
Tujuh tahun kemudian.
Keyzia kecil kini menjelma menjadi gadis yang sangat cantik dan juga di manja oleh CEO Martin, tidak ada satupun orang yang boleh sampai membuat kesayangannya itu menangis tidak juga Keyla sekalipun.
Michael sudah bertambah dewasa, pria itu berniat mengajarkan adiknya cara bermain pistol sungguhan namun Martin begitu murka saat mengetahui Kezia memegang pistol sungguhan dengan memakai baju ala tomboy akhibat kreasi Michael Kakaknya.
Martin tidak suka melihat putrinya berdandan seperti sekarang ini, Martin yang baru saja pulang dari kantor di sore hari itu langsung melotot tajam melihat dandanan Keyzia yang biasanya kelihatan anggun dan juga cantik kelihatan tomboi, anak perempuan usia tujuh tahun itu tersenyum pada Martin dengan duduk di depan halaman rumahnya.
Keyzia merasa sangat senang karena dia melihat Martin pulang lebih awal dari jam biasanya. Setelah Martin turun sari mobil pria itu langsung menyuruh asisten Hen pulang me rumahnya karena tidak ada hal lagi yang perlu di lakukan Asisten Hen.
Setelah menyapa Keyzia dan juga Michael di halaman rumah, asisten Hen kembali masuk ke dalam mobil dan segera pulang kerumahnya karena akan dan juga istrinya pasti sudah menunggunya di rumah.
"Dek jangan bilang Dad kalau aku ajari main pistol," bisik Michael di samping telinga adiknya dengan lirih.
Menoleh, "Aku bilang Daddy biar Kakak di marahi wekkkk," ejek Keyzia dengan menjulurkan lidahnya ke arah Michael yang langsung menepuk jidatnya setelah mendengar jawaban adiknya itu.
"Seharusnya aku tau jika bocah kecil ini tidak bisa menjaga rahasia," gumam Michael dengan beranjak berdiri dari posisi duduknya dan menaruh pistol sungguh yang tidak ada isi peluru di dalamnya, ke saku belakang celana yang sedang ia kenakan saat ini.
"Daddy," sapa Keyzia dengan memeluk erat tubuh kekar ayahnya itu.
__ADS_1
Membalas pelukan putrinya, "Kenapa dandan seperti ini?" tanya Martin sembari melepaskan pelukannya pada Kezia. Kemudian mengecup kedua pipi anaknya itu bergantian.
"Kakak yang suruh," jawab Keyzia dengan enteng sembari menunjuk satu jarinya pada Michael yang langsung membuang pandangannya saat melihat Martin mulai menyipitkan mata sembari menatap ke arahnya merasa geram.
"Jangan ulangi lagi," Martin bicara dengan wajah datar namun mengandung peringat yang harus di patuhi.
Keyla berjalan keluar dari rumahnya dan melihat anak dan juga suaminya di sana, "Hei ada apa ini?" tanya Keyla saat melihat ketiga orang itu hanya diam tanpa bicara.
Setelah bicara Keyzia langsung berlari masuk ke dalam rumah dan berdandan agar Martin tidak marah lagi pada kakaknya. Keyla, Martin dan juga Michael menunggu di halaman rumah.
"Ya Tuhan. . dia mirip sekali denganku caranya berdandan dan juga tatanan rambutnya," gumam Keyla dengan mata melotot melihat bidadari kecilnya berjalan dengan begitu anggun seperti sedang berjalan di karpet merah.
Martin menepuk pelan jidatnya melihat putri kesayangannya berdandan layak seorang wanita dewasa yang sangat modis dan juga cantik.
"Dad bagaimana penampilanku?" tanya Keyzia dengan memutar tubuhnya sangat anggun kesana\-kemari membuat kepala Martin semakin pusing Sumi buatnya.
__ADS_1
"Berdandan layaknya anak kecil saja! Jangan saingan dengan mommy," ucap Martin dengan melirik ke arah Keyla yang langsung melotot padanya.
*Lihat itu di singgung sedikit saja sia sudah merasa terbakar*. Gumam Martin dalam hati dengan memaksakan senyuman di wajahnya pada Keyla.
"Sudah jangan bertengkar aku akan ganti baju."
"Sudah sana cepat ganti baju aku tidak ingin Daddy bertengkar dengan Mommy dan tidur di dalam kamarku," Michael menimpali ucapan adiknya tadi sembari tersenyum garing ke arah Martin.
Martin langsung menjitak pelan kepala putranya marah, jika beberapa waktu yang lalu Keyla tidak marah padanya karena di godain banyak wanita. Tidak mungkin Martin mau tidur di dalam kamar putranya.
Hahaha CEO Martin masih saja tidak berubah dia selalu saja tidak bisa jauh dari istrinya di saat malam hari. Gara\-gara Keyla melihat Martin di dalam televisi di peluk oleh seorang gadis yang sangat tergila\-gila padanya dalam acara wawancara dengan salah satu stasiun televisi terbesar yang ada di kotanya. Saat Martin pulang kerumah pria itu sudah merasakan bulu kuduknya berdiri ternyata benar Keyla sedang menatapnya dari atas anak tangga sinis.
Keyla bergegas masuk ke dalam kamar, Martin menaiki anak tangga rumahnya saat dia mengarahkan tangannya ke arah handle pintu, benar saja apa yang ada di dalam pikirannya pintu kamarnya terkunci . Menandakan jika malam ini Martin harus tidur di kamar putranya.
"Daddy apakah aku sudah kelihat cantik?" tanya Keyzia dengan senyum terbit dari bibirnya.
__ADS_1
"Kau sangat cantik bahkan lebih cantik dari Mommy, sayangku." Ucap Martin dengan mengandeng tangan anaknya masuk ke dalam rumah.