Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Kaget.


__ADS_3

Key sudah berada di depan kantor MK GROUP. Pengawal segera menghampirinya dan mengambil kunci yang di sodorkan Keyla. Pengawal lainya segera membungkukkan badanya saat key hendak masuk ke dalam kantor tersebut. Sedangkan para pekerja yang tak sengaja lewat di lobby perusaan itu segera membungkukkan badanya tak terkecuali Merlin. Merlin adalah sahabat baik Key di perusaan itu.


  ''Mer ikut aku!" Ucap Key dengan berjalan melewati para pegawai yang sedang menundukkan kepalanya itu.


    Key memang sengaja tidak berhenti tepat di depan Merlin, karna dia takut jika para pegawai yang sedang membungkukkan badannya itu merasa sakit pingang sebab terlalu lama membunggkuk.


  ''Iya Nyonya besar ada yang bisa saya bantu?'' Jawab Merlin sembari membungkukkan badanya.


   "Aku sahabatmu kau tidak perlu terlalu formal jika sedang bicara denganku." Jelas Key berbisik di telinga Merlin dengan suara lirih.


   "Ini sudah menjadi peraturan perusaan Nyonya." Sahut Merlin dengan masih membungkukkan badanya.


    Key mengalah saja dari pada karna keinginanya itu membuat Merlin terkena masalah besar nanti. "Di mana CEO?''


    "Ceo sedang di ruang kerjanya," belum selesai Merlin menjelaskan Key langsung pergi meninggalkan wanita itu.


  Merlin berlari menuju meja resepsionis dan dia berusaha menghubungi asisten Hen. Entah apa yang sedang terjadi dengan asisten itu karna tidak biasanya dia telat mengangkat telepon masuk. Merlin masih mencoba sampai beberapa kali namun tetap saja asisten Hen tidak mengangkat telepon darinya. Merlin sudah menghubungi telepon kantor dan hasilnya tetap sama.


Merlin mulai berpikir ada yang tidak beres di ruangan itu ketika Merlin hendak menghubungi salah satu pengawal yang berjaga di surut lobby namun Michael dan Miranda berjalan menghampiri Merlin. Merlin menghentikan niatnya tadi dan berjalan mendekati Michael.



"Tuan muda ada yang bisa saya bantu?" Tanya Merlin sembari berjongkok di depan Michael dan Miranda.



"Kak, tadi Mommy menyuruhku dan juga Miranda datang ke sini setelah pulang sekolah. Apa kau tadi melihat mommy sudah datang?" Tanya Michael dengan wajah datar.



"Tuan muds kecil sangat mirip sikapnya dengan CEO. dia bahkan mewarisi sikap dingin CEO Martin yang seperti kulkas itu, tapi tuan muda Michael sekecil ini sudah sangat tampan aku rasanya ingin mencubit pipinya itu sungguh mengemaskan." Gumam Merlin dalam hati



Menggelengkan pelan kepalanya mencoba menepis pikiran bodohh yang sedang berterbangan liar di imajinasinya. "Beberapa menit yang lalu Nyonya besar sudah datang, dia pasti sudah di ruangan CEO."

__ADS_1



"Baiklah Aku akan ke sana sendiri tidak perlu di antar!" ucap Michael dengan membungkukkan badannya.



"Tuan muda kecil, biar saya antar nanti CEO marah besar pada saya jika sampai mengetahui hal ini," jelas Merlin dengan mengikuti langkah Michael dari belakang.



"Aku akan tanggung jawab jika sampai itu terjadi! Sekarang kau bisa pergi Kak." Jawab Michael dengan mengandeng tangan Miranda menuju eskalator.



"Ya tuhan masih kecil tapi sikapnya sudah sedingin kulkas." Ucap Merlin lirih dengan menatap punggung Michael yang semakin menjauh.



Semua orang di kantor itu menatap Michael dan juga Miranda mereka sangat terpesona dengan kecantikan Miranda. Dan juga dengan ketampanan Michael. Bahkan tak jarang para pegawai mencibir teman yang ada di sampingnya untuk melampiaskan rasa gemasnya pada Michael.


