
. Visual Keyzia saat belum tidur.
Mobil yang di kemudikan oleh Lean menerobos lebih jauh masuk ke dalam hutan pohon-pohon yang menjulang tinggi semakin menambah horor suasana malam hari itu di tambah lagi banyak orang yang memasang wajah datar saat melakukan perjalanan di mobil masing-masing entah berapa jumlah pengawal yang CEO Martin bawah sehingga tidak terhitung lagi jumlahnya. Mobil berwarna hitam begitu banyak mengikuti dari
arah belakang sepertinya mereka tidak mau ketinggalan jauh dari mobil yang
berada di depannya hingga mobil itu melaju dengan jarak satu meter saja.
“Berhenti!” teriak CEO Martin dengan menatap kearah Lean yang sedang fokus mengemudi.
Lean menghentikan mobilnya saat itu juga setelah mendengarkan ucapan Martin, “Kita
masih sangat jauh Tuan muda,”
“Biar aku saja yang mengemudikan mobil ini, kau jalankan mobil ini seperti siput begitu lama aku bisa keluar uban jika seperti ini terus,” ucap CEO Martin dengan langsung
keluar dari dalam mobil. Asisten Hen hanya bisa diam melihat tingkah majikanya yang sudah mulai gelisah karena merindukan dua Key hari itu sangat wajar menurut asisten Hen.
Beberapa mobil yang ada di belakang Martin langsung ikut keluar dengan mengarahkan senapan mereka kearah hutan untuk berjaga-jaga jika ada bintang buas yang menyerang majikan mereka. Martin sudah masuk kembali ke dalam mobil beberapa pengawal yang tadi juga ikut keluar dari mobil kembali masuk dan melanjutkan perjalanan
mereka.
CEO Martin mengemudikan mobil itu dengan kecepatan penuh sampai
Lean saja merasa ketakutan sebab Martin menerjang semua hal yang ada di
depannya pria itu pasti sedang memikirkan anak dan juga istrinya sedang menunggu kedatangannya.
Martin takut jika Keyla dan juga putri kecilnya di siksa oleh Henden yang merupakan musuh bebuyutannya Martin tidak akan mengira jika Henden justru bersikap baik pada kedua Key di sana bahkan pria itu memperlakukan Keyla seperti tuan Putri. Keyla sangat licik dan juga cerdik dia tidak akan mudah di lukai oleh siapapun lebih
lagi sikapnya yang polos itu akan membuat orang yang hendak melukainya merasa
kasihan dengannya hingga orang itu gagal melakukan misinya. Martin sudah
__ADS_1
meremehkan sikap pertahanan diri rubah kecilnya jangankan Henden dia saja
tunduk di bawah tipu muslihat rubah kecil itu.
Rumah Henden.
Keyzia sudah tidur dia berada di ranjang yang sama dengan Keyla, Henden sejak tadi duduk di sofa dia terus menatap kearah Keyla berada di atas ranjang setelah wanita itu memastikan buah hatinya tertidur dengan lelap. Keyla bangun dari ranjang dan menuju kearah Henden yang sedang duduk di sofa dengan masih tak bergeming saat menatapnya.
“Kenapa kau melihatku terus, apakah aku tidak secantik wanita yang sering kau lihat,” ucap Keyla dengan melirik ke arah Henden.
. Visual Henden saat melihat Keyla dengan berdiri.
Keyla berdiri di samping Henden dengan menaruh tangannya di depan dada, Henden tersenyum tipis saat melihat ekspresi wajah Keyla yang kelihatan imut jika seperti itu, Henden menarik tangan wanita itu dan mengajaknya duduk di sampingnya. Jarum jam terus berjalan hingga tanpa terasa sekarang sudah larut malam Henden dan juga Keyla tanpa bosan berbicara sejak tadi mereka berdua sangat akrab hingga henden
melupakan jika wanita yang sedang berada di sampingnya saat ini adalah istri dari musuhnya.
“Kau tau kan suamiku pasti akan menjemput ku?” ucap Keyla dengan memasang wajah serius.
“Aku tau itu akan terjadi, aku akan membawamu pergi dari sini, tidak akan aku biarkan siapapun mengambilku dan juga bayi cantik itu dariku tak terkecuali dia,” sahut Henden dengan tatapan tajam saat melihat lurus ke depan. Namun saat pria itu menatap kearah Keyla sorot matanya langsung berubah menjadi redup seolah menunjukkan jika dia benar-benar sudah jatuh hati pada Wanita itu.
