
Michael dan Martin sudah keluar dari ruangan itu. Miranda masih sibuk dengan baby Eve.
''Sayang, aku keluar menemui Kak Martin sebentar ya?'' Ujar Ferdi pada Resni. Tanpa menjawab Resni hanya menganggukan pelan kepalanya tanda jika dia tak merasa keberatan dengan permintaan suaminya.
Kini di ruangan itu hanya ada Resni dan juga Keyla. Serta Miranda yang masih tetap sibuk menemani baby Eve yang sekarang telah tertidur pulas. Bayi itu begitu lucu dan berkulit putih seperti susu serta bibirnya yang berwarna pink alami. Begitu mengemaskan sampai membuat Miranda tidak bergeming sedikitpun saat menatapnya.
''Key!'' Panggil Resni sembari masih berbaring di ranjang pasien.
''Hem,'' jawab Keyla dengan masih tak bergeming menatap baby Eve yang sedang tertidur pulas di tempat tidur bayi.
''Hei, kemarilah!'' Panggil Resni dengan setengah berteriak. Keyla langsung berjalan mendekati Resni.
''Apa Res? Kau pasti mau bilangkan jika Michael sangat mirip seperti Daddy nya!'' Cetus Key tanpa basa-basi.
Melotot karna kaget Key bisa membaca pikirannya. 'Ehehe, iya. Kok mereka bisa sama seperti itu Key sungguh menakutkan," bicara dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "hahaha hidup mu sangat berat.'' Sindir Resni dengan senyum evil di bibirnya.
Keyla dan Resni terus berbincang tentang Michael dan cara merubah sikap anak kecil itu agar tak sama dengan Martin. Namun semua saran yang di berikan oleh Resni ternyata pernah di coba oleh Keyla tapi percuma karna tidak ada yang berhasil. Akhirnya si rubah Key menyerah karna Michael memang mewarisi semua sifat Martin dan bukan hanya itu bakat sebagai seorang pembisnis juga bisa terlihat dari aurah anak kecil itu.
Tapi yang berbeda dari Michael adalah, anak kecil itu sangat anti terhadap wanita dan bisa di bilang Michael tidak pernah dekat dengan teman wanita sebayanya kecuali hanya Miranda saja. Hal itu sedikit membuat Key ketakutan jika sikap Michael akan terbawa sampai dia dewasa. Tapi jika MIchael sama playboy seperti Martin bukankah Key akan lebih kerepotan lagi.
Rumah Martin.
Semenjak Jordan dan Sinta meninggal, Martin memperluas rumah Jordan yang menurutnya sangat kecil, padahal rumah itu sangat mewah dan juga megah. Rumah Jordan sekarang kelihatan mewah dan juga megah bak negri dongeng. Bisnis Martin semakin luas sampai ke setia kota, begitu banyak wanita yang tertarik dengan ketampanan pria itu namun Martin tetap tak bisa berpaling dari rubah kecilnya.
__ADS_1
Hubungan Dikra dan juga Jeni sangat harmonis hampir saja tidak ada pertengkaran dalam hubungan mereka, Dikra sangat menyayangi Jeni dan bisnis yang di geluti oleh lelaki itu juga semakin hari semakin luas sampai ke luar kota karna Martin yang membantunya.
3 Bulan kemudian.
Rumah Ferdi.
Pagi hari Resni dan Ferdi sedang duduk di meja makan. Ferdi yang mulai curiga dengan sikap Resni yang pagi ini terlihat sangat rajin membersihkan rumah tak seperti biasanya. Karna biasanya Resni selalu menyerahkan tugas itu pada pelayan rumah mereka. Tapi kali ini bahkan Resni sudah menyiapkan keperluan anak mereka sepertinya Resni mau jalan-jalan tapi Ferdi tidak merasa mengajak istrinya itu keluar rumah, karna hari ini dia sedanga ada banyak kerjaan di kantor.
''Sayang, kau mau pergi ke mana?'' Tanya Ferdi dengan menghentikan sarapan paginya.
Menepuk jidatnya pelan, ''Maafkan aku Pa, karna aku lupa memberitahumu jika hari ini aku dan Key akan jalan jalan bersama di mall.'' Jelas Resni dengan menatap ke arah Ferdi.
