Di Paksa Menikahi CEO 2

Di Paksa Menikahi CEO 2
Merasa Rindu.


__ADS_3

     Keyla melotot kaget saat dia melihat suaminya sudah berdiri di sana dengan menikmati satu batang rokok, Keyla berjalan mengabil Keyzia yang sedang tertidur lelap di atas ranjang wanita itu menaruh anaknya dalam gendongannya. Pengawal yang tadi


memberitahukan Henden berdiri di belakang pria itu dengan tangannya memegang


pistol dengan kuat.


     Martin membuang rokok yang tadi sempat dia hisap di atas lantai begitu saja kemudian pria itu menginjaknya dengan sepatu berwarna hitam yang sedang dia kenakan.pria


itu kini berdandan seperti berandal dengan jaket kulit berwarna hitam melekat


tubuhnya dengan sempurna dia tidak mengenakan jas hitam yang selama ini dia


kenakan. Keyla kaget melihat suaminya berpenampilan seperti itu karena selama


bertahun-tahun hidup dengan pria itu Keyla tidak pernah melihat sikap asli Martin saat menjadi CEO Mafia.


Martin kelihatan tampan dan juga penuh karisma, semua perempuan yang ada di luar sana pasti sangat tergila\-gila pada CEO Martin jika mereka melihat sang CEO memakai baju seperti sekarang.


      Martin berjalan mendekati Henden dengan masih memegang bunga, dia mendekati Keyla yang berada di belakang Henden ketika pengawal henden hendak menghentikan langkah CEO Martin namun


Henden menyuruh pengawalnya untuk memberikan jalan bagi mantan sahabatnya itu. Martin memberikan bunga berwarna putih yang ada di tangannya di hadapan Keyla,


Key menerimanya dengan sayang dan rasa rindunya terbalas saat melihat sosok pria itu di depan pintu tadi.


      “Kau terlihat bahagia di sini, sayang,” ucap Martin dengan mengecup kening kedua Key


bergantian. Martin melihat Keyzia membuka mata dan menatapnya dengan seulas


senyuman manis. Tubuh Martin kelihatan kotor karena banyak bercak darah musuhnya yang menempel di baju yang dia kenakan.


        “Jangan sakiti dia, Pa.” wanita itu bicara dengan memegangi tangan Martin yang hendak melangkah menjauh dengan lembut.


       “Kau mencintainya, dia tidak akan selamat karena berani memegang istriku,”


sorot mata membunuh dan juga cemburu jelas terlihat di mata Martin kala itu.

__ADS_1


Henden sudah membangun singa yang telah tertidur lama di dalam dunia mafia, sekarang singa itu sudah bangun dia sangat lapar dan haus akan darah pria itu akan menghabisi apa saja yang ada dihadapannya tanpa terkecuali. Walaupun Martin sedang marah namun pria itu masih tetap bersikap lembut dan penuh kasih sayang pada kedua wanita yang sangat dia sayangi itu.


        “Sayang bukan itu yang terjadi, aku hanya mengangapnya sebagi kakak saja,” Key berkata dengan satu tangannya membelai pipi suaminya yang terkena bercak darah musuhnya tadi.


        Mengecup tangan Keyla sayang, “Aku


percaya padamu, tapi tidak dengan, dia.” Martin mulai melirik tajam kearah Henden


yang juga sedang menatapnya dengan sorot mata tajam.


Ada rasa cemburu yang terselip di hati Henden saat melihat Martin dan juga Keyla berdekatan seperti sekarang. Henden melihat ke arah bayi kecil itu dengan tatapan sendu.


               Dor. .


.


        Terdengar tembakan dari arah belakang Martin, tembakan itu meleset mengenai lengan tangan Martin, pengawal yang berada di belakang Henden menembak CEO Martin tanpa mendapatkan perintah dari Henden. Keyla kaget bahkan Keyzia sampai menangis dengan suara bergetar anak kecil itu tidak tau apa yang terjadi namun dia kaget karena mendengarkan suara keras. Tangan CEO Martin mulai mengarah ke jaketnya, dia melihat darah mengalir dari sana.


      “Beraninya kau menyuruh pengawal mu melakukan ini padaku Henden,” teriakan lantang CEO Martin dari ruangan itu, asisten Hen yang berada di luar ruangan itu dan pengawal lain langsung berlarian masuk ke dalam ruangan CEO Martin berada. Mereka mengepalkan jemari tangannya saat


         “Kak aku mohon jangan bertengkar seperti ini,” Keyla menatap kearah Henden dengan wajah memohon. Maat wanita itu kelihatan berkaca-kaca saat melihat suaminya terluka.


