
''Kau sudah gila! Apa yang mau kau lakukan sana keluar.'' Maki Keyla dengan menutup tubuhnya dengan gaun pengantin.
''Gak perlu di tutupi, aku sudah lihat setiap hari.'' Sindir Martin dengan tersenyum evil.
''Benar juga apa yang dia bilang, semenjak menikah pria ini bahkan tidak pernah melewatkan satu malam tanpa bercinta denganku.'' Gerutu Key dalam hati dengan menggigit bibir bawahnya.
''Ayolah sayang satu kali saja, ini kan malam pertama kita.''
''Hahaha, malam spesial untuk mu! Sana tidur dengan asisten Hen.'' Ucap Key dengan mendorong tubuh Martin keluar dari kamar mandi.
Namun pria itu tak terima jika dia akan tidur dengan Asistenya, Tapi Keyla yang sedang hamil memang mudah naik turun emosinya sehingga jika ada orang yang membangunkan singa tidur dari dirinya maka wanita itu akan sangat buas kepolosannya akan berubah menjadi kelicikan. Martin masih mencoba merayu Keyla namun wanita itu mengancam jika dia tidak akan makan ke,esokan harinya dan juga tidak mau meminum obat sehingga Martin yang merasa kesal hanya bisa menuruti apa keinginan istrinya.
Namun pria itu mencoba bernegosiasi dengan meminta mandi bersama, Key yang merasa sangat kesal hanya bisa mengiyakan keinginan suaminya itu dari pada malah lama urusannya.
__ADS_1
Pikir Key jika junior suaminya sudah tidur maka dia tidak akan di ganggu lagi malam ini, kira-kira begitu yang ada di dalam pikiran Keyla saat ini. Mereka berdua bercinta di dalam kamar mandi saya tidak bisa menulis secara detail adegan panas membakar jiwa silahkan bayangkan sendiri ya ehehe.
_ _ _ _
Kini Key dan Martin sudah memakai piyama tidur mereka dan Key sudah masuk ke dalam selimutnya sedangkan Martin masih berdiri dengan menatap istrinya itu, pria itu pasti sedang berdoa agar Key tidak jadi menyuruhnya minggat ke kamar Asisten Hen. Tapi apa yang ada di dalam pikirannya itu sangat sia-sia karna kenyataannya Key malah sibuk memainkan ponselnya seakan-akan wanita itu tidak perduli lagi dengan suaminya mau tidur di mana saja asalkan tidak di dalam kamarnya malam ini.
Key pasti lupa jika Jordan bisa murka kalau sampai mengetahui akan hal tersebut. Waktu sudah menunjukkan malam hari, Key sudah menguap berkali-kali namun Martin masih juga belum menunjukkan tanda-tanda akan meninggalkan kamarnya. Key, mulai geram karna wanita itu ingin memberikan pelajaran berharga pada suaminya agar tidak mudah dekat dengan wanita lain lebih lagi jika saat bersama dengan dirinya. Padahal Martin hanya menggoda saja pria itu bahkan tidak tau jika akhirnya akan seperti ini.
''Jika aku tau kau sangat marah seperti ini maka aku tidak akan mau di dekati oleh wanita murahan itu. Jika saja waktu bisa berputar kembali maka aku tidak akan melakukan hal bodoh hanya karna aku ingin tau apakah kau bisa merasa cemburu ataukah tidak. Tapi siapa tau jika rasa cemburu mu sangat menakutkan seperti ini sayang bahkan kau menyuruhku keluar dari kamar kita.'' Martin bergumam dengan menatap ke arah Keyla.
''Sayang, aku akan tidur bersama asisten Hen.'' Itu yang terucap dari bibir Martin namunĀ di dalam hati pria itu sangat ingin jika Keyla mencegahnya.
"Ya sudah sana cepat pergi." Ucap Key acuh tak acuh.
__ADS_1
Martin ingin sekali memohon pada istrinya itu tapi percuma saja karna hal itu akan melukai harga dirinya sebagai CEO garang. Martin berjalan keluar dengan perlahan dia melihat ke arah Keyla yang sedang tidur nyenyak di balik selimutnya itu dengan memeluk boneka kelincinya.
Martin menutup pintu kamar Keyla dan segera berjalan ke kamar asisten Hen yang berada persis di samping kamar Keyla.
Martin mengetuk pintu asisten Hen beberapa kali, namun masih juga belum ada jawaban dari dalam kamar tersebut, Martin mulai merasa kesal jika saja dia tak menghargai Jorda maka pria itu pasti sudah mendobrak pintu tersebut. Martin mengetuk kembali pintu tersebut dengan berdecak kesal. Asisten Hen bangun dari tidurnya dan dia segera berjalan ke arah pintu dengan wajah di tekuk. Asisten itu pasti sangat lelah karna berkerja ekstra beberapa hari ini.
"Siapa!" Ucap asisten Hen dengan membuka pintu tersebut.
Tanpa menjawab Martin segera nyelonong masuk setelah pintu tersebut di buka, melihat majikanya asisten Hen segera mengumpulkan kembali semua tenaganya dan berusaha keras mengusir rasa kantuk yang kini sedang dia rasakan.
"Tuan muda, ada apa anda kemari? Bukankah ini malam pertama anda?" Tanya asisten Hen setelah menutup kembali pintu kamarnya itu.
"Malam ini aku tidur di sini dan segeralah bereskan ranjang yang berantakan itu!" Perintah Martin dengan mendudukkan tubuhnya di sofa.
__ADS_1
"Tuan muda aku akan terasa seperti di neraka jika tidur satu kamar dengan anda. Dan juga anda seorang CEO kenapa bisa kalah telak dengan Nona muda kau bahkan mau saja di usir dari kamarnya dan menganggu waktu istirahat ku." Gerutu Hen dalam hati.