_ _ _ _


   5 Pengawal yang sedang menodongkan pintol pada asisten Hen dan juga Martin. Awalnya Martin tidak merasa ketahutan sedikitpun saat 5 orang itu menodongkan pistol ke arahnya. Namun setelah key masuk ke dalam ruangan itu, Martin mulai kelihatan gelisah dan juga hatinya mulai tidak tenang, terlihat jelas jika Martin takut Key menjadi sasaran para pembunuh bayaran itu.


   "Cepat pergi dan seolah kau tidak mengenalku, cepat sayang lakukan." kira-kira begitu arti sorot mata Martin pada Keyla.


     Tubuh Keyla tiba-tiba gemetaran dan juga wajahnya kini kelihatan pucat pias bahkan keringat dingin mulai menetes pelan dari jidatnya. Hal itu sangat wajar terjadi karna Ke tidak pernah melihat adegan seperti sekarang dia sangat takut jika terjadi sesuatu pada Martin. Asisten Hen mulai mengeluarka pistol yang ada di balik jas hitamnya.


   "Maafkan aku tuan, a. . . aku sepertinya salah masuk ruangan." Setelah bicara Key langsung berbalik badan dan hendak keluar dari ruangan itu tangannya sudah memegangi gagang pintu. Namun salah satu orang yang tadi membawa pistol segera berjalan mendekatinya dan menghentikan niatnya.


   "Sayang, kemari temani kami dulu, lihat ini wajahmu begitu cantik dan juga minis aku sangat ingin menikmatinya.:" Ucap orang itu dengan membelai lembut wajah cantik Keyla. Tubuh Key semakin gemetaran dia sangat muak di sentuh oleh pria lain selain suaminya.


Keyla sangat ingin menampar wajah pria itu namun Key menghentikan niatnya karna takut jika empat penjahat lainya sampai menarik pelatuk mereka dan melukai suaminya. Key diam membeku dengan mengeraskan rahangnya.


  Martin mulai tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, dia berdiri kasar dari posisi duduknya, "Jangan berani sentuh istriku!" Ancam Martin dengan mengeraskan rahangnya dan tangan pria itu mulai mengepal dengan sangat erat membentuk sebuah tinju.

__ADS_1


   "Hahaha, kita sangat beruntung kawan karna bisa menikmati tubuh istri CEO nomor satu di kota ini." Ucap salah satu orang yang sekarang tengah berdiri di samping Key dengan menodongkan pistol tepat di kepala Keyla.


    "Hei, lepaskan wanita itu, kau tau kan tuan besar hanya menyuruh kita membunuh pria itu saja. Kau jangan mencari masalah." Ucap salah satu orang lainya.


    Mereka berlima adalah pembunuh berdarah dingin di kota itu, dan kesadisan mereka tidak tertandingi. Mereka hanya tau membunuh dan mendapatkan uang saja. Baru kali ini kepala pembunuhan itu tertarik dengan seorang gadis mungkin karna kecantikan dan wajah Keyla yang begitu imut telat memancing hasrat dari orang itu. Sehingga dia lebih fokus pada Keyla dan bukan pada Martin lagi.


Ke empat orang lainya saking berpandangan, melihat musuhnya mulai lengah Martin mengeluarkan dua pistol dari balik kemeja hitamnya. Martin mulai gila saat melihat kepala pembunuh itu menyeret Key dengan paksa memasuki ruangan asisten Hen.


_ _ _ _


Di luar ruangan Martin.



"Miranda kau tunggu di luar ya, aku akan masuk sebentar ingat jangan kemana\-mana." Ucap Michael.



"Michael aku takut jika sendirian, tidak bisakah aku masuk denganmu?" Pinta Miranda dengan memegang lengan Michael.



"Kau jangan berlebihan, ini kantor Daddy siapa yang berani melukaimu." Michael mencoba membujuk Miranda.



Miranda pun menganggukkan kepalanya tanda jika dia tidak keberatan dengan hal itu.



Dor. . Dor. . Dor. .


SELESAI BACA JANGAN LUPA MAMPIR JUGA DI NOVEL SAYA YANG BERJUDUL "PERNIKAHAN KONTRAK AILIN "


DAN NOVEL BARU SAYA YANG BERJUDUL, "MARRIED WITH MY ENEMY."

__ADS_1


__ADS_2