
Martin berjalan mendekati pasangan yang
lagi asyik berpacaran mereka berdua belum menyadari jika sang pemilik mall tersebut sedang berjalan ke arah mereka berdua dengan menyipitkan matanya, Martin
melihat ke arah pasangan kekasih yang sekarang sedang beradu pandang dengan
sedangkan kekasihnya, pria itu mengambil satu kentang gorong dan menyuapkannya dengan penuh kemesraan ke pada kekasihnya yang sangat cantik dan juga masih usia sekitar 20 tahun. Martin melihat ke arah pasangan kekasih yang sekarang sedang beradu pandang sedangkan sang pria mengambil satu kentang goreng dan menyuapkannya dengan penuh kemesraan ke pada kekasihnya yang sangat cantik.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan apa yang pasangan kekasih itu lakukan namun Martin saja yang merasa terganggu karena pria itu takut jika sampai pasangan kekasih itu tanpa sengaja menabrak istrinya yang sekarang sedang hamil besar, Keyla hanya bisa menghela nafas pelan melihat betapa posesif suaminya tercinta itu namun
Key menyadari jika itu juga bisa di artikan betapa besar cinta Martin pada dirinya dan juga janin yang sekarang sedang tumbuh sehat dalam rahimnya.
“Hei kalian diam di sana!” teriak Martin dengan berjalan mendekati pasangan kekasih yang sekarang mulai mengalikan pandangan mereka ke pada seorang pria yang berteriak di depannya.
Pada awalnya pria yang baru saja menyuapi kekasihnya dengan kentang goreng itu mau marah kepada seorang pria yang di rasa kurang sopan sudah menganggu kemesraan di antara dirinya dengan kekasihnya namun pria tersebut yang umurnya sekitar 25 tahun. Segera menghentikan niatnya karena mengetahui siapa pria yang berteriak padanya tadi.
Kedua pasangan kekasih itu hanya bisa diam di posisi mereka sekarang dengan saling bertatapan satu sama lain seolah mereka sedang kebingungan dengan apa yang mereka lakukan sampai menyingung orang nomor satu di kota itu, banyak pengunjung mall yang tidak sengaja melintas ikut melihat apa yang terjadi dari jarak yang cukup jauh tentu saja mereka juga takut jika sampai terkena imbas dari ke salahan orang
lain.
“Ia Tuan muda,” sahut pria dan juga wanita itu dengan suara bergetar.
Menatap dengan sorot mata membunuh, “Lain kali jika kalian berjalan perhatikan jalan, jangan bermesraan di tempat umum seperti ini.” Ucap Martin dengan tak bergeming
menatap ke dua pasangan kekasih itu.
“Tidak akan kami ulangi Tuan muda,” sahut wanita cantik yang berusia 20 tahun dengan membungkukkan badanya dan kekasihnya juga ikut membungkukkan badanya juga.
“Pergilah!” dengan enteng Martin bicara.
Martin tak menyadari jika rasa takut yang sekarang sedang menyelimuti tubuh pasangan kekasih itu karena tatapannya tadi bahkan semua orang yang hendak berjalan satu arah dengan Martin lebih memilih berhenti dan berjalan di belakangnya dari pada mereka harus menghadapi ke marahan sang penguasa di kota itu.
“Mom, Dad sungguh memalukan dia seenaknya saja memarahi orang tanpa rasa bersalah seperti itu. Padahal kakak itu kan tidak bersalah sedikitpun,” gerutu Michael dengan mengarahkan pandangannya ke arah Keyla.
__ADS_1
Mengusap puncak kepala anakanya dengan lembut, “Sayang kau harus tau jika itu bukti kalau Daddy sangat menghawatirkan adik mu ini,” Keyla mencoba memberikan
pengertian pada putranya agar tidak salah paham dengan apa yang di lakukan oleh
Daddy nya.
“Oh, aku juga akan melindugi Adek Mom, tapi tidak dengan cara berlebihan seperti apa yang Dad lakukan barusan,” jawab Michael setelah anak itu bisa mencerna apa yang di
ucapkan oleh Keyla tadi.
Sikap tenang yang di miliki Michael jelas anak kecil itu Warisi dari Keyla sedangkan sikap kejam dan juga arogan Michael dia warisi dari Martin. Rasanya aku tidak sabar melihat sang pewaris tahta tumbuh dewasa dan bagaimana sepak terjangnya kalian harus sabar ya untuk terus membaca episod berikutnya.
Miranda yang sudah terbiasa melihat sikap Martin jika sedang merasa terganggu dengan apa yang orang lain lakukan hanya diam dengan menikmati apa yang terjadi di
hadapannya.
