
"Pergilan!" Perintah Martin pada dokter yang memeriksa Keyla tadi.
Tanpa menunggu mendapat perintah ke dua dokter itu segera kabur sejauh mungkin dari hadapan Martin. Karna tidak ada orang yang mau berurusan lama dengan pria kejam itu.
Setelah mendengar penjelasan dari dokter Jeni dan juga Dikra segera kembali ke kamar mereka untuk beristirahat lagi. Miranda tidak bangun dari tidurnya jadi dia tidak mengerti jika keyla sedang sakit. Sekarang di dalam kamar itu hanya ada Michael dan juga Martin yang masih menjaga Keyla.
"Pa, aku tidak bisa tidur lagi jika sudah melihat Mommy sakit, ayo kita latihan bela diri?" Ajak Michael dengan penuh semangat dia menghampiri Martin yang sedang duduk di sisi ranjang.
"Kau ini, tidak lihat Mommy sedang sakit. sana pergi tidur!" Perintah Martin dengan menatap ke arah Michael.
"Aku ingin menjaga Mommy karna sebab itu aku harus belajar bela diri malam ini juga." Ucap Michael membuat Martin sampai pusing kepala.
"Sana pergi tidur besok kamu sekolah. Lain waktu akan Daddy ajari." Bujuk Martin dengan wajah kelihatan kesal.
Michael tidak langsung pergi dengan menahan kekesalanya karna Daddy nya lebih perduli dengan Mommy nya dari pada dirinya. Namun Michael segera mengentikan langkahnya dan berpaling menatap Martin. Dia melihat Martin sedang menganti kompresan di kepala Keyla. Tanpa bersuara Michael segera menghampiri Martin dan mendudukkan tubuhnya di samping Keyla.
"Daddy bagaimana jika Mommy tau jika aku yang tadi menembak orang yang sudah membuat Mommy terluka?" Tanya Michael dengan tidur di samping Keyla.
"Bisa habis Daddy di maki olehnya nanti." Jawab Martin apa adanya.
"Hahaha! Lucu sekali Daddy takut dengan Mommy!"
"Dasar kau ini,'' Ujar Martin dengan menjitak kepala Michael karna merasa geram.
Walaupun Martin tau dengan jelas jika apa yang di ucapkan oleh Michael adalah benar. Michael meminta ijin untuk menemani Keyla tidur malam ini, Dan Martin yang semalaman bergadang menjaga Keyla dan meneteska air setiap beberapa menit sekali pada bibir istrinya itu. Martin tertidur di kursi dia pasti sangat lelah setelah menjaga Keyla semalaman bahkan waktu sudah menunjukkan pukul 06.00. pagi.
Plap!
__ADS_1
Perlahan Keyla mulai membuka matanya dia melihat Michael yang sedang tidur dengan begitu pulas tangan anak itu melingkar di perutnya. Key segera mengalihkan pandangannya ke arah Martin yang masih tidur di kursi, karna merasa sangat haus Key mencoba menjauhkan tangan Michael dari perutnya tapi ternyata Michael langsung mmebuka matanya. Michael mendudukkan tubuhnya dengan perlahan karna dia merasakan jika matanya masih terasa berat Michael melihat ke arah Mommy nya yang sudah bangun.
"Mommy kau sudah bangun, apakah ada yang sakit?" Tanya Michael dengan suara keras dan hal itu membuat Martin terbangun dari tidurnya. Martin membuka matanya dan segera berdiri dari posisi duduknya mendekati Keyla.
"Panasnya sudah turun," Gumam Martin pelan setelah menyentuh jidat Keyla dengan punggung tangannya. Martin segera memberikan air minum pada istrinya itu.
"Baru kali ini aku melihat Michael tidak berwajah datar seperti suamiku. Dia bahkan sangat khawatir dengan kondisiku, lihat itu wajahnya sangat tampan jika sedang bangun tidur." Gumam Keyla dengan senyum tipis di wajahnya.
"Sayang, kenapa kau berada di sini?" Tanya Key dengan mengusap lembut pipi anaknya itu.
"Mommy sakit aku hanya ingin menjaga Mommy saja," sahut Michael dengan memeluk lembut tubuh Keyla. Michael sama dengan anak lainnya dia juga bisa manja Walaupun terkadang sifatnya terlihat dewasa.
Michael sangat takut jika terjadi sesuatu pada Keyla. Dan Keyla sangat bahagia pagi hari ini karna Michael tidak memasang wajah datar lagi seperti biasanya. Bahkan wajah Martin juga terlihat sangat Lega setelah melihat senyum di bibir manis istrinya itu.
pagi hari itu Jeni yang memasak di dapur dengan para pelayan sedangkan Keyla masih di jaga oleh Martin dan juga Michael, Michael bahkan terus bicara dan mengajak Keyla bercanda sebagai seorang ibu yang memiliki anak berwajah sedingin kulkas. Diam-diam Keyla juga bersyukur karna dia sakit jadi Michael sedikit merubah sikat dinginnya itu dan juga Michael banyak bicara di pagi ini tidak seperti biasanya.
