
Keyla sudah kelihatan cantik sama dengan Key kecil, karena Henden sudah menyiapkan kebutuhan mereka semua sebelum sampai di rumahnya pria itu benar\-benar niat untuk hidup bahagia dengan cara yang salah.
"Apa kau suka tinggal di rumah ini?" tanya Henden dengan membelai rambut panjang Keyla yang di biarkan terurai begitu saja. Keyla memingirkan tubuhnya sedikit menjauhi Henden sebab wanita itu sangat risih dengan apa yang di lakukan oleh pria itu.
"Aku merindukan rumah ku, dan juga putraku," jawab Keyla dengan menundukkan kepalanya sedih saat mengingat Michael.
"Nantikan kau juga akan mulai terbiasa," jawab Henden. "bisa aku gendong bayi ini dia sangat lucu," ucap Henden dengan wajah kelihatan memohonkan.
Keyla memberikan bayinya karena wanita itu tau jika Henden ingin membunuh mereka pasti sejak awal akan dia lakukan. Namun Keyla terus mengikuti kemanapun Henden pergi. Di lantai bawah rumah itu banyak pengawal sedang berjaga\-jaga di bawah sana. Sebagai pengawal berjaga di kuat rumah dan di jalanan mungkin mereka mengetahui cepat atau lambat CEO Martin akan menemukan mereka.
Entah mengapa semenjak ke hadiran Keyla dalam rumahnya, hal itu membuat Henden merasakan damai dan juga kesepian yang selama ini dia rasakan dengan perlahan mulai hilang sedikit demi sedikit karena kehadiran Keyla dan juga bayi cantik yang saat ini ada di dalam gendongannya.
Semua pengawal menatap Henden dengan wajah heran karena baru kali ini mereka melihat sikap penuh kasih sayang yang terlihat di wajah majikanya, Henden lebih sering tersenyum semenjak ke datangan Keyla di rumah itu. Rumah Henden yang biasanya terlihat dingin seketika berubah menjadi hangat karena celotehan bayi kecil itu.
Ruang yang berlantai kayu berwarna coklat tua dan juga dindingnya memakai kayu bercat senada dengan lantai membuat hati Keyla sedikit lebih damai menghirup udara hutan di malam hari tanpa ada polusi sedikitpun namun tidak bisa di pungkiri jika Keyla sangat merindukan anak dan juga suaminya di luar sana. Entah bagaimana Martin belum juga datang sampai waktu makan malam sekarang semua itu semakin membuat ketakutan tersendiri di dalam hati Keyla.
Bagiamana jika Martin tidak bisa menemukannya apakah dia akan tinggal di rumah ini selamanya jika itu terjadi apa yang harus dirinya lakukan dengan bayinya. Keyla terus memikirkan hal itu berkali\-kali sampai kepalanya terasa pusing.
Namun sangat beruntung karena demam Keyzia sudah sembuh jika tidak ada bayi itu maka Keyla akan kabur dengan cara apapun namun mengingat banyak bahaya serangan binatang buas di luar sana Keyla masih bertahan di rumah musuhnya dengan pura\-pura merasa nyaman di sana.
"Kau pasti lelah, biar aku gendong dia," ucap Key dengan langsung mengambil Keyzia di pelukan Henden.
*Rupanya kau masih takut aku melukai bayimu*. Gumam Henden dalam hati.
__ADS_1
"Hei lihat ini, pistol ini apa boleh aku pegang?" tanya Keyla pada Henden dengan tangannya sudah mengambil pistol salah satu pengawal Henden yang sejak tadi mengikutinya.
Pengawal itu langsung memegangi tangan Keyla dengan sigap. Seolah dia siap menghabisi wanita yang sejak tadi berada di bawah lindungan majikanya.
"Berikan saja, dia bisa memakainya," Henden bicara dengan menarik salah satu senyumannya.
"Saya tidak bisa membahayakan nyawa anda Tuan muda," sahut asisten Itu dengan masih memegangi tangan Keyla.
"Ada kau di sini lalu apa yang bisa wanita itu lakukan," sahut Henden dengan melihat ke arah Keyla.
