
4 bulan kemudian. Jeni dan DIkra tinggal di rumah yang berbeda dengan Jordan. Sedangkan Keyla dan Martin seminggu yang lalu telah pindah ke rumah Jordan karna kini usia kehamilan Keyla sudah menginjak 9 bulan dan lebih lagi Keyla ingin jika di rawat oleh sinta. Martin hanya bisa menuruti keinginan Keyla karna apa yang di inginkan oleh istrinya ada benarnya juga. Keyla sedang di rumah sedangkan Martin dan Asisten Hen sedang berada di kantor.
Kantor Martin.
''Asisten Hen!'' Panggil Martin dari ruang kerjanya. Setelah mendengar namanya di panggil asisten Hen segera menutup berkas yang sedang dia baca kemudian pria itu berdiri dari posisi duduknya dan keluar dari ruang kerjanya yang ada di dalam kantor Martin juga.
''Ya, Tuan muda.'' Ujar Hen sembari membungkukkan badanya.
''Perkiraan dari dokter Key akan melahirkan dalam beberapa hari ke depan. Kau sudah menyiapka semuanya kan?'' Tanya Martin dengan tak bergeming menatap asistenya.
''Tentu saja Tuan muda.'' Sahut Hen dengan menundukkan pandanganya.
Asisten itu sudah menyiapkan semuanya. Aturan dalam persalinan yang sungguh membuat para dokter kebinguggan, bagaimana mungkin mereka tidak merasa binggung karna MArti tidak memperbolehkan ada dokter pria yang ikut menangani persalinan istrinya lebih lagi para dokter wanita yang akan menangani persalinan Keyla harus berjaga selama 24 jam. Pastinya para dokter itu berganti 3 siff setiap harinya. Dan masih banyak lagi aturan konyol lainya itu semua Martin sengaja lakukan agar anaknya tidak terkena bakteri ataupun virus pria itu sangat posesif dengan istri dan calon bayinya yang baru lahir.
''Jika ada dokter pria! Habis kau asisten Hen!'' Ancam Martin dengan menatap asistenya.
Malam hari di rumah Jordan.
Tengah malam Keyla sedang tertidur lelap namun tiba-tiba wanita itu mulai merasakan kontraksi yang sangat hebat di bagian perutnya. Keyla segera menyalakan lampu kamarnya yang ada di samping nakas, Key meringis kesakitan Martin yang sedang tertidur lelap segera membuka matanya karna merasa silau dari lampu tidur yang Key nyalakan tadi. Martin segera beranjak bangun dari posisi tidurnya saat melihat Keyla mulai kesakitan.
Tak lama kemudian Martin segera menghubungi Asisten Hen yang sedang istrirahat di rumahnya. Setelah mendapat telpon dari majikannya Asisten Hen segera berangkat menuju rumah sakit dan menyiapkan semuanya. Jordan dan Sinta juga sudah bangun dan kini mereka semua berada di dalam mobil yang di kemudikan oleh MArtin.
Rumah sakit.
Semua pelayan sedang sibuk menyiapkan semua keperluan persalinan. Mereka semua bahkan menunggu di depan rumah sakit bersama Asisten Hen bahkan banyak pengawal Martin yang di taruh di sana itu semua bukan tanpa alasan Martin memiliki banyak musuh dalam kota tersebut tentu saja semua pengawalan ketat itu harus di lakukan demi menjaga kelahiran Martin junior tetap aman dan tanpa suatu halangan sedikitpun.
__ADS_1
Setelah tiba di rumah sakit Sinta dan Martin membantu keyla duduk di kursi roda yang sudah di bawah oleh perawat rumah sakit. Martin terus mengenggam tangan istrinya dan dia merasakan tangan wanitanya terasa sangat dingin seperti es, itu menunjukkan betapa sakitnya proses hendak melahirkan Martin sangat tidak tega melihat apa yang sedang di rasakan oleh istrinya itu. Kini Key sudah masuk ke dalam ruang bersalin bersama para perawat ketika Martin hendak ikut masuk ke dalam ruang tersebut segera di hentikan oleh Dokter.
Namanya juga Martin dia langsung murka dan hendak marah, Sinta segera memberikan pengertian pada menantunya itu dengan berat hati akhirnya mArtin mau menuruti keinginan Sinta. Setelah Key masuk ke dalam ruang persalinan Jeni dan Dikra datang setelah mendapatkan telepon dari Jordan tadi.
''Ma, dimana Key?'' Tanya Jeni dengan mencoba mengatur nafasnya yang sedang tersengal-sengal karna berjalan cepat saat menuju ke ruang bersalin Keyla.
''Dia baru saja di bawa masuk.'' Sahut Sinta dengan mengajak Jeni untuk duduk di kursi panjang rumah sakit yang terbuat dari stenlis.
''Sabarlah dia akan baik-baik saja.'' Ujar Dikra mencoba menenagkan rasa gugup yang kini sedang MArtin rasakan.
''Ya aku tau itu, dia wanita yang kuat.'' Sahut Martin tanpa menoleh.
Tak lama kemudia terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan tersebut, MArtin dan yang lainya langsung sumringah dan merasa tenang. Semua orang memberikan selamat pada Martin tak terkecuali Asisten Hen juga,
Visual Michael Kwang. Usia 7 tahun.
Visual Miranda scoot. Usianya lebih muda 4 bulan dari Michael.
Keyla dan Jeni tingal di rumah Sinta. Mereka sengaja tinggal bersama karna Jordan sedang sakit keras. Ya Jordan menderita penyakit jantung dan sekarang dia hanya bisa duduk di kursi roda saja namun Jordan sangat bahagia karna pria itu bisa melihat cucunya tumbuh besar bersama.
Pagi hari itu. Jeni dan Sinta sedang memasak di dapur mereka menyiapkan sarapan pagi di bantu para pelayan rumah tersebut setelah semua makanan siap di atas meja. Keyla dan Jeni membangunkan anak mereka masing masing.
__ADS_1
Michael berlari menuju meja makan dan segera menduduki tempat faforit yang biasanya di duduki oleh Miranda. Sontak Miranda langsung menekuk mukanya dan berjalan menghampiri Michael dengan langkah panjang.
"Pergilah Michael itu tempat duduk ku," Rengek Miranda dengan menarik tangan Michael agar bangun dari posisi duduknya.
"Siapa yang cepat dia yang dapat!" Balas Michael dengan tak mengubris Rengekan Miranda.
"Tante, Michael tidak mau bangun dari posisi duduknya," Miranda mulai memasang wajah melas dan berjalan mendekati Keyla yang sedang duduk di samping Martin.
"Sayang, sini duduk samping Mommy." Ucap Keyla dengan nada suaranya terdengar sangat lembut namun penuh perintah.
"Dasar tukang ngadu!" Celetuk Michael dan langsung berdiri dari posisi duduknya.
Tanpa menjawab Miranda hanya mengulurkan lidahnya menandakan jika wanita itu puas melihat Michael kalah. Sedangkan Jordan dan juga Sinta hanya bisa tersenyum melihat tingkah cucu mereka di pagi hari itu. Mereka makan bersama tanpa ada yang berbicara namun Michael dan Miranda masih beradu pandang.
Lihatlah itu sikap Miranda sangat imut wajahnya begitu cantik. dan Michael juga sangat ganteng walaupun dia memiliki sikap yang sama dinginnya seperti Martin namun Michael kecil masih suka bercanda hanya dengan Miranda saja.
SETELAH BACA JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL SAYA YANG JUDULNYA. "MARRIED WITH MY ENEMY. CERITANYA AKAN BERLANJUT LAGI YA.
__ADS_1