“Kau pria yang baik aku tau itu, ya aku baru pertama mengenalmu tapi entah mengapa aku merasakan hal itu ada jauh di dalam sana,” ucap Keyla dengan menunjuk salah
satu jarinya kearah dada henden.
“Aku sudah menculikmu bagimana mungkin kau bisa bicara seperti itu Keyla?” tanya Henden menatap kearah Key dengan wajah penasaran karena baru kali pertama ini ada orang yang bicara seperti itu pada dirinya.
“Jika kau jahat, kau akan membunuh aku dan juga bayiku saat pertama kali kau menculikku,” bicara dengan menatap kearah Keyzia yang masih tartidur lelap di atas ranjang. “kau bahkan terlihat sangat menyayangi anak ku dia sangat lucu apakah kau tidak ingin menikah dan melepaskan permusuhan di antara kau dan juga suamiku.”
Keyla mencoba memberikan pengertian pada Henden karena Keyla percaya jika pria itu sebenarnya orang yang baik jika Key melihat dari cara dia memperlakukan dirinya dan juga bayinya tadi. Mungkin saja Henden yang melakukannya dengan cara yang salah.
“Aku dulu bertarung dengan Martin karena dia memilih dirimu dari pada aku,, kami dulu sahabat baik dan melakukan semua hal bersama, namun saat Martin menikah dengan mu dia berubah dan tidak mau mengurus lagi bisnis ilegal yang sempat kita jalani sebelumnya aku sangat marah dan mulai memutuskan untuk perang dengannya
__ADS_1
namun saat aku bertemu dengan mu, melihatmu aku baru megetahui jika kau memang wanita yang patut untuk di perjuangkan kau cantik, polos dan juga sangat baik hati. Diam-diam aku mulai jatuh hati padamu dengan sikapmu yang sangat baik pada orang lain, kau suka membantu orang yang lemah tanpa menyombongkan siapa kau sebenarnya."
Pria itu menceritakan semuanya pada Keyla, Keyla mulai merasa simpati pada pria itu.
“Hei, wanita yang jauh lebih baik dari aku masih banyak loh di luar sana kau jangan menyerah seperti itu,” Key bicara dengan menepuk kasar lengan Henden yang duduk di
sampingnya.
“Berani sekali kau lakukan itu,” ucap pengawal yang berjaga di depan pintu kamar Keyla berada saat dia melihat Key menyakiti majikannya.
“Diamlah nantik dia bangun, sana keluar!” perintah Henden dengan menahan separuh suaranya. Pengawal itu kembali ke posisinya awal dengan mengerutkan keningnya menatap kearah Keyla Jengkel pasti pengawal itu sangat ingin menembak Keyla saat itu juga namun dia tidak berani melakukannya karena Henden melindungi waniat itu.
“Apakah sakit, maafkan aku.” Wanita itu bicara dengan mengusap lengan Henden
yang dia pukul tadi.
“Kau kasar juga ternyata,” Henden hendak menyentil kening Keyla.
.
Key memejamkan matanya dengan begitu rapat karena dia berpikir jika Henden akan menyentilnya dengan kasar tapi malah sebaliknya. Pria itu melakukannya dengan lembut.
"Aku tidak suka melihat jika kau dan suamiku bertengkar karena aku, bisakah kau menjadi Kakak' ku dan melindungi aku jangan lakukan sebaliknya yang akan membuatku terluka. Cinta hanya dua orang saja bukan lebih." Henden hanya diam dengan menyandarkan punggungnya di sofa namun pria itu memikirkan apa yang di ucapkan oleh Keyla tadi.
.
Mobil yang di kemudikan oleh Martin sudah mendekati rumah Henden berada. Mobil itu di taruh di tengah hutan yang jaraknya lumayan jauh sehingga pengawal Henden yang berjaga di luar rumah itu tidak akan menyadari jika markas mereka telah di
kepung.
HAY HAY. FOLLOW YUK IG KHAIRIN_JUNIOR. KARENA AKAN ADA GIVEAWAY SEBENTAR LAGI.
AKAN ADA TIGA BAJU
DARI TIGA NOVEL KEPOIN IG KHAIRIN_JUNIOR YA BIAR KALIAN TAU. KAPAN LAGI DAPAT BAJU GRATIS
__ADS_1
DAN JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE NOVEL KHAIRIN NISA YANG BERJUDUL "SANG PENAKLUK 2"