Pengawal itu membiarkan Key mengambil pistol tersebut. Key langsung menodongkannya pada Henden dengan wajah kelihatan serius. Pengawal Henden tadi langsung berdiri di depan majikanya mencoba menghalang peluruh yang akan menembus majikanya. Namun Key tidak menembak Henden walaupun dia menginginkannya.
"Hei apa yang kalian lakukan, aku hanya bercanda saja aku ingin lihat seberapa setia pengawal ini padamu." Wanita itu bicara dengan meringis lucu membuat Henden tertawa terkekeh melihat ya.
*Wanita ini bisa membuat kehancuran besar bagi Tuan muda, dia sangat licik sekali tapi Tuan tidak mengetahuinya dia sudah di buta kan oleh cinta pada wanita ini*. Pengawal itu mengambil kembali pistol yang di bawa oleh Keyla sembari menatap wanita itu dengan sinis.
Henden dan juga Keyla berjalan menuju meja makan karena sudah waktunya makan malam. Pelayan wanita hendak membawa Keyzia namun, Keyla menolaknya dia takut jika pelayan wanita itu hendak berbuat tidak baik pada bayinya. Keyla makan dengan mengendong Keyzia. Henden terus mengawasinya karena Keyla masih juga tidak berhasil makan satu sendok pun. Karena Keyzia terus menangis minta digendong.
"Aku sudah selesai makan," ucap Key dengan berdiri dari posisi duduknya karena Keyzia belum berhenti menangis juga.
Henden berdiri dari posisi duduknya, "Biar aku saja yang gendong, kau makan saja," ucap Henden saat dia sudah berhadapan dengan Keyla. "kau percaya padaku kan?"
__ADS_1
Keyla menjawab dengan anggukan kepala pelan lalu memberikan Keyzia padanya. Key makan dengan terburu\-buru sembari menatap ke mana saja Henden membawa putrinya.
"Tidak usah terburu\-buru aku hanya di sini kau jangan khawatirkan, bagaimana mungkin aku bisa tega melukai bayi cantik dan juga lucu." Henden mencium pipi Keyzia dengan sayang.
"Kenapa kau belum menikah juga, kau juga harus melanjutkan hidup mu kan?" ucap Keyla dengan memasukkan satu sendok penuh nasi ke dalam mulutnya.
"Aku akan menikah dengan mu, mungkin karena sebab itu juga aku belum menikah hingga saat ini," Henden bicara dengan wajah kelihatan serius menatap ke arah Keyla.
"Uhuk. . uhuk. . uhuk. ." Key langsung tersedak nasi yang dia makan tadi.
Dengan penuh perhatian Henden mengambilkan air putih yang ada di hadapannya dan memberikan pada Keyla, Key langsung mengambil air tersebut dan meneguknya tanpa sisah. Mata Key masih berkaca\-kaca akhibat tersedak makanan tadi.
"Kau mana boleh bicara seperti itu, aku sudah memiliki suami dan juga keluarga," ucap Key dengan mengusap sisah air di bibirnya kemudian beranjak berdiri dari posisi duduknya.
Di luar Tempat itu.
Martin dan juga pasukan sedang menuju ke kediaman Henden yang ada di dalam hutan. Martin sejak tadi mengepalkan tangannya dengan mengarahkan pandangannya ke luar jendela ini sudah malam. lampu mobil seakan membelah kegelapan di dalam hutan tidak ada satupun penerangan di dalam hutan itu selain Lambu mobil mereka saja. Banyak sekali terlihat binatang buas yang berkeliaran di hutan itu.
Henden sengaja memilih tempat ini karena dia yakin tidak akan pernah ada orang yang bisa menemukannya, pasti Henden tidak mengira jika Lean orang yang paling dia percayai justru membimbing CEO Martin menemukan keberadaan mereka.
INI CONTOH BAJU PERNIKAHAN KONTRAK AILIN. JIKA MAU SILAHKAN JAPRI AUTHOR DI WA. 0899 3487 562.
BARANG READY SATU PICS SAJA YA. DAN BAJU DARI NOVEL CEO MARTIN JUGA READY SATU PICS BURUAN YANG MAU BELI SEBELUM KE HABISAN.
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE NOVEL YANG BERJUDUL "SANG PENAKLUK 2" SAYA AKAN SANGAT BERTERIMAKASIH DAN SAYA TUNGGU KOMENTAR KALIAN DI SANA..