
Kedua wanita itu saling beradu pandang, Jeni mulai mengeluarkan pisau yang dia sembunyikan di balik punggungnya, Key masih terlihat tenang. Apakah wanita polos itu mulai memainkan trik berbahaya tapi mana mungkin Martin mau menyetujui adegan berbahaya itu dengan mempertaruhkan kehidupan anaknya.
''Kau takut aku akan merebut suamimu, hah?'' Bicara dengan emosi meluap-luap. Jeni mulai menyibakkan kasar rambutnya yang jatuh ke pundaknya. Rambut panjang itu terlihat semakin berantakan Jeni benar-benar sudah di butakan karna cinta.
''Aku pasti takut jika anakku lahir tanpa daddy nya!'' Sahut Key apa adanya dengan menundukkan pandangannya dan tangannya mengusap pelan perutnya yang semakin hari semakin membesar.
''Hahaha! Martin akan menikah denganku karna sejak awal dia memang milikku apakah kau tau itu!'' Jeni mulai tak bisa mengendalikan emosinya lebih lama lagi wanita itu berjalan semakin mendekati Keyla. Tubuhnya terbakar api cemburu yang begitu besar saat dia menatap ke arah ranjang adiknya itu. Di sana Jeni masih mengingat akan adegan semalam yang masih tertanam sangat rapi dalam memory internal otaknya itu.
Kedua orang itu saling menatap satu sama lain bahkan para pengawal sudah berjaga di depan pintu kamar itu entah apa yang sedang mereka tunggu, kenapa para pengawal itu tak langsung masuk dan melerai pertengkaran yang sedang terjadi di dalam kamar itu bahkan wajah Martin juga kelihatan gelisah namun dia masih tidak juga masuk ke dalam kamar itu juga.
__ADS_1
Apa yang sedang terjadi semua orang bersikap sangat aneh pagi ini. Tak biasanya Martin membiarkan Key dalam kondisi terjepit seperti ini apa sebenarnya yang sedang mereka tunggu.
Di dalam kamar Keyla.
''Aku takut kehilanganmu Kak, apa kau masih ingat sejak kecil kau menjagaku dan menyayangiku aku tau kau iri setiap kali Papa dan Mama selalu memarahimu jika aku sedang terluka. Namun kau justru mengesampingkan rasa iri dan bencimu padaku jika ada teman sebayaku mencoba menindasku kau pasti ada di barisan paling depan dan menghalangi siapapun yang akan berniat jahat padaku tanpa terkecuali. Apakah kau masih ingat itu semua?''
''Apakah jika aku pergi meninggalkanmu maka kau tidak akan merasa bersedih?''
''Apa maksudmu itu? Aku pasti sangat bahagia karna aku bisa membunuhmu dengan tanganku sendiri!'' Bicara dengan rahang mulai mengeras.
__ADS_1
''Jika aku mati di tanganmu maka kau akan di bunuh oleh suamiku! Aku ingin melihatmu hidup bahagia denganĀ anak yang ada didalam kandunganmu itu Kak.'' Bicara dengan meneteskan air matanya.
Jeni mulai luluh hatinya saat mendengarkan apa yang adiknya itu ucapkan, Keyla terus meneteskan air matanya dan dia menangis tanpa henti membuat Jeni kebingungan di buatnya. Kobaran api yang tadi menyelimuti tubuh Jeni seketika mulai padam, ya api itu seakan hilang saat terkena tetesan air mata kasih sayang dari adiknya itu. Sekeras apapun batu itu jika dia terus diberikan tetesan air maka akan melunak juga apakah menurut kalian juga sama.
''Aku tidak akan pernah membiarkanmu melakukan dosa sebesar itu, hiks hiks hiks.'' Air mata Key mulai jatuh tanpa bisa di kendalikan lagi.
''Apa yang mau kau lakukan Key,'' Jeni mulai kelihatan ketakutan bahkan mata wanita itu mulai berkaca-kaca dia tak mengira Keyla malah bersikap baik padanya padahal wanita itu berniat mau menghabisi adiknya dan calon keponakannya yang belum lahir itu.
''Aku akan bunuh diri di hadapanmu Kak, agar kau bisa hidup bahagia dan aku mohon padamu sampaikan rasa sayang dan cintaku untuk Papa dan juga Mama. Aku sangat menyayangi mereka.'' Keyla bicara dengan mengarahkan pisau yang dia pegang tepat di depan jantungnya. ''Aku sangat menyayangimu dan aku akan melakukan semua hal agar kau bisa hidup bahagia dengan suamiku, aku tidak akan benci padamu karna kau adalah orang yang paling aku sayangi setelah Papa dan Mama. Love you Kak Jeni.''
__ADS_1