"Sayang mandilah, kau akan ke sekolah kan." Ucap Keyla sembari membelai lembut puncak rambut Michael dari posisi tidurnya.
"Kalau kau bolos aku juga ikut!" Jawab Miranda dari belakang dengan menghampiri Michael. Setelah mengetahui jika Keyla sakit Miranda buru-buru menghampiri Keyla di kamarnya.
"Kau harus sekolah! Aku mau jaga Mommy!" Sahut michael dengan sorot mata semakin tajam menatap ke arah Miranda.
"Jangan melotot padaku Michael kau pikir aku takut!" Miranda bicara dengan menaruh kedua tangannya di pingang dan mata gadis kecil itu melotot ke arah Michael.
Martin menepuk pelan jidatnya karna melihat kedua bocah yang sedang bertengkar di hadapannya sedangkan Keyla diam saja dan tersenyum tipis karna dia mendapatkan hiburan gratis di pagi hari ini. Martin berjalan menghampiri kedua bocah itu tapi ternyata keduanya tidak takut pada Martin sampai Keyla mulai bertindak.
"Sayang, kemarilah.'' Pangil Key pada Michael dan juga Miranda.
__ADS_1
Keduanya segera menghampiri Keyla dan setelah Key membisikkan sesuatu pada mereka berdua akhirnya ke dua anak itu langsung pergi dengan saling bergandengan. Martin melotot melihat perubahan kedua bocah itu yang kini terlihat akur bahkan seperti tidak pernah bertengkar sebelumnya. Martin menutup pintu kamar mereka sebelum pergi dan dia berjalan mendekati Keyla yang sekarang sedang menyandarkan punggungnya di ranjang.
"Sayang kau bilang apa pada mereka? Kok langsung pergi dengan bergandengan tangan seperti itu?" Tanya Martin yang mulai penasaran dengan perubahan sikap keduanya.
"Aku bilang, jika mereka sekolah maka akan aku tambah uang jajannya." Bicara dengan senyum di wajahnya.
"Hanya itu saja?" Keyla menjawab dengan satu anggukan kepala pelan.
Sejak dulu sampai sekarang Martin selalu saja tidak bisa jika melihat Keyla sakit sedikit saja. Martin meraih ponselnya yang ada di atas nakas samping ranjangnya dia menelepon asisten Hen dan menyuruh pria itu menyelesaikan urusan kantor pagi hari ini karna Martin akan terus menjaga Keyla seharian. Seperti biasa Key tidak pernah bisa minum obat tanpa bantuan darinya.
Rumah Asisten Hen.
Setelah mendapat telepon dari majikannya Asisten itu segera bangun dari tidurnya dan mesuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, dia harus menyelesaikan urusan siapa yang telah mengirim para pembunuh bayaran itu. Bahkan kemarin para pengawal yang ada di luar ruangan itu sengaja membiarkan lima pembunuh itu masuk ke dalam kantor atas perintah Martin, awalnya Martin ingin bernegosiasi dengan para pembunuh itu agar beralih menjadi mata-matanya namun hal yang tidak di sangka-sangka ialah, Keyla hadir di tengah-tengah mereka dan para pembunuh itu menjemput ajalnya karna berani menganggu istri CEO.
Asisten Hen sudah selesai dengan kancing terakhir kemejanya namun isrrinya datang dengan membawa anak mereka masuk ke dalam kamarnya. Wanita itu sedang mengunakan apron jelas dia sedang memasak di dapur dan pasti putranya sedang rewel mungkin wanita itu mau menyuruh Asisten Hen untuk menjaga anak mereka.
"Pa, tolong jaga hengki sebentar," Ucap Zenap dengan menyodorkan balita itu di depan sisiten Hen.
"Aku tidak bisa Ma, Papa harus pergi ke kantor sekarang masih banyak urusan di sana." Sahut asisten Hen dengan menatap ke arah Zenap dengan wajah datar.
"Kau selalu saja bilang ada urusan kantor, lebih baik kau tidak usah pulang malam ini jika sampai kau tidak menjaga Hengki dulu seperti bisanya." Zenap bicara dengan mata melotot.
Menghela nafas panjang, "Jangan marah Ma. Sini Hengki ikut Papa." Ucap Asisten Hen dengan memaksakan senyuman di wajahnya.
JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL BARU KHAIRIN YANG BERJUDUL "PERNIKAHAN KONTRAK AILIN." DAN NOVEL KHAIRIN YANG BERJUDUL. "Married with my enemy."
__ADS_1
INI IG KHAIRIN NISA JANGAN LUPA DI IKUTIN YA. DAN YANG MAU OESAN KAOS SILAHKAN KAOSNYA READY SILAHKAN CHAT ADMIN.
SALAM HANGAT KHAIRIN NISA.