
Mata Michael menyapu seisi dapur itu, dia juga melihat jika banyak pelayan yang berdiri membeku di dekat dinding yang ada di dalam dapur tersebut, pelayan itu hanya melihat Key yang sibuk ke sana kemari meyiapkan
makan pagi di atas meja makan. Key sedang menaruh Steak yang habis dia pangang
tadi di atas piring yang berwarna putih polos, setelah itu Key menaruh potongan kentang yang tadi lebih dulu dia goreng dan setelah itu beberapa sayuran juga di taruh di dalam piring tersebut dan di tata dengan sangat rapi bahkan aroma daging sapi yang di pangang dengan setengah matang itu sangat mengoda indra penciumannya.
“Apa maksudnya,” ucap Martin dengan mengarahkan padangannya masuk ke dalam dapur. Pria itu langsung melotot dengan mengeraskan rahangnya melihat istrinya tercinta sedang memasak sedangkan pelayan rumahnya hanya berdiam diri melihat istrinya itu sedang kerepotan di dapur.
“Kalian semua mau mati! Atau kalian sudah siap jadi gelandangan saat ini juga. Berani sekali kalian menyuruh istriku untuk memasak di dapur aku sungguh ingin membu,"
“Aku yang menyuruh mereka,” Key menyambar ucapan suaminya itu setelah dirinya mendengar kegaduhan dari pintu dapur. “jika mau marah, marahi aku saja karena aku yang menyuruh mereka.”
Martin langsung menatap ke asal suara yang selama ini menjadi kelemahanya itu, Bahkan asisten Hen langsung mengigit bibirnya agar tak kurang ajar dengan tertawa saat melihat perubahan wajah Martin setelah mendengar suara Keyla.
“Dad, asisten Hen tertawa,” setelah bicara Micahel langsung masuk ke dalam dapur dengan begitu santainya bahkan anak kecil itu juga sepertinya memiliki wajah tidak
berdosa setelah mengucapkan hal tersebut yang membuat asisietn Hen mengepalkan
tanganya karena geram.
“Bocah kecil ini sungguh mirip dengan Daddy nya, mematikan sekali bicara,” gerutu Aisisten Hen dalam hati dengan membungkukkan badanya meminta maaf pada majikanya itu sedangkan Michael sangat puas saat dia berhasil mengerjai asisten Martin itu.
“Sayang kau kan tau, jika kamu sedang hamil muda mana mungkin kamu boleh terlalu capek melakukan semua perkerjaan berkata epzerti ini,” rayu Martin dengan melingkarkan tanganya di pundak istrinya.
Hahaha lihat itu perubahan wajah Martin terlihat begitu jelas saat dia mendengar suara istrinya kemarahan itu dengan mudah langsung menghilang dari hatinya. Luka tembak di lengan Martin masih terlihat jelas namun dirinya tak merasa sakit sedikitpun namun saat melihat Keyla memasak di dapur dia marah seakan sedang terbakar api kebencian yang begitu dahsyat.
“Lidah mu itu sekarang sedang mati rasa jika memakan makanan buatan orang lain. Karena sebab itu mulai sekarang aku yang akan memasak sendiri,” ujar Key dengan masuk ke dalam dapur.
__ADS_1
Assiisetn Hen dan juga pelayan rumah itu bisa bernafas lega sekarang karena ancaman terbesar mereka sudah bisa di jinakkan dengan sangat mudah oleh Nona mudanya. Di kehamilan pertama Key sangat manja bahkan tidak bisa memakan apapun jika tidak buatan suaminya namun sekarang malah kebalikanya Martin yang mengidam dan membuat kalang kabut semua orang yang merhadapan dneganya aku tak bisa membayangkan jika ini berlangsung selama beberapa bulan. Pasti asisten Hen yang akan sangat kerepotan di buatnya.
Siang Hari.
Resni dan juga **** Eve berkujung ke rumah Keyla. Martin dan asisiten Hen sudah berangkat ke kantor dan hanya ada Keyla dan juga Micahel di rumah tersebut. Resni
begitu bahagia saat mengetahui jika sahabtanya itu sedang hamil muda bahkan mereka berdua tertawa karena
membicarakan selera makan Martin yang berubah bahkan Resni sampai
mengeleng-ngelengkan kepalanya seakan tak percaya jika CEO Martin mengidam.
Andaikan paparazi di kota itu tau jika orang yang di kenal kejam dan menjadi
radja di dunia bisnis dan juga di dunia mafia bisa ngidam sangat aneh seperti
melekat pada dirinya itu akan luntur dengan sekejap.
“Michael, Michael kemarilah sebentar,” panggil Key saat melihat Michael keluar dari kamarnya.
Keyla dan juga Resni sedang duduk di ruang tamu dan para pelayan juga di ijinkan oleh Keyla untuk berbelanja karena hari ini mereka semua mendapatkan ijin libur sampai
sore hari. Rumah kelihat sepi karena biasanya banyak pelayan yang sedang sibuk
melakukan tugas mereka.
Pasti aku di suruh menjaga bocah kecil itu
__ADS_1
lagi, “Ya, Mom aku datang.” Anak kecil itu langsung berlarian menuruni anak
tangga rumahnya.
“Tolong jagain Baby Eve sebentar ya,” pintar Keyla dengan air muka kelihatan memohon.
Tu kan benar apa yang aku pikirkan tadi, “Baik Mom,” sahut Michael dengan membawa dorongan bayi tersebut menjauhi Keyla dan
juga Resni yang masih duduk di sofa.
Dua bulan kemudian.
Pyar! Terdengan suara gelas yang di banting ke atas lantai dengan kasar, ya itu adalah CEO Martin yang sedang marah entah apa sebabnya namun dia selalu saja suka membanting barang yang ada di dekatnya begitu saja. Seorang pria yang masih muda sepertinya umur pria itu sama dencan CEO Martin jika di lihat dari paranya. Pria itu sedang berdiri di depan meja yang CEO Martin duduki dengan penuh ketakutan.
Sedangkan Asisten Hen sedang berdiri di belakang CEO Martin yang masih duduk di kursi kerjanya.
“Kau berani sekali bersekongkol dengan Henden, kau berani membocorkan siasat yang aku susun untuk menghancurkan gang Lowang yang menjadi musuh terbesar ku!” Teriakan yang sangat mengema menyelimuti seluruh ruangan itu dan wajah marah penuh kebencian tersirat dengan begitu jelas dari mimik wajah asisten Hen dan juga Martin.
Pria itu bernama Lean, dia berkerja di perusahaan Martin sudah lama namun pria itu malah menjadi orang kepercayaan Henden. Lean sangat membenci Martin karena pria itu pernah menyakiti hati adiknya sampai adik Lean gila dan masuk ke rumah sakit jiwa sampai sekarang. Sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahan CEO Martin karena begitu banyak wanita yang ingin bersama dengan CEO tampan yang memiliki anak satu itu dan adik Lean adalah salah satu wanita itu. Adik lean yang bernama
Leani yang merupakan Adik atau paling tepatnya saudari kembar Lean sangat
mencintai Martin, namun CEO Martin tidak pernah menghiraukannya karena Martin
sudah melabuhkan seluruh hati dan cintanya pada Keyla.
“Aku sangat membencimu!” ucap Lean dengan suara bergetar. Sebenarnya Lean sangat takut dengan ke dua pria di hadapanya itu namun dirinya juga ingin membalaskan dendam bagi saudara kembarnya.
__ADS_1
“Kau kira aku tidak tau jika kau ingin membalas dendam atas apa yang menimpa adikmu!" Sorot mata membunuh mulia terlihat jelas dari mata pria itu.