"Oh, ya sudah kalau begitu. Tapi lain kali harus kasih tau aku terlebih dahulu bagaimana jika aku mulai curiga jika kau memiliki pria lain di luar sana." Goda Ferdi dengan senyum terbit di bibirnya. Resni mendengarnya bicara namun wanita itu malas menanggapi ucapan suaminya.
Mereka semua sedang sarapan pagi, Key ijin pada Martin jika nanti siang dia mau jalan bersama dengan Resni. Martin langsung mengiyakan keinginan istrinya tapi dengan satu syarat, Key harus membawa Michael ikut serta dengannya. Keyla langsung mengiyakan juga syarat yang di berikan padanya. Tanpa di suruh pun Key akan mengajak Michael dan juga Miranda.
Jeni tidak bisa ikut karna dia masih ada perkerjaan yang harus di selesaikan. Selama ini jika Jeni kerja maka Keyla yang akan Mengurus Miranda. Selesai sarapan mereka semua pergi ke kantor Micahael dan Miranda juga berangkat ke sekolah dan Key masih di rumah. menunggu sampai ke dua bocah itu pulang sekolah.
Key sangat jenuh karna dia tidak di perbolehkan Martin untuk berkerja. Key masuk ke dalam kamar dan segera berganti baju tak lupa wanita itu juga memakai riasan di wajahnya. Key berniat untuk menemui Martin di kantornya. Key sudah lama tidak berkunjung ke perusahaan Martin sejak Michael lahir.
Key sering kali bosan di rumah besar itu, Walaupun di rumah itu banyak sekali pelayan ternyata hal itu tak membuat rasa kesepian Keyla hilang. Key ingin sekali mengejutkan Martin dengan kedatangannya yang tiba\-tiba kekantor.
Kantor Martin.
__ADS_1
Mobil mewah yang sedang Key tumpangi mulai masuk ke gerbang utama perusahaan terbesar di kota itu. Namun salah satu penjaga gerbang menghentikan paksa laju mobilnya karna menurut peraturan perusahaan mobil siapa saja yang masuk lebih dulu harus di periksa. Key menghentika laju mobilnya dan segera membuka kaca mobil tersebut.
''Apa yang kau lakukan, dasar bodoh itu adalah Nyonya presdir. Cepat bungkukkan badanmu.'' Ujar salah satu penjaga gerbang setelah melihat siapa yang berada di dalam mobil mewah itu. Penjaga gerbang mencoba memberitahukan pada pengawal baru yang berdiri di sampingnya.
Tentu saja hal itu sangat wajar terjadi karna tidak semua orang di kota itu mengetahui Keyla adalah Istri, orang nomor satu di kota itu. Martin merahasiakan identitas Keyla dan juga Michael demi menjaga kedua orang yang sangat dia sayangi itu tetap aman.
''Nyonya muda maafkan atas kelancangan saya,'' Ujar penjaga gerbang itu dengan masih membungkukkan badanya.
Ke dua pengawal itu berkeringat dingin mereka bisa kehilangan perkerjaan jika sampai Keyla ngadu dengan CEO perusahaan itu. Tapi yang terjadi malah Key mengambil tas jinjing yang ada di sampingnya, lalu memberikan uang pada kedua penjaga gerbang itu.
"Sudah Pak tidak perlu minta maaf, ini uang ambilah untuk kebutuhan anak kalian di rumah,"
"Nyonya besar, aku mohon jangan pecat kami, Saya sungguh bodoh karna tidak mengenali anda." Kedua penjaga gerbang itu berjongkok di samping pintu mobil Keyla.
Keyla tidak tahan dan turun dari mobil, "Ayolah Pak, kalian bercanda hanya karna masalah sekecil ini aku mau memecat kalian! Justru aku akan pecat kalian jika sampai menolak menerima uang dari ku." Ucap Key dengan tersenyum manis.
Kedua pengawal itu saling berhadapan, setelah satu di antara mereka menganggukkan kepalanya. pengawal baru tadi mengambil uang di tangan Keyla dengan tangan gemetaran bahkan peluh di jidat mereka mengucur sangat deras dan membasahi pipinya. Setelah semua selesai Key langsung melakukan kembali mobilnya.
"Hei lihat itu Nyonya besar masih muda dan cantik dia bahkan baik hati tak seperti,"
__ADS_1
"Huss! Jaga ucapanmu itu!" Sela salah satu pengawal mencoba mengingatkan sahabatnya.