendekatkan bibirnya tepat di telinga Martin, "jika Dad mau protes. Silahkan bicara dengan Mom!" Anak kecil itu bicara dengan nada suara terdengar begitu arogan dan wajah datar.
Martin langsung melotot setelah mendengar apa yang Michael ucapkan barusan.
Lihat itu perubahan wajah Martin wajahnya yang datar langsung gelisah saat nama rubah kecil disebut. Martin pasti sedang tidak tenang hatinya karena membayangkan jika Keyla sedang cemburu di dalam kamarnya.
__ADS_1