
Martin masih berusaha membujuk istrinya yang sedang merasa cemburu karna mengingat waktu berlibur ke Jepang beberapa waktu yang lalu Keyla bertemu dengan Keiko yaitu mantan kekasih suaminya. Dan disana Keyla terlihat sangat terganggu melihat Keiko terus menganggu pikirannya.
Martin sangat sabar dalam merayu bumil yang sedang ingin dimanja itu. Mungkin saja Keyla bersikap demikian karna sang janin sendiri yang mempengaruhinya hingga emosi Keyla lebih sering naik turun semenjak hamil dan kini usia kandungan Keyla belum genap lima bulan. Perut Keyla mulai terlihat sedikit berisi dari sebelumnya dan Keyla juga kelihatan sedikit gemuk karena selera makannya semakin hari semakin bertambah saja. Namun Martin tidak memperdulikan kondisi fisik istrinya yang berubah semakin . melebar kesamping semenjak hamil.
Martin malah sangat bahagia melihat selera makan Keyla masih sama seperti sebelum hamil karna Martin tidak harus bersusah payah membujuk Keyla menghabiskan makanannya.
Keyla menarik tubuhnya dari pangkuan suaminya dan dia berjalan kearah sofa yang tak jauh dari meja kerja suaminya itu. Tak lama kemudian Martin ikut menarik tubuhnya dari kursi kerjanya dan dia mendudukkan tubuhnya disamping istrinya. "Sayang jangan samakan kau seperti mantan kekasihku yang hanya menginginkan uang dan hidup mewah saja." Jelas Martin sembari memeluk tubuh Keyla.
"Yayaya, aku tidak suka dengan uang! Tapi aku suka makan, asalkan kau memberikanku makanan yang banyak maka aku tidak akan pernah mengeluh sedikitpun." Ucap Keyla dengan memasang senyuman diwajahnya.
Martin mempererat pelukannya pada Keyla dan untuk sesaat mereka saling beradu pandang Martin mencium bibir imut istrinya itu dengan sangat mesrah dan Keyla juga membalas kecupan suaminya itu untuk sesaat mereka sangat menikmati ciuman merasa itu hingga orang yang tidak diundang itu datang membuyarkan suasana romantis didalam ruangan CEO itu.
Pak Hen mengetuk pintu Martin beberapa kali dan karna masih saja tidak ada jawaban dari dalam kantong CEO Tersebut. Asisten Hen yang mulai merasa cemas itu langsung nyelonong masuk kedalam ruangan CEO.
__ADS_1
Sedangkan Martin dan Keyla yang masih berciuman itu langsung kaget minta tolong setelah Asisten Hen berdaham beberapa kali dibelakang mereka. Asisten Hen menundukkan pandangannya karna takut jika Nona mudanya itu merasa malu karna kepergok berciuman.
Sedangkan Dikra masih menunggu didepan ruangan CEO Martin karna asisten Hen yang menyuruhnya.
Flashback sebelum Pak Hen masuk kedalam ruangan Martin.
Tok tok tok!
Ketuk asisten Hen dari depan ruangan Martin beberapa kali namun masih belum terdengar ada jawaban dari dalam ruangan tersebut. Asisten Hen mengetuk pintu itu beberapa kali sembari memanggil nama Martin. Tapi tepat saja belum ada jawaban dari dalam ruangan tersebut Pak Hen mulai merasa khawatir karna tidak biasanya hal itu terjadi sebelumnya. Namun Asisten Hen melupakan satu hal penting jika sekarang Martin didalam ruangan tersebut tidaklah sendirian.
Hahaha kasian sekali nasib asisten Hen itu, dia selalu melihat adegan setengah panas yang live didepan matanya. Entah apa yang sedang ada didalam pikiran asisten Hen saat itu. Ataukah mungkin asisten Hen ingin langsung menikah saja setelah pulang dari kerja. Asisten Hen aku sarankan sebaiknya anda cepat menikah saja agar anda tidak ngeces jika melihat majikan anda sedang berciuman seperti itu.
Martin langsung kabur masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Didalam kamar.
Siallll! Aku sangat malu sekali pada apa yang terjadi barusan, dasar asisten dingin itu selalu datang tiba-tiba seperti hantu ****** kung saja. "Datang tak dijemput pulang tak diantar."
sistem Hen selalu sukses bikin orang jantungan, anak kusayang Mommy tidak membenci asisten Daddy mu, sayang. Tapi Mommy hanya sedikit terganggu saja dengan wajah datar dan sorot mata dingin yang semakin Asisten Hen tunjukkan selama ini.
Ucap Keyla dalam hati sembari mengusap lembut perutnya yang ada didalam kandungannya itu. Hahaha pastinya Keyla takut jika kelak anaknya akan memiliki sikap yang dingin seperti Martin dan Asistennya. Kasihan sekali ibu hamil itu dia harus sering berdoa agar janinnya tidak menurunkan kedua sikap manusia kulkas itu, Martin dan Asisten Hen saja sudah membuat Keyla hampir gila.
Setelah Keyla menghilang dari pandangannya, Asisten Hen segera berdiri di depan Martin sembari membungkukkan badannya lebih dulu sebelum bicara. "Tuan muda maafkan atas kecerobohan saya barusan, saya sudah mengetuk pintu beberapa kali namun masih tidak ada jawaban jadi saya,"
"Tidak perlu dijelaskan! Aku sudah mengerti." Ucap Martin dengan wajah datar.
"Terimakasih Tuan muda."
__ADS_1
"Dimana Dikra?" Tanya Martin sembari menyandarkan punggungnya di sofa.