“Sayang, ayo kita lanjutkan untuk berkeliling mall,” ucap Martin pada Keyla dengan melingkarkan satu tangannya di bahu pria itu.
Mereka berempat melanjutkan perjalanan dan Miranda membeli banyak barang yang harganya sangat mahal namun Martin tidak pernah merasa keberatan dengan apapun yang di inginkan oleh orang yang dia sayangi. Miranda bahkan membeli banyak baju pengeluaran terbaru di bulan agustus ini awalnya Miranda menolak pemberian Martin yang terlalu berlebihan karena gadis kecil itu pasti takut jika Jeni dan juga Dikra
Namun Martin yang memaksa anak itu untuk mebeli banyak baju karena Martin sangat menginginkan anak wanita, karena sebab itu selama ini dia menyayangi Miranda seperti dia menyayangi Michael.
Di rumah Martin.
Dikra dan juga Jeni sedang berada di dalam kamarnya, mereka melihat kamar yang sudah tidak mereka huni selama beberapa bulan ini tidak ada yang berubah tidak ada debu
sedikitpun di dalam kamarnya, pasti Keyla menyuruh pelayannya untuk
membersihkan kamar kakaknya itu setiap hari. Jeni merindukan suasana di dalam
kamarnya dan di rumah itu namun setelah Keyla melahirkan rencananya dia akan
kembali lagi ke kota di mana dia tinggal sekarang.
__ADS_1
Keesokan harinya.
Pagi hari seperti biasa mereka sarapan bersama di meja makan, meja makan yang biasanya terlihat sunyi tanpa canda tawa kali ini sangat berbeda karena kehadiran Miranda di dalam rumah itu membuat suasana rumah itu kelihatan hidup dan juga terdengar kegaduhan karena keisengan Miranda yang terus mengoda Michael. Keyla sangat bahagia karena Miranda berada di rumahnya lagi sedangkan Martin Tak hentinya menatap ke arah istrinya yang sekarang lebih sering
tersenyum karena ada Miranda di sampingnya.
Selama beberapa bulan ini Keyla jarang sekali tersenyum karena wanita itu tinggal dengan kedua pria yang bersikap dingin dan juga berwajah datar.
Selesai makan pagi Martin berpamitan pada Dikra dan juga Jeni untuk berangkat berkerja, seperti biasa Keyla akan mengantarkan suaminya itu sampai ke depan pintu rumah dan kemudian mereka saling mengecup satu sama lain walaupun sudah lama menikah tapi kemesraan di antara keduanya seakan masih terlihat seperti awal mereka jatuh cinta.
Asisiten Hen sudah menunggu di depan mobil, setelah Martin masuk ke dalam mobil, asisten Hen segera menyalakan mesin mobil dan dengan perlahan mobil itu mulai pergi
meninggalkan halaman rumahnya.
Kantor MK Group.
Semua orang membungkukkan badanya saat CEO dari perusahaan itu berjalan di hadapan mereka, Seperti biasa saat Martin masuk ke gedung kantor itu tidak akan ada orang yang berani membuka mulutnya untuk bicara, suasana yang tadi ramai langsung berubah menjadi sunyi karena hawa dingin yang di bawah oleh Martin dan juga asistenya sekaan memenuhi ruangan itu.
Kantor Martin.
“Tuan muda, sebentar lagi Nona muda. Saya sudah menyiapkan ruangan berwarna Pink seperti kesukaan nona muda dan juga ruangan itu terlihat nyaman pasti Nona akan
meyukainya,” ucap asisten Hen dengan menyodorkan beberapa lembar foto di hadapan Martin.
Martin melihat begitu teliti beberapa ruangan yang di siapkan oleh asisten Hen, Martin memang tidak perna meragukan kinerja asistenya selama ini, seperti sekarang walapun tanpa di suruh asisten Hen sudah mengerti apa yang harus dia lakukan.
“Di rumah sakit ini dokter yang menangani persalinan adalah pria,”
“Asisten Hen apa kau mau mati! Kau mau memperlihatkan bentuk tubuh istriku pada pria lain,” Belum selesai Asisetn Hen berbicara Martin sudah menyambar ucapan pria itu dan lihatlah sekarang tubuh Asisten Hen sedang di selimuti dengan keringat dingin bahkan Martin samapai menendang kaki asisiten Hen karena merasa kesal.
JANGAN LUPA MAMPIR JUGA DI KELANJUTAN NOVEL YANG BERJUDUL, "SANG PENAKLUK 2."
__ADS_1
MAMPIR JUGA DI NOVEL YANG BERJUDUL, "PERNIKAHAN KONTRAK AILIN."