       “Aku sangat menyayangimu Keyla, tapi harus ada salah satu dari kami yang memenagkannpertempuran ini.” Pria itu bicara dengan mengarahkan pistolnya kearah Martin.


           Puluhan pengawal yang ada di ruangan


itu termasuk asisten Hen langsung mengangkat pistol yang ada dI tangan mereka dan mengarahkannya tepat di arah Henden dan juga pengawalnya yang tadi berani menembak CEO Martin.   Ruangan itu


terlihat mengerikan karena tidak ada yang bicara semua orang memasang wajah


datar hanya terdengar tangisa dari bibir bayi mungil itu Martin melihat kearah


anak dan juga istrinya dengan sayang ingin sekali dia mengendong bayinya dan


mencoba mengusap air mata anak kecil itu namun saat ini tidak mungkin dia lakukan. CEO Martin kembali mengarahkan pandangannya kearah Henden dengan tubuh melahap api.

__ADS_1


         “Hahaha! Kau berani main keroyokan Martin, sudah jelas kau yang akan menang.” Ledek pria itu dengan mengarahkan


pandangannya kearah segerombolan pria yang siap kapan saja menembaknya tanpa


kenal ampun.


       “Kalian semua keluar dari ruangan ini!” Teriak CEO Martin dengan nada suara setengahntertahan. Keyzia sudah berhenti menangis setelah Keyla memberikan susu pada anaknya itu.


       “Tuan muda, saya tidak bisa melakukan itu,” ucap asisten Hen untuk pertama kali menolak perintah dari CEO Martin dan semua pengawal juga masih tidak bergeming dari posisinya saat ini. Mereka tidak mau membiarkan majikanya sendiri bersama orang licik seperti Henden.


        Martin menyuruh asisten Hen untuk yang kedua kalinya dan dengan berat hati pria itu


menuruti perintah majikannya, semua pengawal keluar dari kamar itu tanpa


menimbulkan kegaduhan. Namun semua orang seakan berat hati melakukannya namun Asisten Hen bisa meyakinkan mereka jika CEO akan baik-baik saja.


         Di dalam kamar hanya ada Keyla, Martin, Henden dan juga pengawal Henden saja. Pengawal Henden masih di sana karena jika dia keluar dari ruangan itu para pengawal


Martin tidak akan segan-segan menghabisinya dengan cara masal. Kamar yang tadi kelihatan indah dan juga tenang kini suasana itu berubah menjadi mencekam Martin dan juga Henden masih beradu pandang tidak ada satupun dari mereka yang mau mengalah. Keyla terus berjalan kesana-kemari mencoba memikirkan cara bagaiman dia bisa menyelesaikan pertarungan sengit ini tanpa ada yang meninggal di antara keduanya.


      “hahaha! Kau berubah menjadi pengecut Henden, kau berani menyerangku dari belakang,” teriak Martin dengan tangannya terkepal sangat kuat. Para pengawal melihat dari pintu kamar yang terbuka mereka siap siaga setiap saat jika ada sesuatu bahaya yang menyerang majikannya.


         “Jaga ucapanmu itu, aku yang menembakmu tanpa perintah dari Tuan Henden,” pengawal yang tadi menembak Martin bicara dengan penuh percaya diri. Dia tidak takut mati yang dia tahu bagaimana cara melindungi majikannya.


"Buang pistol mu itu, dan kau tutup pintunya."Ucap pria itu dengan menatap ke arah asisten Henden.



simak kelanjutannya besok siapa ya yang bakal menang.



BESOK ACARA GIVEAWAY DI IG KHAIRIN\_JUNIOR. IKUTAN YUK AKAN ADA 3 PERTANYAAN DARI NOVEL, "PERNIKAHAN KONTRAK AILIN." BAGI SIAPA YANG BISA MENJAWAB AKAN DAPAT BAJU GRATIS LOH .


__ADS_1


AKAN ADA 3 PEMENANG DAN MASING\-MASING AKAN MENDAPATKAN SATU BAJU DARI NOVEL KHAIRIN NISA. IKUTAN YUK. . JANGAN LUPA FOLLOW IG KHAIRIN\_JUNIOR YA. .


__ADS_2