Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Kado Pernikahan dari Keyla.


__ADS_3

Deg! Mata Jeni langsung membulat seketika saat melihat adiknya benar-benar mau menghunuskan pisau itu tepat di jantungnya, Jeni tak mungkin melakukan kesalahan sebesar ini dan air mata wanita itu mulai menetes perlahan membasahi pipinya.


*Apa yang telah aku lakukan, dia adalah adikku mana mungkin aku bisa berniat untuk merebut suaminya. Keyla sangat menyayangiku dan aku tidak mau kehilangan adik bodohku itu, aku benar-benar hampir saja kehilangan akal sehatku terimakasih tuhan  karna kau menyadarkanku di saat yang tepat. *


''Sayang, jangan lakukan itu.'' Jeni mulai menyambar pisau yang Keyla pegang itu dan menjatuhkannya ke lantai.


Jeni memeluk tubuh adiknya itu dengan lembut dan mereka menangis bersama, adegan tegang itu tiba-tiba berubah menjadi haru bahkan kedua orang itu masih berpelukan Jeni membuang pisau yang dia pegang ke lantai. Wanita itu tak bisa menahan rasa bersalah dalam dirinya karna kebodohannya hampir saja membuatnya kehilangan adiknya yang sangat baik hati.


Di luar ruangan itu.

__ADS_1


Martin yang melihat adegan tersebut sangat panik bahkan wajahnya pucat pias keringat dingin mengucur sangat deras dari dahi dan jatuh perlahan membasahi pipi putihnya. Bahkan asisten Hen dan para pengawal itu sampai menahan nafasnya karna ikut merasakan ketegangan di dalam kamar itu. Namun saat Jeni dan Key mulai berpelukan wajah mereka semua kelihatan lega. Rasa cemas yang tadi terlihat nyata di wajah mereka dengan perlahan mulai sirna.


''Aku tak menyangka jika Nona muda sangat licik dan cerdik seperti,'' Kata-kata asisten Hen segera terhenti saat dia melihat Martin menatapnya dengan sorot mata dingin seperti kulkas.


''Kau sudah berani bicara seperti itu padaku!''


''Maafkan atas kelancangan saya Tuan muda,'' Bicara dengan membungkukkan badannya.


Di dalam kamar Keyla.

__ADS_1


Jeni mulai menyadari akan besarnya rasa sayang Keyla padanya namun tanpa wanita itu ketahui jika Key telah menyusun semua siasat itu untuk kado pernikahannya. Dan terbukti semua siasat yang Keyla lakukan selalu berhasil tanpa kegagalan. Bahkan siasat itu terlihat sangat rapi dan penuh hati-hati. Jeni sudah berubah dia tidak lagi bermaksud merebut suami adiknya itu lagi. Jeni melepaskan pelukannya pada adiknya itu saat pintu kamar Keyla mulai terbuka.


Ternyata itu adalah Martin yang masuk kedalam kamar tersebut dengan membawa botol air minum. Martin berhenti persis di samping Jeni dan berlagak seolah-olah tidak mengetahui akan apa yang terjadi didalam ruangan tersebut.


Meraih tangan Martin dan meraih tangan Keyla, ''Hiduplah dengan bahagia, dan ingat Martin jaga adik manjaku ini.'' Jeni menyatuhkan tangan kedua orang itu dengan tersenyum bahagia.


''Kak,''


''Aku akan menikah dengan Dikra dan aku akan pergi dari kota ini bersamanya.'' Ucapan Jeni terlihat sangat tulus.

__ADS_1


Jeni akhirnya mau mengalah dan berhenti mengejar-ngejar suami adiknya itu namun itu semua tak luput dari kerja keras Keyla. HAhaha! tak sia-sia Keyla menyusun siasat itu berhari-hari jika hasilnya sama seperti apa yang ada di dalam angan-angannya.


__ADS_2